📑 Daftar Isi

Ilustrasi data center AI Google di Finlandia yang memicu kontroversi penebangan hutan

Google Setop Pembersihan Hutan Finlandia untuk Data Center AI

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google menghentikan pekerjaan pembersihan lahan di lokasi data center AI di Muhos dan Kajaani, Finlandia, setelah otoritas memerintahkan penghentian hingga penilaian dampak lingkungan selesai
  • Sekitar 250.000 pohon ditebang di Muhos, dengan estimasi total sekitar 400.000 pohon termasuk lokasi Otanmäki
  • Area yang dibersihkan di Muhos sekitar 330 hektare, bagian dari investasi AI €13 miliar yang diumumkan September
  • Anak perusahaan Tuike Finland juga mengangkat topsoil, membangun jalan, dan mengubah drainase; warga khawatir limpasan berlumpur ke Sungai Oulujoki
  • Manajer negara Google Finlandia Antti Järvinen meminta maaf; Google berencana menanam pohon di 130 hektare di Muhos
  • Kasus ini menyoroti dampak lingkungan AI yang melampaui konsumsi listrik data center

Telset.id – Google menghentikan sementara pekerjaan pembersihan lahan di lokasi data center AI di Finlandia setelah otoritas setempat memerintahkan penghentian aktivitas yang berdampak lingkungan. Langkah ini menyusul terungkapnya penebangan sekitar 250.000 pohon di satu lokasi di Muhos, Finlandia, yang menjadi bagian dari investasi AI senilai €13 miliar. Perintah penghentian berlaku hingga penilaian dampak lingkungan yang wajib selesai dilakukan.

Perintah tersebut dikeluarkan setelah investigasi yang dipublikasikan The Guardian pada Kamis mengungkap skala pembersihan lahan. Menurut laporan itu, Google membersihkan sekitar 330 hektare hutan di Muhos, Finlandia, sebagai bagian dari perluasan infrastruktur AI. Luas area tersebut lebih besar dari 450 lapangan sepak bola Amerika. Muhos hanyalah satu lokasi; para ahli lingkungan memperkirakan sekitar 150.000 pohon tambahan ditebang di lokasi kedua di Otanmäki, sehingga totalnya mencapai sekitar 400.000 pohon.

Kontroversi ini memunculkan pertanyaan sulit tentang harga lingkungan dari ledakan AI, terutama ketika Google, Microsoft, dan perusahaan teknologi lain berlomba membangun infrastruktur untuk mendukung model AI yang semakin canggih. Persoalan ini juga memperlihatkan bahwa dampak AI tidak hanya soal listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan seperti Gemini atau ChatGPT.

Apa yang Terjadi di Finlandia?

Google mengumumkan investasi €13 miliar pada September, yang disebut sebagai investasi tunggal terbesarnya di Eropa. Perusahaan mempromosikan peluang ekonomi dan komitmen lingkungan yang menyertai proyek tersebut. Namun rencana konstruksi segera menemui masalah.

Menurut penyiar nasional Finlandia, Yle, otoritas memerintahkan anak perusahaan Google, Tuike Finland, untuk menghentikan pekerjaan yang berdampak lingkungan signifikan di lokasi data center yang direncanakan di Muhos dan Kajaani sampai penilaian dampak lingkungan yang wajib diselesaikan. Pembersihan lahan tidak sekadar menebang pohon. Pekerja juga mengangkat lapisan tanah atas, membangun jalan, dan mengubah sistem drainase, yang berpotensi memengaruhi lingkungan sekitar.

Data Center

The Guardian melaporkan bahwa warga menyampaikan kekhawatiran tentang limpasan berlumpur yang masuk ke saluran air yang terhubung dengan Sungai Oulujoki. Google awalnya menyatakan bahwa aktivitas kehutanannya sesuai dengan hukum Finlandia. Namun, manajer negara Google untuk Finlandia, Antti Järvinen, kemudian meminta maaf atas pembersihan lahan tersebut dan menjelaskan bahwa Google meyakini telah beroperasi sesuai aturan. Perusahaan juga memaparkan rencana menanam pohon di area seluas 130 hektare di Muhos sebagai bagian dari upaya keanekaragaman hayati.

Jejak Lingkungan di Balik Layanan AI

Di balik layanan seperti Gemini dan ChatGPT terdapat data center besar yang dipenuhi prosesor kuat. Fasilitas ini membutuhkan lahan, listrik, sistem pendingin, dan infrastruktur pendukung. Finlandia menjadi menarik bagi perusahaan teknologi karena iklimnya yang relatif sejuk, ketersediaan lahan, dan sumber daya energi. Suhu yang lebih dingin dapat membantu mengurangi listrik yang dibutuhkan untuk mencegah server kepanasan. Namun hal itu tidak menghilangkan dampak lingkungan dari pembangunan fasilitas baru.

Hutan menyerap karbon dioksida, mendukung satwa liar, dan membantu mengatur ekosistem lokal. Membersihkan ratusan hektare untuk memberi ruang bagi infrastruktur komputasi memunculkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan menyeimbangkan pengembangan AI dengan komitmen lingkungan mereka. Ada pula persoalan siapa yang diuntungkan. Data center baru dapat membawa lapangan kerja konstruksi, pendapatan pajak, dan investasi bagi masyarakat, tetapi warga juga dapat menghadapi gangguan lingkungan dan kekhawatiran tentang biaya listrik di masa depan.

ai data centers

Kasus ini menunjukkan bahwa konsekuensi lingkungan dari AI jauh melampaui listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan chatbot AI. Google memang menjanjikan investasi dalam keberlanjutan dan keanekaragaman hayati, tetapi menggantikan ratusan ribu pohon dewasa tidak sesederhana menanam pohon baru. Perintah penghentian dari otoritas Finlandia sendiri menegaskan bahwa pekerjaan yang berdampak lingkungan harus menunggu penilaian dampak lingkungan yang wajib rampung lebih dulu.

Google bukan satu-satunya perusahaan yang membangun data center besar untuk mendukung AI, dan meningkatnya kebutuhan daya komputasi teknologi ini berarti semakin banyak proyek serupa kemungkinan muncul. Sementara itu, bagi pengguna di Indonesia, dinamika kebijakan dan layanan Google dapat dipantau melalui informasi seputar verifikasi nomor HP hingga fitur Location Sharing yang terus berkembang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.