Telset.id – Rockstar Games akhirnya angkat bicara soal kebocoran Grand Theft Auto 6 pada 2022 silam. Co-head of development Rockstar Games, Aaron Garbut, menyebut insiden tersebut sebagai momen yang “invasive” dan memaksa studio mengubah total kebijakan kerja karyawan, termasuk aturan lima hari masuk kantor yang menuai kontroversi.
Kebocoran itu terjadi pada September 2022. Seseorang meretas kanal Slack perusahaan dan menyebarkan puluhan rekaman gameplay mentah yang belum selesai sebelum Rockstar siap mengumumkannya. Meski Rockstar telah merilis pernyataan resmi dan melakukan takedown hak cipta, rekaman tersebut menyebar luas dengan cepat. Penegak hukum kemudian berhasil melacak pelaku yang diduga sebagai peretas, namun semuanya sudah terlambat.
Dalam wawancara panjang dengan Bloomberg, jajaran pimpinan Rockstar membahas periode pengembangan GTA 6 yang panjang, termasuk dampak kebocoran tersebut terhadap cara kerja studio saat ini.
Dampak Emosional dan Kebijakan Kerja Baru
Garbut menggambarkan perasaan setelah kebocoran dengan sangat gamblang. “Rasanya seperti ada orang yang mengobrak-abrik cucian kotormu,” ujarnya. “Seperti mereka berada di dalam kepalamu. Kamu melihat karya awalmu ada di luar sana. Tidak ada yang seharusnya melihat itu. Rasanya benar-benar invasif. Dan itu cukup sulit dihadapi secara emosional.”
Sebagai konsekuensi dari insiden tersebut, Rockstar menerapkan kebijakan kontroversial pada 2024. Setiap developer diwajibkan bekerja di kantor lima hari dalam sepekan dengan alasan keamanan. Selain itu, para developer dilarang mengakses server dan perangkat Rockstar dari luar kantor. Aturan ini memaksa mereka mengambil hari libur jika harus tetap di rumah untuk urusan pengasuhan anak atau keadaan darurat.

Kebijakan tersebut dinilai memundurkan kemajuan budaya kerja yang sempat dibangun studio setelah perilisan Red Dead Redemption 2, sebuah game yang dikembangkan dengan periode “crunch” berkepanjangan. Dengan GTA 6, Rockstar sadar tidak bisa mengulangi kesalahan yang sama. Namun kebijakan baru pasca-kebocoran berarti tidak ada lagi kerja hybrid.
Baca Juga:
Rockstar Akan Tinjau Ulang Kebijakan Kerja
Head of publishing Rockstar, Jennifer Kolbe, mengungkapkan bahwa studio berencana meninjau ulang kebijakan tersebut setelah GTA 6 dirilis. Meski demikian, ia meragukan Rockstar bisa beralih ke model kerja hybrid yang lebih umum, yakni tiga hari di kantor dan dua hari di rumah.
“Gagasan bahwa kami akan menempatkan game di begitu banyak lingkungan adalah sesuatu yang saya pikir tim keamanan tidak akan menyukainya,” kata Kolbe. “Saya pikir jika kami tidak memiliki game yang ingin dicuri orang, mungkin ini akan jadi percakapan yang lebih mudah.”

Sayangnya, kebocoran terus berlanjut hingga kini. Sebuah kebocoran besar terjadi menjelang penayangan GTA 6 extended look. Seorang pembocor yang dikenal dengan nama ‘Cyberleek’ bahkan mengancam akan merilis lebih banyak materi menjelang peluncuran game pada 19 November.
Rockstar sendiri telah merilis trailer peluncuran GTA 6 yang sinematik, menawarkan gambaran lebih dalam tentang kisah para protagonisnya. Sebelumnya, industri game juga diramaikan dengan berbagai perkembangan lain, seperti perangkat AI terbaru dari Meta dan OpenAI yang dijadwalkan meluncur pada 2026.
Insiden kebocoran yang dialami Rockstar juga menyoroti isu privasi dan keamanan data yang semakin relevan di industri teknologi. Hal serupa terlihat dari kontroversi privasi yang membelit perangkat smart glasses sepanjang 2026.

Hingga kini, Rockstar belum memberikan kepastian mengenai bentuk kebijakan kerja yang akan diterapkan setelah GTA 6 meluncur. Yang jelas, insiden kebocoran 2022 meninggalkan jejak panjang terhadap cara studio mengelola keamanan dan budaya kerjanya.
[ META_DESCRIPTION]
Rockstar Games sebut kebocoran GTA 6 pada 2022 sebagai momen “invasive” yang memaksa studio terapkan kebijakan kerja lima hari di kantor.





Komentar
Belum ada komentar.