📑 Daftar Isi

Dua kartu grafis AMD Radeon AI PRO R9700 untuk workstation inference AI

Dua GPU AMD Radeon AI PRO R9700 Kalahkan Biaya GPT-5.6 Sol dalam 3,5 Jam

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Dua kartu AMD Radeon AI PRO R9700 32 GB diuji dalam workstation senilai $18.775
  • Throughput mencapai 156,2 token per detik untuk delapan pengguna, naik ke 320,2 token per detik dengan Multi-Token Prediction
  • Hanya butuh 3,5 jam pemakaian mingguan untuk mengalahkan biaya GPT-5.6 Sol
  • Volume 20 juta token per bulan menghemat $11.738 per tahun dibanding harga Sol
  • Satu kartu R9700 seharga $1.880 menurunkan titik impas untuk model lebih kecil
  • Model lokal berparameter 27 miliar hanya mencetak 37 poin berbanding 46 poin Gemini 3.1 Pro

Telset.id – Workstation dual-GPU AMD Radeon AI PRO R9700 seharga $18.775 hanya butuh 3,5 jam pemakaian per minggu untuk mengalahkan biaya GPT-5.6 Sol, menurut pengujian seorang reviewer hardware yang membandingkan harga cloud dengan kepemilikan perangkat sendiri. Temuan ini menjadi bukti bahwa biaya inference AI jangka panjang tidak lagi melulu soal langganan bulanan, tetapi soal seberapa besar volume token yang benar-benar dihasilkan sebuah tim.

Pengujian tersebut memasang dua kartu AMD Radeon AI PRO R9700, masing-masing berkapasitas 32 GB memori, di dalam sebuah workstation dengan biaya sekitar $18.775 sesuai konfigurasi yang diuji. Reviewer mengukur konsumsi listrik, throughput token, dan biaya hardware yang diamortisasi, lalu membandingkan angka-angka itu dengan beberapa tingkatan langganan cloud yang tersedia di pasar.

Penyedia cloud AI mengenakan tarif per juta token yang dihasilkan, dengan rentang harga mulai dari $1,20 untuk GPT-5.6 Luna hingga $30 untuk GPT-5.6 Sol. Model kelas menengah berada di antara keduanya, dengan Claude Sonnet 5 dibanderol $10 dan Claude Opus 5 sebesar $25 per juta token keluaran. Semakin mahal model cloud yang biasa dipakai sebuah tim, semakin cepat hardware milik sendiri balik modal.

Saat kedua kartu AMD Radeon AI PRO R9700 dijalankan bersamaan, workstation tersebut menghasilkan 156,2 token per detik sambil melayani delapan pengguna simultan dalam pengujian ini. Sebuah teknik percepatan bernama Multi-Token Prediction hampir menggandakan angka tersebut, mendorong throughput hingga 320,2 token per detik dengan kualitas keluaran yang identik.

Pada kecepatan 320,2 token per detik itu, mesin hanya membutuhkan 3,5 jam pemakaian mingguan untuk mengalahkan GPT-5.6 Sol dari sisi biaya, 4,2 jam untuk mengalahkan Claude Opus 5, dan 8,8 jam untuk mengalahkan Gemini 3.1 Pro. Tim yang menghasilkan di atas 20 juta token per bulan dengan acuan harga GPT-5.6 Sol memperoleh penghematan nyata dari penggunaan hardware milik sendiri ini.

AMD Radeon Pro GPU

Hitung-hitungan yang Menentukan

Pada volume 20 juta token per bulan, menjalankan workstation tersebut menelan biaya sekitar $6.262 per tahun untuk listrik dan hardware yang diamortisasi, berbanding sekitar $18.000 per tahun untuk biaya Sol yang setara. Selisih $11.738 per tahun itulah bukti sebenarnya di balik klaim bahwa pemakaian bulanan yang berat membuat perangkat AMD ini layak dipertimbangkan.

