šŸ“‘ Daftar Isi

Larangan data center di AS meningkat pesat akibat kekhawatiran warga

Larangan Data Center di AS Tembus 500, Hambat Ekspansi AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Larangan lokal pembangunan data center di AS melonjak dari 300 menjadi lebih dari 500 pada Juli 2026
  • Bukan isu partisan - negara bagian Republik dan Demokrat sama-sama memblokir proyek baru
  • Mayoritas larangan di Midwest dan Selatan, dengan Texas dan Florida paling menonjol
  • Kekhawatiran warga meliputi kebisingan, dampak air, dan beban listrik
  • Gubernur Texas Greg Abbott memberlakukan moratorium persetujuan data center
  • Amazon tetap berencana membangun pembangkit gas di Pecos County, Texas
  • Lebih dari 70% warga Amerika menentang data center AI tambahan
  • 37 orang ditangkap tahun ini karena memprotes pengembangan baru
  • New York, Massachusetts, Nebraska, dan Colorado juga memberlakukan pembatasan

Telset.id – Jumlah larangan lokal terhadap pembangunan data center baru di Amerika Serikat melonjak hingga lebih dari 500 pada Juli 2026. Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi perusahaan AI yang membutuhkan kapasitas komputasi besar untuk mengembangkan teknologinya.

Analisis yang dilakukan The Information dari dokumen hukum dan laporan media lokal menunjukkan bahwa fenomena ini bukan masalah partisan. Negara bagian, kota, dan county yang dikuasai Partai Republik maupun Demokrat sama-sama mulai memblokir proyek data center baru.

A data center under construction

Texas dan New York menjadi contoh menonjol dari kedua sisi spektrum politik, dengan mayoritas larangan terkonsentrasi di wilayah Midwest dan Selatan AS. Para politisi merespons kekhawatiran warga yang semakin besar tentang dampak pembangunan terhadap komunitas mereka.

Kekhawatiran Warga dan Dampak Lingkungan

Kekhawatiran utama warga meliputi dampak kebisingan bagi penduduk sekitar, serta beban yang tidak proporsional terhadap layanan publik seperti pasokan air dan listrik. Gubernur Texas Greg Abbott bahkan telah memberlakukan moratorium persetujuan data center dalam beberapa pekan terakhir hingga audit ekstensif dilakukan terhadap perusahaan yang ingin terhubung ke jaringan listrik Texas.

Larangan ini berkembang cepat, melonjak dari 300 pada akhir Juni menjadi lebih dari 500 pada Juli. Larangan di Texas menjadi sorotan karena negara bagian tersebut telah menjadi rumah utama bagi data center AI. Meskipun ada jeda dari Gubernur Abbott, Amazon tetap berharap membangun pembangkit listrik gas baru di Pecos County, Texas, untuk memasok data center di lokasi yang sama.

Microsoft data center in Mount Pleasant, Wisconsin

Lokasi tersebut diyakini berpotensi menjadi sumber polusi lingkungan terbesar di AS setelah beroperasi. Pertumbuhan pesat data center baru di Texas dan negara bagian sekitarnya kemungkinan besar memicu kekhawatiran warga tersebut.

The Information melaporkan bahwa sebagian besar larangan berada di Midwest dan Selatan, dengan lebih dari 400 pembatasan kini berlaku. Hampir tiga perempat moratorium yang disetujui pada Juli terjadi di negara bagian selatan seperti Georgia dan Florida. Florida dengan cepat menghentikan pengembangan baru, dengan 14 dari 23 pembatasan aktif saat ini disetujui pada Juli, dan 15 lagi sedang dipertimbangkan.

Respons Politik di Berbagai Negara Bagian

Negara bagian kecil dan besar, rural maupun urban, sama-sama menggunakan modal politik untuk mencegah ekspansi data center AI. Kathy Hochul, Gubernur New York dari Partai Demokrat, baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif yang menghentikan persetujuan semua data center yang mengonsumsi energi 50 megawatt atau lebih.

Man protesting data centers next to a road closed sign.

Massachusetts dan Nebraska menghentikan keringanan pajak bagi pengembang, sementara di Colorado, 19 larangan kini berlaku di sekitar Denver dan lebih banyak lagi di wilayah lain negara bagian tersebut. Hal ini dipicu kekhawatiran spesifik tentang dampak terhadap lingkungan dan penggunaan air.

Di Nashville, Tennessee, pengembangan data center seluas 23 acre di sebelah kebun binatang dengan perkiraan biaya hingga $700 juta juga menghadapi resistensi lokal dan politik. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran politisi terhadap keengganan publik terhadap pengembangan AI.

Lebih dari 70% warga Amerika dilaporkan menentang keberadaan data center AI tambahan. Resistensi langsung terhadap pembangunan semakin meningkat, dengan setidaknya 37 orang ditangkap sepanjang tahun ini karena memprotes pengembangan baru.

A "No data center" sign

Meningkatnya larangan ini menunjukkan tantangan besar bagi industri AI yang membutuhkan perluasan infrastruktur secara masif. Perusahaan teknologi kini harus menghadapi hambatan regulasi yang semakin kompleks di berbagai wilayah AS, sementara kebutuhan kapasitas komputasi terus meningkat seiring pengembangan model AI yang lebih canggih.

Perkembangan ini juga berpotensi memengaruhi strategi ekspansi perusahaan seperti Amazon dan Microsoft dalam membangun infrastruktur data center. Keputusan politik lokal kini menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan dalam perencanaan kapasitas komputasi jangka panjang.

Dengan semakin banyaknya wilayah yang memberlakukan pembatasan, perusahaan AI mungkin perlu mencari solusi alternatif atau bernegosiasi lebih intensif dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan persetujuan pembangunan. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian baru bagi industri yang sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur fisik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.