📑 Daftar Isi

Ilustrasi AI Receptionist dari BT Business untuk usaha kecil dan menengah di Inggris

BT Business Luncurkan AI Receptionist untuk UKM, Cegah Panggilan Hilang

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • BT Business meluncurkan portofolio "AI from BT" untuk UKM di Inggris
  • AI Receptionist beroperasi 24/7, jadwalkan janji temu, integrasi Outlook & Google Calendar
  • Riset BT: 67% UKM melewatkan panggilan berpotensi bisnis setiap hari
  • Panggilan tak terjawab berpotensi merugikan UKM hingga £3,7 miliar per tahun
  • Tersedia via kontrak fleksibel, portal self-service, data pelanggan tetap privat
  • Disertai AI Adoption Hub berisi panduan dan contoh penggunaan AI

Telset.id – BT Business resmi meluncurkan portofolio baru bertajuk “AI from BT” yang menyasar pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Inggris. Langkah ini diambil setelah riset perusahaan mengungkap bahwa panggilan telepon yang tidak terjawab berpotensi membuat UKM kehilangan pendapatan hingga £3,7 miliar setiap tahunnya. Salah satu produk utamanya, AI Receptionist, dirancang untuk memastikan bisnis tidak kehilangan pelanggan hanya karena gagal mengangkat telepon.

Peluncuran ini menjadi jawaban atas masalah klasik yang dihadapi UKM: kesulitan mengimbangi volume pertanyaan pelanggan yang terus masuk. BT Business menyebut bahwa lebih dari dua pertiga (67%) UKM di Inggris setidaknya melewatkan satu panggilan yang berpotensi mendatangkan bisnis setiap hari. Padahal, panggilan telepon masih menjadi cara utama pelanggan menghubungi sebuah bisnis.

AI Receptionist beroperasi 24/7 dan mampu menjadwalkan janji temu serta mengirimkan konfirmasi. Fitur ini terintegrasi dengan Outlook dan Google Calendar, sekaligus menangkap serta merekam percakapan untuk menghasilkan insight dari interaksi pelanggan. Dengan begitu, UKM bisa menangkap setiap peluang tanpa harus menambah tenaga administratif.

Dampak Panggilan Tak Terjawab bagi UKM

Riset BT Business mengungkap sejumlah temuan yang menyoroti betapa mahalnya panggilan yang gagal dijawab. Sebanyak 75% calon pelanggan akan memberikan tiga kali percobaan telepon sebelum menyerah. Lebih dari separuh (58%) bahkan akan menyarankan teman dan keluarga untuk menghindari bisnis yang tidak mengangkat telepon mereka.

Angka-angka ini menjelaskan mengapa BT Business memandang AI Receptionist sebagai langkah strategis, bukan sekadar fitur tambahan. Kegagalan menjawab telepon berdampak langsung pada keputusan pembelian pelanggan, sehingga setiap panggilan yang terlewat berpotensi menjadi kerugian nyata.

man using voip headset talking to customer

Jon James, CEO BT Business, menyatakan bahwa AI berpotensi menjadi pendorong besar bagi usaha kecil dan pertumbuhan Inggris. Namun, ia mengakui banyak bisnis masih bingung bagaimana memulai dan mengadopsi teknologi ini secara sederhana dan aman. Menurutnya, AI Receptionist adalah langkah pertama dalam perjalanan tersebut, membantu bisnis menangkap setiap peluang, mengurangi beban administrasi, dan memberikan layanan responsif serta personal sepanjang waktu, sembari menjaga perlindungan data pelanggan.

Kemudahan Adopsi dan Jaminan Privasi Data

AI Receptionist tersedia melalui kontrak fleksibel BT Business dan dapat disiapkan dengan cepat lewat portal self-service. Pendekatan ini memungkinkan UKM mengadopsi AI dengan keahlian teknis minimal. Alat ini juga berfungsi di jaringan tetap maupun seluler mana pun di Inggris, sehingga pelanggan dapat mempertahankan nomor yang ada tanpa harus mengganti atau mengganti sistem telepon mereka.

Soal privasi, BT Business menegaskan bahwa data pelanggan tetap bersifat privat dan tidak digunakan untuk melatih model AI. Jaminan ini penting mengingat kekhawatiran pelaku usaha terhadap keamanan data semakin meningkat seiring adopsi AI yang meluas di kalangan bisnis.

Selain AI Receptionist, BT Business turut memperkenalkan AI Adoption Hub. Hub ini menyediakan beragam saran, panduan, dan contoh nyata penggunaan teknologi AI untuk membantu usaha kecil berkembang. Kehadiran hub tersebut melengkapi upaya BT mendorong adopsi AI yang lebih terarah di segmen UKM.

Langkah BT Business ini sejalan dengan tren yang lebih luas di mana penyedia layanan mulai menghadirkan solusi AI yang disesuaikan untuk bisnis kecil. Sebelumnya, AI Agent juga diperkenalkan untuk membantu penyiapan WhatsApp Business, menandakan bahwa otomatisasi berbasis AI kian menjadi kebutuhan operasional bagi pelaku usaha.

smb

Bagi UKM yang selama ini mengandalkan telepon sebagai kanal utama, kehadiran AI Receptionist menawarkan cara untuk tetap responsif tanpa menambah beban staf. Dengan kemampuan menjadwalkan, mengonfirmasi, dan merekam percakapan, alat ini memposisikan diri sebagai perpanjangan tangan layanan pelanggan yang bekerja tanpa henti.

Adopsi AI di kalangan usaha kecil memang masih menghadapi tantangan, terutama soal pemahaman dan keamanan. Namun, dengan pendekatan self-service dan jaminan privasi data, BT Business berupaya menurunkan hambatan tersebut. Peluncuran ini menegaskan bahwa AI tidak lagi eksklusif untuk perusahaan besar, melainkan mulai menyentuh segmen usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.