📑 Daftar Isi

Huawei Watch D3 dengan pita inflatable ultra-narrow untuk pemantauan tekanan darah 24 jam

Huawei Watch D3 Resmi Meluncur dengan Pemantauan Tekanan Darah 24 Jam

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Huawei Watch D3 resmi diluncurkan sebagai generasi ketiga jam tangan kesehatan fokus tekanan darah
  • Desain lebih tipis: ketebalan 11,3mm dan bobot 40g dengan pita inflatable ultra-narrow
  • Fitur unggulan: 24-hour Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) sesuai panduan medis
  • Pengukuran otomatis di malam hari dengan operasi lebih senyap untuk mengurangi gangguan tidur
  • Fitur tambahan: GPS, navigasi outdoor, analisis lari, dan Health Community untuk pantau keluarga
  • Harga mulai £399,99 (sekitar Rp 8,2 juta) dalam pilihan warna hitam, putih, dan emas
  • Tidak tersedia di AS akibat larangan teknologi Huawei yang masih berlangsung
  • Kompetitor seperti Apple dan Google mengembangkan teknologi LED untuk pengukuran tekanan darah

Telset.id – Huawei telah meluncurkan Huawei Watch D3, generasi terbaru dari jam tangan kesehatan yang berfokus pada pemantauan tekanan darah. Perangkat ini menjadi sorotan utama karena membawa teknologi manset tiup terintegrasi yang mampu melakukan pemantauan tekanan darah ambulatorik selama 24 jam penuh, sebuah fitur yang jarang ditemui pada smartwatch lain di pasaran.

Kehadiran Watch D3 menjawab kebutuhan pengguna yang ingin memantau kondisi kesehatan secara akurat, terutama bagi mereka yang memiliki risiko hipertensi. Dengan desain yang lebih ramping dibanding pendahulunya, Huawei mencoba merombak kesan “perangkat medis” menjadi jam tangan yang nyaman dipakai sehari-hari, termasuk saat tidur di malam hari.

Seri Watch D sebelumnya memang dikenal dengan mekanisme uniknya—sebuah strap dengan kantung udara yang mengembang layaknya manset tensimeter untuk mengukur tekanan darah secara akurat. Namun, desain generasi pertama dan kedua terkesan kotak dan kaku, lebih mirip alat kesehatan ketimbang smartwatch untuk pemakaian harian. Watch D3 hadir untuk mengubah persepsi tersebut.

Desain Lebih Tipis dan Nyaman untuk Pemantauan 24 Jam

Huawei mengklaim Watch D3 memiliki ketebalan hanya 11,3mm dengan bobot 40g. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari iterasi sebelumnya. Selain itu, Huawei menyematkan versi “ultra-narrow” dari pita inflatable-nya, sehingga jam tangan ini lebih mudah dipakai sepanjang hari dan nyaman digunakan saat tidur.

Kenyamanan saat digunakan di malam hari menjadi faktor krusial. Pasalnya, Watch D3 menawarkan fitur 24-hour Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) yang sesuai dengan panduan medis. Dalam siaran persnya, Huawei menyebut ABPM membantu pengguna “melacak tren tekanan darah sepanjang siang dan malam, bahkan saat tertidur.” Pada siang hari, interval pengukuran dapat disesuaikan dan pengukuran manual bisa dilakukan kapan saja. Sementara di malam hari, jam tangan akan mengembang secara otomatis dengan pengoperasian yang lebih senyap untuk mengurangi gangguan tidur.

Huawei Watch D3

Selain pemantauan tekanan darah, Watch D3 juga mampu melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah berolahraga. Perangkat ini tetap dibekali fitur smartwatch standar seperti GPS, navigasi rute outdoor, dan analisis lari. Ada pula fitur Health Community yang memungkinkan anggota keluarga saling melihat statistik kesehatan masing-masing, sehingga bisa memantau kondisi anggota keluarga yang berisiko.

Harga dan Ketersediaan di Tengah Kompetisi Teknologi LED

Huawei Watch D3 tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, dan emas dengan harga mulai dari £399,99 (sekitar Rp 8,2 juta). Sayangnya, jam tangan ini tidak tersedia di pasar Amerika Serikat akibat larangan teknologi telekomunikasi Huawei yang masih berlangsung hingga saat ini.

Ketidakhadiran Huawei di pasar AS membuka peluang bagi kompetitor untuk mengembangkan teknologi pemantauan tekanan darah berbasis LED optikal. Apple kini menawarkan fitur Hypertension yang memantau tidur selama 30 hari untuk mendeteksi tanda-tanda hipertensi. Sementara itu, Google Pixel Watch 5 hadir dengan fitur Blood Pressure Detection. Di sisi lain, startup Signal Ring yang digagas mantan eksekutif Android fokus mengembangkan sensor tekanan darah tanpa manset dan tanpa kalibrasi melalui perangkat cincin pintar.

Woman wearing Signal Ring

Meski teknologi LED dianggap sebagai “cawan suci” kemampuan smartwatch di masa depan, hingga kini belum ada yang mampu menandingi teknologi manset tiup bawaan Huawei. Bahkan setelah tiga tahun sejak peluncuran Watch D generasi pertama, pendekatan Huawei tetap unik di kelasnya.

Bagi pengguna di luar AS, Watch D3 menawarkan solusi pemantauan tekanan darah yang lebih komprehensif dengan akurasi ala alat medis. Perangkat ini bukan sekadar smartwatch biasa, melainkan perangkat kesehatan yang bisa dikenakan setiap hari. Dengan kemampuan ABPM 24 jam, pengguna dapat memperoleh gambaran tren tekanan darah yang lebih utuh, baik saat beraktivitas maupun beristirahat.

Huawei juga terus memperluas ekosistem perangkatnya. Bagi pengguna yang tertarik dengan lini produk lain, Huawei nova 16s dan Huawei MatePad Air juga telah menjadi perbincangan hangat di pasar global. Namun, untuk urusan kesehatan wearable, Watch D3 jelas menjadi andalan terbaru Huawei dalam membantu pengguna memantau tekanan darah secara akurat dan berkelanjutan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.