šŸ“‘ Daftar Isi

Pesawat Cathay Pacific dengan jejak contrails di langit

Google dan Cathay Pacific Perluas Uji Teknologi AI Kurangi Contrail

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Google perluas uji coba teknologi AI pengurang contrails bersama Cathay Pacific di Asia-Pasifik
  • Uji coba awal 80 penerbangan berhasil kurangi dampak pemanasan contrails hingga 40 persen
  • Contrails diperkirakan berkontribusi sepertiga dari total dampak iklim industri penerbangan
  • Teknologi menggunakan AI untuk menyesuaikan rute pesawat menghindari udara dingin dan lembap
  • Penyesuaian rute tidak berdampak pada penumpang dan keselamatan penerbangan
  • Melibatkan data citra satelit, prakiraan cuaca, dan teknologi prediksi AI Google
  • Contrails.org: penyesuaian rute 5 persen penerbangan bisa hindari 80 persen pemanasan terkait contrails
  • Asia-Pasifik merupakan pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia

Telset.id – Google memperluas kemitraannya dengan maskapai Cathay Pacific untuk menguji teknologi AI yang dirancang mengurangi dampak perubahan iklim dari industri penerbangan. Setelah uji coba awal yang melibatkan 80 penerbangan menunjukkan hasil positif, sistem kini diterapkan di seluruh jaringan rute Cathay Pacific.

Teknologi ini berfokus pada pengurangan contrails atau jejak kondensasi, yakni gumpalan awan tipis yang terbentuk di belakang pesawat saat melintasi udara dingin dan lembap. Menurut data yang dihimpun, contrails diperkirakan berkontribusi sekitar sepertiga dari total dampak iklim industri penerbangan secara global.

Uji coba awal tersebut berhasil menekan dampak pemanasan dari contrails hingga sekitar 40 persen. Keberhasilan ini mendorong perluasan penerapan teknologi serupa di seluruh jaringan penerbangan Cathay Pacific, menjadikannya uji coba terbesar di kawasan Asia-Pasifik.

Cara Kerja Teknologi AI Google

Google menggunakan algoritma AI untuk merekomendasikan penyesuaian rute penerbangan agar pesawat menghindari area udara dingin dan lembap yang menjadi tempat terbentuknya contrails. Penyesuaian ini dilakukan dengan mengubah ketinggian pesawat secara halus, mirip seperti cara pilot bermanuver untuk menghindari turbulensi.

A Cathay Pacific plane and contrails

Menurut tim Google dalam unggahan blog resminya, rekomendasi perubahan rute yang dihasilkan AI tidak akan berdampak pada penumpang maupun keselamatan penerbangan. Penyesuaian ini disebut sejalan dengan perubahan rutin jalur penerbangan yang dilakukan karena alasan operasional lainnya.

Data yang digunakan untuk menentukan perubahan rute berasal dari kombinasi citra satelit, prakiraan cuaca, dan teknologi prediksi AI milik Google. Informasi ini diupayakan sampai ke kokpit secepat mungkin dan dikirimkan melalui Wi-Fi dalam pesawat tanpa mengganggu alur kerja standar kokpit.

Selain Google dan Cathay Pacific, inisiatif ini juga melibatkan organisasi nirlaba Contrails.org yang mempromosikan penggunaan teknologi mitigasi contrails. Sebelumnya, Google juga telah melakukan proyek serupa di wilayah udara Amerika Serikat dan Samudra Atlantik Utara.

Menurut data Contrails.org, penyesuaian rute pada 5 persen penerbangan saja dapat menghindari hingga 80 persen pemanasan yang terkait dengan contrails. Kawasan Asia-Pasifik sendiri saat ini menjadi pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sehingga uji coba di wilayah ini dinilai strategis.

Dampak dan Skalabilitas Solusi

Cathay Pacific

Google menyebut mitigasi contrails sebagai salah satu cara yang paling cepat tersedia, dapat diskalakan, dan hemat biaya untuk mengurangi jejak karbon industri penerbangan. Teknologi ini dapat langsung diterapkan dengan pesawat dan bahan bakar yang ada saat ini tanpa memerlukan perubahan besar pada infrastruktur penerbangan.

Perluasan uji coba ini menandai langkah signifikan dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari sektor penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Dengan pertumbuhan lalu lintas udara yang pesat di wilayah tersebut, penerapan teknologi mitigasi contrails secara luas berpotensi memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi industri penerbangan secara global.

Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan maskapai penerbangan ini menunjukkan pendekatan berbasis data dalam mengatasi tantangan lingkungan. Penerapan teknologi serupa di berbagai wilayah udara dunia dapat menjadi salah satu solusi praktis yang tersedia saat ini untuk menekan dampak iklim dari industri penerbangan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.