Lenovo Project AeroBlade dan Project Swan laptop konsep di IFA Berlin

Lenovo Pamer Konsep Laptop Tipis dan Layar Gulung di IFA

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Lenovo memamerkan dua laptop konsep di IFA Berlin: Project AeroBlade dan Project Swan
  • Project AeroBlade: laptop 14 inci setebal 10mm dengan berat 830 gram, tanpa kipas, menggunakan teknologi AirJet solid-state cooling dari Frore Systems
  • Project AeroBlade memiliki 4 modul AirJet Mini dengan total 30 watt pembuangan panas aktif, menggunakan prosesor Intel Lunar Lake, tiga port USB-C/Thunderbolt 4, layar OLED, dan Wi-Fi 7
  • Project Swan: laptop ThinkBook 14 inci dengan layar gulung yang bisa diperluas menjadi 17 inci (resolusi 2850 x 1672), bobot 1,6 kg dan tebal 17,9mm
  • Kedua konsep dinilai lebih mendekati produk komersial dibanding konsep Lenovo sebelumnya

Telset.id – Lenovo kembali menghadirkan dua laptop konsep di ajang IFA Berlin yang fokus pada peningkatan produktivitas dan portabilitas. Dua perangkat tersebut diklaim lebih mendekati produk yang bisa dibeli konsumen dibandingkan konsep-konsep sebelumnya.

Konsep pertama bernama Project AeroBlade, sebuah laptop 14 inci yang menurut siaran pers Lenovo, “setiap komponennya dirancang ulang untuk mobilitas.” Laptop ini tidak menggunakan kipas pendingin, melainkan mengandalkan teknologi solid-state cooling AirJet dari Frore Systems yang menggunakan membran piezo-elektrik yang bergetar secara ultrasonik, di luar jangkauan pendengaran manusia.

Project AeroBlade menggunakan empat modul AirJet Mini, tiga lebih banyak dibandingkan satu modul yang ada pada desain referensi Intel Wildcat Lake di Computex. Dengan rating empat modul tersebut mampu membuang panas hingga 7,5 watt masing-masing, total laptop ini memiliki kapasitas pembuangan panas aktif sebesar 30 watt. Angka ini berpadu dengan prosesor Intel Lunar Lake 17-30W TDP yang digunakan Lenovo pada konsep ini.

Lenovo Laptop Concepts

Selain sistem pendinginnya, Project AeroBlade juga menggunakan motherboard berukuran kecil. Dipadukan dengan bodi magnesium-aluminium, laptop ini hanya setebal 0,39 inci (10 mm) dan beratnya kurang dari 1,83 pon (830 gram). Karena ketipisannya, pengguna harus bergantung pada port USB-C/Thunderbolt 4 saja, namun laptop ini menyediakan tiga port tersebut, lengkap dengan layar OLED dan konektivitas Wi-Fi 7.

Lenovo masih menggunakan prosesor Intel Lunar Lake pada konsep ini. Jika desain tersebut kelak menjadi laptop yang bisa dibeli, perangkat tersebut diprediksi akan menggunakan CPU yang lebih modern. Performa dan daya tahan baterai yang bisa dihasilkan oleh Wildcat atau Panther Lake dalam form factor laptop setipis ini menjadi hal yang menarik untuk dinantikan.

Konsep kedua bernama Project Swan, yang merupakan kembalinya Lenovo ke ambisi layar gulung (rollable screen). Berbeda dengan upaya sebelumnya, konsep ini terasa lebih sederhana, mainstream, dan lebih mungkin direalisasikan. Perangkat ini hadir dalam bodi ThinkBook 14 inci yang tampak standar, namun layarnya dapat diperluas dengan menekan tombol menjadi layar 17 inci dengan rasio 16:9 dan resolusi 2850 x 1672.

Lenovo Laptop Concepts

Sebagai konsekuensi dari mekanisme layar gulung, Project Swan bukanlah laptop 14 inci yang paling tipis atau ringan. Perangkat ini memiliki bobot 3,53 pon (1,6 kg) dan ketebalan 0,7 inci (17,9 mm). Bobot ekstra tersebut berada di bagian tutup layar yang harus menampung mekanisme layar gulung serta bezel yang melebar ke samping.

Seperti kebanyakan perangkat konsep sejenis, mekanisme motor pada Project Swan menghasilkan suara yang lebih bising daripada yang ideal untuk produk jadi. Namun, mekanisme tersebut bekerja dengan baik selama beberapa siklus buka-tutup, sebuah pencapaian yang tidak selalu terjadi pada perangkat konsep. Jika desain ini kelak diwujudkan menjadi laptop komersial, diharapkan Lenovo dapat mengecilkan perangkat keras layar yang dibutuhkan. Gagasan tentang laptop 14 inci yang ringkas namun mampu menampilkan layar 17 inci saat dibutuhkan tetap menjadi prospek yang menarik.

Lenovo Laptop Concepts

Kedua konsep ini menunjukkan arah pengembangan Lenovo dalam menghadirkan perangkat yang lebih mobile tanpa mengorbankan produktivitas. Project AeroBlade mengeksplorasi pendinginan tanpa kipas untuk mencapai ketipisan ekstrem, sementara Project Swan menawarkan fleksibilitas ukuran layar dalam satu perangkat.

Meski keduanya masih berstatus konsep, pendekatan Lenovo yang semakin pragmatis mengindikasikan bahwa teknologi-teknologi ini berpeluang besar hadir di perangkat komersial dalam waktu dekat. Bagi konsumen yang menantikan inovasi laptop ringan dengan performa tinggi atau fleksibilitas layar, kedua konsep ini layak untuk terus dipantau perkembangannya.

Sebelumnya, Lenovo juga telah aktif menghadirkan berbagai perangkat inovatif di pasar Indonesia. Perusahaan ini baru saja memperkenalkan tablet terbaru dengan JBL 9-unit serta tablet produktif seharga Rp6,2 juta untuk memenuhi kebutuhan pengguna lokal.

Dari sisi keamanan, Lenovo juga sempat menjadi sorotan terkait celah verifikasi Lenovo ID yang berdampak pada ribuan akun. Meski demikian, perusahaan terus berinovasi di berbagai lini, termasuk solusi smart manufacturing berbasis AI untuk mendukung industri 4.0.

Dengan track record tersebut, bukan tidak mungkin konsep Project AeroBlade dan Project Swan suatu saat nanti akan hadir di pasar Indonesia. Yang jelas, kedua konsep ini menjadi bukti bahwa Lenovo serius mendorong batasan desain laptop konvensional untuk menghadirkan perangkat yang lebih ringkas, ringan, dan fleksibel bagi penggunanya.

Kehadiran dua konsep ini di IFA Berlin juga menegaskan posisi Lenovo sebagai salah satu pemimpin dalam inovasi desain laptop. Jika kedua konsep ini berhasil dikomersialkan, persaingan di pasar laptop premium dipastikan akan semakin menarik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.