Telset.id – Framework mengumumkan kenaikan harga untuk laptop Framework Laptop 13 Pro yang akan datang. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan biaya komponen yang signifikan, terutama pada modul memori LPCAMM2 yang harganya melonjak lebih dari dua kali lipat dari perkiraan awal.
Kenaikan harga ini diumumkan langsung oleh CEO Framework, Nirav Patel, melalui sebuah postingan blog. Ia menjelaskan bahwa pemasok modul memori LPCAMM2 memberikan harga baru yang jauh di luar prediksi perusahaan. Kenaikan ini disebut sangat drastis sehingga Framework tidak mampu menyerapnya tanpa membahayakan operasional bisnis.
“Kami baru saja menerima pembaruan biaya dari pemasok LPCAMM2 yang jauh melampaui apa pun yang kami perkirakan dan apa pun yang mampu kami serap tanpa menempatkan kemampuan kami untuk beroperasi pada risiko keuangan yang nyata,” tulis Patel dalam blog resmi Framework.
Patel merinci bahwa kenaikan harga modul LPCAMM2 dari kuartal kedua ke kuartal ketiga bukanlah kenaikan persentase digit ganda rendah hingga menengah seperti yang diperkirakan. Sebaliknya, harga yang diterima Framework lebih dari dua kali lipat dari harga inventaris sebelumnya. Modul memori ini secara spesifik digunakan pada varian laptop yang menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3.

Sementara itu, model yang menggunakan prosesor AMD Ryzen AI 300 masih tetap menggunakan memori SO-DIMM. Kondisi ini menciptakan situasi yang kompleks bagi Framework dalam memenuhi pesanan yang sudah masuk.
Strategi Framework Mengatasi Kenaikan Harga
Meskipun menghadapi kenaikan biaya yang signifikan, Patel menegaskan bahwa perusahaan memiliki cukup modul LPCAMM2 untuk memenuhi pesanan yang sudah ada. Namun, komposisi modul yang tersedia tidak sepenuhnya cocok dengan variasi pesanan yang masuk.
Framework memiliki stok modul dalam varian 64GB, 32GB, dan 16GB. Untuk mengoptimalkan stok yang ada, perusahaan menerapkan strategi pemenuhan pesanan yang sistematis. Framework akan memenuhi pesanan 64GB sebanyak mungkin, kemudian menurunkan pesanan tertentu ke 32GB dengan harga 32GB asli, dan selanjutnya menurunkan pesanan 32GB tertentu ke 16GB dengan harga 16GB asli.
Patel menjelaskan strategi ini secara rinci. Framework memiliki cukup modul 64GB untuk menutupi pesanan laptop hingga Batch 4 dan Mainboard hingga Batch 7. Untuk pesanan di luar batas tersebut yang dikonfigurasi dengan 64GB, Framework akan memperbarui konfigurasi menggunakan modul 32GB dengan harga modul 32GB asli.
Selanjutnya, Framework mengalokasikan sisa modul 32GB untuk pesanan DIY Edition dan Mainboard yang dikonfigurasi dengan 32GB melalui Batch 4 laptop dan Batch 7 Mainboard. Untuk pesanan di luar batas tersebut, konfigurasi akan diperbarui menggunakan modul 16GB dengan harga 16GB asli. Patel juga mencatat bahwa untuk konfigurasi pre-built Core X7 Ultra dengan memori 16GB belum tersedia saat ini, sehingga pesanan pre-built yang awalnya berisi 32GB tidak disesuaikan.
Framework berencana untuk terus menawarkan modul LPCAMM2 16GB dengan harga $239, namun harga ini akan naik setelah stok yang ada habis. Kenaikan harga untuk modul 32GB dan 64GB sangat signifikan. Modul 32GB yang sebelumnya dibanderol $439 kini naik menjadi $800, sementara modul 64GB melonjak dari $849 menjadi $1.600.
Selain kenaikan harga memori, Framework juga menaikkan harga sistem dan mainboard untuk pesanan baru. Patel menyebutkan bahwa chip X7 dan X9 akan menjadi lebih mahal, begitu juga dengan biaya lisensi Windows, serta kenaikan biaya memori, penyimpanan, dan komponen silikon lainnya untuk beberapa konfigurasi Ryzen AI 300 Series.
Penyesuaian Harga Komponen Lainnya
Meskipun banyak komponen yang mengalami kenaikan harga, Patel menulis bahwa tim ahli rantai pasokan Framework berhasil menurunkan biaya pada beberapa komponen lain. Komponen yang mengalami penurunan harga meliputi modul DDR5 48GB dan SSD SN850X 8TB serta SN7100 1TB.
Sebaliknya, beberapa komponen justru mengalami kenaikan biaya, termasuk modul DDR5 16GB dan SSD SN850X 1TB serta SN7100 4TB. Patel mengatakan bahwa pesanan yang belum dipenuhi dengan komponen yang harganya turun akan mendapatkan penyesuaian harga. Jika harga komponen naik, Framework tetap akan mengenakan biaya sesuai harga saat pemesanan.
Langkah Framework untuk secara transparan mengumumkan perubahan harga dan kondisi rantai pasokan ini menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka dibandingkan kebanyakan vendor PC lainnya. Patel dan timnya secara aktif memperbarui blog perusahaan untuk memberikan informasi terkini kepada pelanggan.
Situs web Framework menyatakan bahwa batch pertama pesanan Laptop 13 Pro dijadwalkan akan dikirim pada bulan Juli. Ini berarti Framework hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mengirimkan sistem tersebut kepada pelanggan yang sudah menunggu.

