Telset.id – IKEA baru saja meluncurkan driver nirkabel terbaru untuk lampu LED terintegrasinya. Driver bernama Dubbelkisel ini menghubungkan lampu ke hub Bilresa dan mendukung protokol Matter, sehingga pengguna bisa mengintegrasikannya ke dalam pengaturan smart home yang lebih luas.
Kabar baik bagi pemilik lampu terintegrasi IKEA di kabinet atau lemari pakaian. Perusahaan asal Swedia itu kini menawarkan driver baru yang memungkinkan kontrol lampu secara nirkabel dengan kompatibilitas Matter. Driver baru ini merupakan penerus dari driver Trådfri yang sebelumnya memungkinkan pengguna mengontrol lampu terintegrasi melalui remote kecil menggunakan protokol Zigbee.
Berbeda dengan pendahulunya, Dubbelkisel tidak terhubung langsung ke remote. Driver ini justru terhubung ke hub Dirigera milik IKEA. Dengan begitu, pengguna dapat mengoperasikan lampu kabinet menggunakan sakelar pintar IKEA mana pun, atau bahkan perangkat non-IKEA sebagai bagian dari pengaturan Matter yang lebih luas.

Sebagaimana dilaporkan Notebookcheck, kabar mengenai Dubbelkisel sempat bocor lebih awal tahun ini ketika driver tersebut muncul dalam database perangkat Thread. Namun, ini adalah pertama kalinya driver tersebut terlihat dijual di pasaran.
Pengalaman Pengguna dan Keunggulan Trådfri
Beberapa pengguna di Reddit berhasil mendapatkan perangkat ini lebih awal dan melaporkan bahwa kinerjanya secara umum baik, meskipun Trådfri lama memiliki sejumlah keunggulan. “Sejauh ini tidak ada masalah,” tulis salah satu pengguna di r/tradfri. “Perangkat ini dipasangkan melalui gateway, jadi ada jeda yang terasa saat menyalakan lampu. Catu daya Trådfri sebelumnya terhubung langsung ke remote dan bekerja seketika. Saya juga lebih menyukai remote Trådfri kecil yang lama dibandingkan model Bilresa saat ini.”
Driver baru ini saat ini tersedia di sejumlah negara Eropa dan diperkirakan akan diluncurkan lebih luas dalam beberapa pekan mendatang. Harganya dipatok €18, atau sekitar Rp 300 ribuan.
Baca Juga:
Peluncuran Dubbelkisel menegaskan komitmen IKEA dalam memperluas ekosistem smart home-nya. Sebelumnya, IKEA juga telah merilis berbagai perangkat dengan dukungan Matter, termasuk termostat radiator pintar Liljebagge yang lebih terjangkau. Langkah ini sejalan dengan strategi IKEA untuk memperkuat posisinya di pasar perangkat rumah pintar yang semakin kompetitif.
Dengan dukungan Matter, pengguna Dubbelkisel tidak lagi terbatas pada ekosistem IKEA. Mereka dapat mengontrol lampu kabinet melalui asisten virtual seperti Google Assistant, Amazon Alexa, atau Apple HomeKit, selama perangkat tersebut kompatibel dengan protokol Matter.
Bagi pengguna yang sudah memiliki lampu terintegrasi IKEA di rumah, Dubbelkisel menawarkan peningkatan signifikan dalam hal fleksibilitas kontrol. Tidak perlu lagi bergantung pada remote khusus yang hanya bisa digunakan untuk satu perangkat. Semua sakelar pintar IKEA dapat digunakan untuk mengoperasikan lampu kabinet, memberikan pengalaman yang lebih terpadu.
Meskipun demikian, calon pembeli perlu mempertimbangkan beberapa catatan dari pengguna awal. Jeda respons yang muncul karena koneksi melalui gateway mungkin menjadi pertimbangan bagi mereka yang menginginkan respons instan. Namun, bagi sebagian besar pengguna, jeda singkat ini mungkin tidak terlalu mengganggu dibandingkan manfaat integrasi yang lebih luas.