Jika sebuah perusahaan justru mengandalkan GPT-5.6 Luna yang dihargai hanya $1,20 per juta token, hitungannya berbalik sepenuhnya ke arah sebaliknya. Workstation tersebut kemudian membutuhkan 94,3 jam pemakaian mingguan hanya untuk menyamai total biaya langganan cloud yang jauh lebih murah itu. Karena satu minggu hanya berisi 168 jam, mencapai titik impas tersebut tetap sulit dicapai tanpa pemakaian yang nyaris konstan dan tersaturasi.

Listrik sendiri menjadi faktor minor sepanjang pengujian, karena kedua kartu secara bersamaan hanya menarik daya antara 310 dan 510 watt di bawah beban berkelanjutan. Sebagai perbandingan, tren komputasi AI di tingkat infrastruktur juga bergerak ke arah efisiensi daya dan memori, seperti terlihat pada perkembangan teknologi yang terus mendorong batas kemampuan perangkat keras saat ini.

Tim kecil yang hanya memproduksi lima juta token per bulan, dengan acuan harga Gemini 3.1 Pro, akan menghabiskan $6.262 per tahun untuk menggantikan biaya cloud yang hanya $720, sebuah kerugian yang jelas. Perbandingan itu menunjukkan hardware baru masuk akal secara finansial setelah pemakaian naik cukup tinggi untuk menutup selisih biaya tahunan yang besar.

Jalur Masuk Lewat Satu Kartu

Satu kartu R9700 menangani model AI berparameter delapan miliar secara mandiri, memproses 34,5 token per detik tanpa bantuan kartu kedua. Menjalankan hanya satu kartu juga menurunkan titik impas efektif lebih jauh, karena satu kartu menarik daya yang jauh lebih kecil pada beban setara. Kartu tunggal tersebut menarik daya antara 221 dan 283 watt tergantung jumlah pengguna simultan, jauh di bawah 310 hingga 510 watt yang ditarik kedua kartu secara bersamaan.

Model yang lebih kecil karena itu menawarkan jalur kedua menuju ekonomi yang positif, memungkinkan beban kerja yang lebih ringan membenarkan pembelian satu kartu seharga $1.880 jauh sebelum sebuah tim bisa membenarkan upgrade dua kartu senilai $3.760. Pendekatan bertahap semacam ini sejalan dengan pola adopsi teknologi lain yang juga mengutamakan kesiapan infrastruktur, seperti yang terlihat pada langkah pamer model baterai solid-state dari industri otomotif.

Harga saja tetap tidak menyelesaikan persoalan, karena model yang dijalankan secara lokal ini secara terukur masih tertinggal dari sistem cloud teratas pada benchmark penalaran kompleks. Pada satu indeks kecerdasan independen, model AMD berparameter 27 miliar mencetak 37 poin berbanding Gemini 3.1 Pro milik Google yang mencetak 46 poin. Karena itu, tim yang mengejar jumlah token yang lebih murah bisa jadi menukar kualitas penalaran yang nyata, bukan sekadar biaya langganan cloud.

Perbandingan ini juga memperlihatkan bahwa keputusan membeli atau menyewa tidak bisa dilepaskan dari profil pemakaian. Sebuah tim dengan alur kerja yang padat dan berulang punya alasan kuat untuk memiliki hardware sendiri, sementara tim dengan kebutuhan sporadis masih lebih rasional bertahan di langganan cloud. Yang jelas, angka titik impas 3,5 jam per minggu menunjukkan bahwa untuk sebagian pengguna berat, kepemilikan perangkat bukan lagi sekadar wacana.

Pengujian ini juga menegaskan bahwa Multi-Token Prediction berperan besar dalam mengubah hitungan biaya, karena teknik tersebut hampir menggandakan throughput tanpa mengorbankan kualitas keluaran. Efeknya langsung terasa pada waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas, yang turun signifikan dibandingkan konfigurasi tanpa teknik tersebut.

Bagi tim yang tengah menimbang antara memperbesar kapasitas cloud atau membangun workstation sendiri, data ini memberi kerangka hitung yang jelas: mulai dari volume token bulanan, harga model acuan, lalu bandingkan dengan biaya listrik dan amortisasi hardware. Keputusan akhirnya tetap bergantung pada seberapa besar toleransi terhadap penurunan kualitas penalaran pada model lokal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.