Situasi yang dihadapi Framework ini mencerminkan tantangan yang lebih luas di industri komponen elektronik. Kenaikan harga DRAM dan komponen lainnya menjadi isu yang mempengaruhi banyak produsen perangkat keras. Framework memilih untuk berkomunikasi secara terbuka dengan pelanggannya mengenai tantangan ini, sebuah langkah yang patut diapresiasi di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Bagi konsumen yang sudah melakukan pre-order, Framework memberikan jaminan bahwa harga yang dibayarkan saat pemesanan tidak akan berubah meskipun terjadi kenaikan biaya komponen. Ini memberikan kepastian bagi pelanggan yang sudah memesan lebih awal. Sementara itu, bagi yang belum memesan, kenaikan harga ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri.
Framework Laptop 13 Pro sendiri dikenal sebagai laptop modular yang memungkinkan pengguna untuk mengganti komponen seperti prosesor, memori, dan port dengan mudah. Konsep modular ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang menginginkan perangkat yang dapat di-upgrade dan diperbaiki sendiri. Namun, kenaikan harga komponen seperti LPCAMM2 ini tentu menjadi tantangan bagi Framework untuk mempertahankan daya tarik tersebut.
Dengan pengiriman batch pertama yang dijadwalkan pada Juli, Framework harus bekerja cepat untuk memastikan semua pesanan dapat dipenuhi sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Keputusan perusahaan untuk menaikkan harga pada pesanan baru menunjukkan bahwa tekanan biaya dari pemasok sangat nyata dan tidak bisa dihindari.
Ke depannya, Framework perlu terus memantau perkembangan harga komponen dan mencari cara untuk mengoptimalkan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas produk. Transparansi yang ditunjukkan perusahaan dalam menghadapi situasi ini bisa menjadi nilai tambah di mata konsumen yang menghargai kejujuran dan keterbukaan.
Bagi para penggemar teknologi yang mengikuti perkembangan Framework, situasi ini tentu menjadi perhatian. Kenaikan harga yang signifikan pada modul memori LPCAMM2 bisa mempengaruhi keputusan pembelian, terutama bagi mereka yang mengincar konfigurasi dengan kapasitas memori besar. Namun, strategi pemenuhan pesanan yang diterapkan Framework setidaknya memberikan kompensasi bagi pelanggan yang sudah memesan lebih awal.
Framework juga menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dengan rencana memperkenalkan konfigurasi pre-built Core X7 Ultra dengan memori 16GB di masa mendatang. Ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan biaya, perusahaan tetap berupaya untuk menyediakan berbagai pilihan konfigurasi bagi konsumen.
Dengan semua informasi ini, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai pembelian Framework Laptop 13 Pro. Kenaikan harga memang tidak bisa dihindari, namun transparansi dan strategi pemenuhan pesanan yang diterapkan Framework setidaknya memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang akan didapatkan konsumen dengan uang yang mereka keluarkan.





Komentar
Belum ada komentar.