Ketersediaan Dubbelkisel saat ini masih terbatas di Eropa. IKEA belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran di pasar lain, termasuk Indonesia. Namun, berdasarkan pola peluncuran produk IKEA sebelumnya, kemungkinan besar driver ini akan tersedia secara global dalam beberapa bulan mendatang.
Bagi pengguna yang ingin memperbarui sistem pencahayaan kabinet mereka, Dubbelkisel menjadi pilihan menarik. Dengan harga €18, driver ini relatif terjangkau dibandingkan manfaat yang ditawarkan. Pengguna juga dapat mengintegrasikannya dengan perangkat Matter lain di rumah, menciptakan ekosistem smart home yang lebih kohesif.
IKEA sendiri terus mengembangkan lini produk smart home-nya. Selain Dubbelkisel dan Liljebagge, perusahaan juga telah merilis berbagai perangkat lain yang mendukung Matter. Langkah ini menunjukkan keseriusan IKEA dalam membangun ekosistem smart home yang terbuka dan interoperabel.
Kehadiran Dubbelkisel juga menjadi kabar baik bagi pengguna yang selama ini merasa terkekang oleh ekosistem tertutup. Dengan protokol Matter yang didukung, pengguna memiliki kebebasan lebih besar dalam memilih perangkat pendukung dari berbagai merek.
Perlu dicatat bahwa Dubbelkisel dirancang khusus untuk lampu terintegrasi IKEA, seperti yang dipasang di kabinet dapur atau lemari pakaian. Driver ini tidak ditujukan untuk lampu meja atau lampu gantung biasa yang menggunakan bohlam standar.
Bagi mereka yang baru memulai membangun smart home, kombinasi Dubbelkisel dengan hub Dirigera bisa menjadi fondasi yang solid. Hub Dirigera sendiri mendukung berbagai perangkat IKEA dan kini juga kompatibel dengan Matter, membuka jalan untuk integrasi lintas merek yang lebih luas.
Dengan harga yang kompetitif dan dukungan protokol modern, Dubbelkisel tampaknya akan menjadi pilihan utama bagi pengguna IKEA yang ingin meningkatkan sistem pencahayaan kabinet mereka. Namun, mereka yang sangat mengutamakan respons instan mungkin masih lebih memilih Trådfri lama yang terhubung langsung ke remote.
IKEA diperkirakan akan segera mengumumkan ketersediaan Dubbelkisel di pasar yang lebih luas. Sementara itu, konsumen di Eropa sudah dapat membelinya dan merasakan langsung peningkatan yang ditawarkan driver baru ini.
Dengan semakin banyaknya perangkat Matter yang tersedia di pasaran, ekosistem smart home menjadi semakin matang. Dubbelkisel adalah salah satu contoh bagaimana produsen tradisional seperti IKEA beradaptasi dengan tren industri menuju interoperabilitas yang lebih besar.
Bagi industri smart home secara keseluruhan, peluncuran Dubbelkisel menandai langkah penting dalam adopsi protokol Matter oleh produsen furnitur dan peralatan rumah tangga. Ini bisa menjadi preseden bagi produsen lain untuk mengikuti jejak serupa.
Sementara itu, pengguna di Indonesia yang tertarik dengan Dubbelkisel perlu bersabar menunggu ketersediaan resmi di pasar lokal. Sambil menunggu, mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang ekosistem smart home IKEA dan merencanakan integrasi yang akan dilakukan setelah produk tersedia.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Dubbelkisel tetap menjadi produk yang layak dipertimbangkan bagi pengguna lampu terintegrasi IKEA. Dukungan Matter yang dimilikinya memastikan produk ini tetap relevan seiring berkembangnya standar smart home di masa depan.
IKEA juga terus berinovasi di lini produk lain, termasuk perangkat Matter terbaru yang memperkuat ekosistem smart home mereka. Komitmen terhadap standar terbuka ini patut diapresiasi dan menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas dalam membangun rumah pintar mereka.
Dengan berbagai pilihan perangkat yang semakin lengkap, IKEA menunjukkan bahwa mereka serius dalam persaingan pasar smart home. Dubbelkisel hanyalah salah satu dari sekian banyak produk yang akan hadir dalam beberapa waktu ke depan.





Komentar
Belum ada komentar.