Telset.id ā Kasus kebakaran yang diduga dipicu oleh baterai kembali terjadi di wilayah Wiltshire, Inggris, mencatat tiga insiden dalam dua minggu terakhir di fasilitas pengelolaan sampah. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tidak membuang limbah elektronik, terutama baterai, ke jalur sampah umum.
Dorset and Wiltshire Fire and Rescue Service menjelaskan bahwa baterai sebenarnya tetap aman selama digunakan sesuai aturan. Namun, risiko dapat muncul ketika baterai mengalami kondisi seperti overcharge, korsleting, kerusakan fisik, atau terendam air. Pihak pemadam kebakaran juga menambahkan bahwa pembuangan baterai secara sembarangan dapat meningkatkan risiko kebakaran, bahkan ledakan di fasilitas pengolahan sampah.
Insiden di Lower Compton menjadi contoh nyata ketika kebakaran akibat baterai meluas hingga membakar sekitar 100 ton limbah rumah tangga. Pihak pemadam kebakaran mengerahkan sekitar 10 unit mobil pemadam, termasuk beberapa kendaraan pompa dan dua kendaraan pembawa air untuk menangani api di lokasi. Atas kejadian ini, Pemerintah wilayah Wiltshire kembali mengingatkan warga agar tidak membuang baterai dan perangkat elektronik berbasis baterai seperti vape ke tempat sampah biasa.
Kasus ini juga mengingatkan pada insiden serupa yang pernah terjadi di pusat data. Pemerintah setempat meminta warga untuk menggunakan fasilitas daur ulang khusus atau titik pengumpulan baterai yang telah disediakan. Beberapa layanan pengumpulan juga mengharuskan baterai dikemas terlebih dahulu menggunakan kantong bening sebelum diserahkan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko kebakaran akibat baterai atau limbah elektronik yang dibuang secara tidak tepat.
Di Indonesia sendiri, penggunaan perangkat berbasis baterai juga terus meningkat seiring berkembangnya teknologi gadget dan perangkat elektronik. Oleh karena itu, kesadaran untuk memilah limbah elektronik serta membuang baterai bekas melalui jalur daur ulang yang tepat menjadi kebiasaan yang semakin penting untuk diterapkan.
Baca Juga:
Dampak Pembuangan Sembarangan
Dorset and Wiltshire Fire and Rescue Service menegaskan bahwa risiko kebakaran akibat baterai tidak bisa dianggap remeh. Kondisi overcharge, korsleting, kerusakan fisik, atau terendam air menjadi pemicu utama. Di fasilitas pengolahan sampah, baterai yang rusak dapat memicu api yang sulit dikendalikan, seperti yang terjadi di Warminster, Stanton St Quintin, dan Lower Compton.
Pemerintah Wiltshire kembali mengingatkan warga agar tidak membuang baterai dan perangkat elektronik berbasis baterai seperti vape ke tempat sampah biasa. Mereka meminta warga untuk menggunakan fasilitas daur ulang khusus atau titik pengumpulan baterai yang telah disediakan. Beberapa layanan pengumpulan juga mengharuskan baterai dikemas terlebih dahulu menggunakan kantong bening sebelum diserahkan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti deteksi dini kebakaran juga bisa menjadi solusi. Langkah sederhana seperti memilah limbah elektronik dapat membantu mengurangi risiko kebakaran akibat baterai atau limbah elektronik yang dibuang secara tidak tepat.
Jadi, sudah saatnya kita lebih peduli terhadap cara membuang baterai bekas agar perangkat kecil yang kita gunakan sehari-hari tidak menjadi sumber masalah di kemudian hari.





Komentar
Belum ada komentar.