Telset.id – Empat peneliti dari University of Toronto telah mengungkap GPUThor, sebuah teknik serangan Rowhammer yang berhasil menembus koreksi error (ECC) yang selama ini direkomendasikan Nvidia sebagai pertahanan utama terhadap kelas serangan ini. GPUThor menjadi serangan Rowhammer pertama yang mampu mengalahkan ECC pada GPU Nvidia dan mencapai root shell pada host.
Teknik yang dikembangkan oleh Chris S. Lin, Joyce Qu, Aditya Rajeev, dan Gururaj Saileshwar ini menargetkan kartu workstation generasi Ampere dengan memori GDDR6, secara spesifik pada RTX A4000, A4500, A5000, dan A6000. Yang lebih mengkhawatirkan, serangan ini mengubah program CUDA tanpa hak istimewa menjadi root shell pada sistem host. Temuan ini dijadwalkan dipresentasikan pada konferensi ACM CCS 2026.
Mengapa GPUThor Lebih Berbahaya dari Serangan Sebelumnya
Rowhammer bekerja dengan mengaktifkan baris DRAM secara berulang hingga muatan bocor dari sel di baris yang berdekatan secara fisik dan membalik bit-nya. Penyerang tidak pernah menyentuh data korban secara langsung, menjadikannya prekursor yang sangat efektif untuk manipulasi data, sandbox escape, dan privilege escalation.
Yang membuat GPUThor istimewa adalah kemampuannya menembus countermeasure dalam chip yang disebut Target Row Refresh (TRR). TRR dirancang untuk mencegah serangan Rowhammer dengan melacak seberapa sering baris memori tertentu diaktifkan dan secara otomatis me-refresh baris yang berdekatan sebelum bit flip berbahaya dapat terjadi. Pendekatan ini bekerja efektif ketika serangan Rowhammer dilakukan secara seragam (uniform hammering).
Masalah muncul ketika GPUThor menggunakan non-uniform hammering yang jauh lebih mungkin berhasil. Teknik non-uniform hammering sebenarnya bukan hal baru di sisi CPU, mengingat vektor serangan Blacksmith yang sudah terdokumentasi dengan baik. Namun, GPUThor berhasil mengalahkan memory coalescing pada GPU dan menemukan bahwa mitigasi TRR hanya aktif sekali setiap 72 interval refresh, menghasilkan intensitas hammering 6,6 kali lebih kuat dibandingkan serangan sebelumnya.

GPUThor merupakan serangan ketiga dari kelompok penelitian yang sama dalam delapan belas bulan terakhir, setelah GPUHammer pada 2025 dan GPUBreach awal tahun ini. Namun, dua serangan sebelumnya berhenti bekerja begitu pengguna mengetik perintah untuk mengaktifkan ECC. ECC pada dasarnya menjadi respons utama Nvidia terhadap laporan serangan Rowhammer, tetapi mungkin tidak lagi menjadi solusi dalam kondisinya saat ini.
Dengan melakukan hammering non-seragam, para peneliti membuka vektor serangan baru untuk GPU berbasis Ampere milik Nvidia yang sangat terpengaruh oleh teknik ini. Dengan ECC dinonaktifkan, GPUThor menghasilkan 72.000 hingga 377.000 bit flip per gigabyte di empat kartu berbasis Ampere, dengan A5000 dilaporkan sebagai yang paling rentan. Angka tersebut mendekati sekitar 550.000 flip per gigabyte yang dicapai Blacksmith pada DDR4, menempatkan GPU Rowhammer kini berada di liga yang sama dengan CPU Rowhammer.
Baca Juga:
Dampak ECC dan Proses Pengungkapan
Ketika ECC diaktifkan, para peneliti menyatakan bahwa pelindung ECC mengurangi tetapi tidak sepenuhnya memitigasi masalah. ECC menghasilkan double-bit errors dan 2 triple-bit errors yang “diperbaiki” oleh teknik tersebut dengan memilih nilai yang salah. Pada RTX A6000 dengan ECC diaktifkan, teknik GPUThor memaksa satu reset GPU setiap 2 jam, membunuh semua proses yang berjalan di GPU. Akibatnya, GPU menandai dirinya sendiri sebagai RMA-read dalam satu hari.
Tim peneliti mengungkapkan pola serangan ini kepada Nvidia pada 29 April 2026 dan kemudian kepada Google, Microsoft, dan AWS. Mereka menahan publikasi karya ini hingga 25 Agustus. Jadwal rilis kode diumumkan pada 15 November, meskipun saat ini belum ada informasi CVE atau patch yang diterapkan untuk mengatasi masalah ini.
Bagi pengguna GPU Nvidia seri Ampere, terutama yang menggunakan kartu workstation RTX A4000, A4500, A5000, dan A6000 untuk komputasi berat, temuan ini menjadi peringatan penting. Serangan GPUThor menunjukkan bahwa mengandalkan ECC saja tidak lagi cukup untuk melindungi sistem dari ancaman Rowhammer. Pengguna perlu mempertimbangkan lapisan keamanan tambahan dan memantau perkembangan patch dari Nvidia mengingat kode serangan dijadwalkan rilis publik pada 15 November mendatang.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.