📑 Daftar Isi

Kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5080 dengan kemasan ritelnya

Kenaikan Harga GPU MSI: Dampak Krisis RAM pada Kartu Grafis Nvidia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • MSI dikabarkan menaikkan harga GPU Nvidia hingga 20% atau lebih di China
  • Kenaikan dipicu oleh melonjaknya harga memori video RAM (GDDR6 dan GDDR7)
  • RTX 5080 naik sekitar $300, RTX 5070 Ti naik $200, RTX 5060/5050 naik $100
  • Gigabyte juga dikabarkan menaikkan harga GPU 20-40%, Korea Selatan hingga 30%
  • GPU RTX 4000 dan RTX 3000 juga ikut terkena dampak kenaikan harga
  • Nvidia tawarkan GPU Founders Edition harga MSRP di QuakeCon Texas
  • Stok GPU di booth GeForce diperkirakan habis dalam hitungan menit
  • Kenaikan harga juga berpotensi memengaruhi GPU AMD Radeon

Telset.id – MSI dikabarkan akan menaikkan harga jual GPU Nvidia buatannya hingga 20 persen atau lebih di China. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga memori video RAM yang juga berdampak pada kartu grafis buatan pabrikan lain.

Rumor ini pertama kali muncul dari Board Channels di China dan menjadi indikasi terbaru dari tren kenaikan harga GPU secara global. Jika benar terjadi, konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia, berpotensi merasakan dampaknya mengingat tekanan harga yang sama terjadi di seluruh dunia.

Kenaikan harga yang diisukan bervariasi tergantung modelnya. Untuk RTX 5080, harga diprediksi naik sekitar $300 atau setara Rp 4,7 jutaan. Sementara itu, RTX 5070 Ti berpotensi naik sekitar $200, dan RTX 5060 serta RTX 5050 diperkirakan naik sekitar $100.

An Nvidia GeForce RTX 5080 sitting on its retail packaging

Penting untuk dicatat bahwa kenaikan ini bukan hanya menyasar GPU generasi terbaru. Kartu grafis RTX 4000 dan RTX 3000 yang menggunakan memori GDDR6 juga ikut terkena dampak, di samping GDDR7 yang digunakan pada seri terbaru.

Krisis RAM Mendorong Kenaikan Harga di Seluruh Industri

Tekanan harga ini tidak hanya dialami MSI. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Gigabyte juga akan menaikkan harga GPU antara 20 hingga 40 persen. Di Korea Selatan, harga GPU Nvidia RTX 5000 juga dikabarkan naik hingga 30 persen.

Pola kenaikan yang konsisten di angka 20 persen atau lebih ini menunjukkan adanya masalah fundamental pada pasokan memori. Nvidia disebut menaikkan harga modul video RAM yang dijual ke para mitranya, dan biaya tambahan ini akhirnya dibebankan ke konsumen.

Kenaikan harga ini juga disebut-sebut memengaruhi lini GPU Radeon milik AMD. Artinya, konsumen yang ingin membangun PC gaming atau workstation dalam waktu dekat mungkin perlu bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi di semua lini produk.

Nvidia Tawarkan GPU Harga MSRP di QuakeCon

Di tengah kabar kenaikan harga ini, Nvidia justru memberikan kesempatan langka bagi para gamer untuk membeli GPU Founders Edition dengan harga MSRP. Kesempatan ini tersedia di ajang QuakeCon yang berlangsung di Texas, Amerika Serikat.

Nvidia menyebut program ini sebagai ‘Verified Priority Access’ yang diwujudkan secara langsung di booth GeForce. Pengunjung QuakeCon berkesempatan membeli RTX 5070, RTX 5080, dan RTX 5090 Founders Edition dengan harga yang dimaksudkan sejak awal.

An Nvidia GeForce RTX 5070

Namun, stok GPU ini diperkirakan akan habis dalam hitungan menit. Selain membeli GPU Founders Edition, pengunjung QuakeCon juga bisa mengikuti tantangan Quake III Arena RTX Remix dan Doom: The Dark Ages untuk memenangkan RTX 5070.

Penting untuk digarisbawahi bahwa kabar kenaikan harga MSI ini masih berupa rumor dan perlu ditanggapi dengan bijak. Meski demikian, konsistensi kabar dari berbagai sumber menunjukkan bahwa tekanan harga di industri GPU sedang berada pada titik tertinggi.

Kondisi ini tentu menjadi kabar buruk bagi konsumen yang berencana membangun PC baru atau meningkatkan spesifikasi komputer mereka. Membeli GPU di harga MSRP diperkirakan akan semakin sulit dalam waktu dekat.

Bagi para gamer yang kebetulan berada di Texas, kesempatan membeli GPU Founders Edition di harga MSRP tentu sangat menarik. Namun bagi konsumen di luar sana, bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi mungkin menjadi pilihan yang realistis.

Kenaikan harga yang terjadi secara serentak di berbagai merek dan wilayah menunjukkan bahwa ini bukan sekadar masalah satu pabrikan, melainkan krisis yang memengaruhi seluruh industri. Biaya produksi yang meningkat akibat harga memori yang melonjak akhirnya harus ditanggung oleh konsumen akhir.

Para pengamat industri memperkirakan tren ini akan berlanjut selama tekanan pada pasokan memori masih berlangsung. Nvidia sendiri disebut-sebut ikut menaikkan harga modul VRAM yang dijual ke mitra pabrikannya, sehingga kenaikan harga di tingkat ritel menjadi konsekuensi yang hampir tak terhindarkan.

Sementara itu, konsumen yang membutuhkan GPU untuk keperluan profesional seperti rendering 3D, editing video, atau pengembangan AI mungkin perlu mempertimbangkan anggaran tambahan dalam waktu dekat. Keputusan untuk membeli sekarang atau menunggu harga stabil menjadi pertimbangan yang sulit di tengah ketidakpastian ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.