📑 Daftar Isi

Tampilan Apple Maps di iPhone dengan hasil pencarian lokasi

Apple Maps Kini Tampilkan Iklan, Pengguna Kecewa Berat

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple Maps resmi menampilkan iklan di hasil pencarian untuk pengguna di AS dan Kanada
  • Iklan muncul di Suggested Places dan hasil pencarian, maksimal satu iklan per pencarian
  • Iklan ditandai label biru 'ad' di bagian atas, namun tidak bisa dinonaktifkan
  • Pengguna tetap menerima iklan meski berlangganan iCloud+ atau Apple One
  • Banyak pengguna Reddit menyatakan akan beralih ke Google Maps
  • Google Maps dinilai lebih akurat dan fungsional, Apple Maps hanya unggul karena bebas iklan
  • Beberapa pengguna masih mempertimbangkan privasi dan efisiensi baterai Apple Maps
  • Perubahan ini dipicu strategi monetisasi Apple untuk meningkatkan pendapatan layanan
  • Belum ada kepastian apakah iklan akan diperluas ke negara lain

Telset.id – Apple Maps kini mulai menampilkan iklan di hasil pencarian untuk pengguna di Amerika Serikat dan Kanada. Perubahan ini memicu kekecewaan luas dari pengguna setia layanan navigasi milik Apple tersebut, yang sebelumnya dikenal bebas dari iklan.

Dikonfirmasi oleh Apple kepada 9to5Mac, iklan mulai muncul di bagian “Suggested Places” pada layar pencarian sebelum pengguna memasukkan kata kunci, serta di dalam hasil pencarian. Dalam kedua kasus tersebut, pengguna akan melihat maksimal satu iklan di bagian atas dengan label biru bertuliskan “ad” untuk menandainya sebagai konten berbayar.

Meskipun label tersebut memudahkan pengguna untuk mengabaikan iklan, kehadirannya tetap menjadi penurunan kualitas pengalaman bagi pengguna Apple Maps. Yang lebih penting, tidak ada cara untuk menonaktifkan fitur iklan ini, bahkan bagi pengguna yang membayar layanan Apple seperti iCloud+ atau Apple One.

Apple Maps on an iPhone

Reaksi negatif pun langsung membanjiri media sosial, terutama di Reddit. Berbagai komentar pengguna menunjukkan kekecewaan mendalam, seperti “sekarang dengan iklan, sama sekali tidak ada alasan untuk menggunakan Apple Maps,” “saya akan pakai Google Maps saja,” “ini langkah yang buruk,” dan “alasan utama saya memakai Apple Maps adalah karena tidak ada iklan.”

Perbandingan dengan Google Maps

Konsensus awal dari reaksi online menunjukkan bahwa Google Maps dianggap lebih unggul dalam banyak aspek. Apple Maps sebelumnya hanya lebih disukai karena bebas dari iklan. Dengan hilangnya pembeda tersebut, banyak pengguna berpotensi beralih ke layanan Google.

Salah satu pengguna Reddit merangkum sentimen tersebut dengan pernyataan: “Google Maps 100% lebih akurat dan fungsional dibandingkan Apple Maps. Satu-satunya keuntungan Apple Maps adalah tidak punya iklan, jadi sekarang mereka menghilangkan itu, secara harfiah tidak ada alasan untuk memiliki ikon ini di layar utama saya lagi.”

Adverts in Apple Maps

Meski demikian, sejumlah balasan menunjukkan keunggulan yang mungkin masih dimiliki Apple Maps, seperti persepsi privasi yang lebih baik dan konsumsi baterai yang lebih hemat. Hal ini bisa menjadi alasan bagi sebagian pengguna untuk tetap bertahan dengan layanan Apple.

Keluhan online belum tentu berarti Apple Maps akan kehilangan banyak pengguna. Sebagian besar orang cenderung tetap menggunakan layanan yang sudah mereka kenal. Namun, perubahan ini jelas merupakan langkah buruk yang dikhawatirkan akan menjadi awal dari semakin banyaknya iklan intrusif di masa mendatang.

Keputusan Apple untuk menghadirkan iklan di Apple Maps menunjukkan perubahan strategi monetisasi perusahaan. Sebelumnya, Apple dikenal dengan pendekatan yang lebih mengutamakan privasi dan pengalaman pengguna dibandingkan pendapatan iklan. Langkah ini juga sejalan dengan tren industri di mana berbagai platform mulai mencari sumber pendapatan tambahan melalui iklan.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan ini belum berdampak langsung karena peluncuran iklan baru sebatas di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, bukan tidak mungkin kebijakan serupa akan diperluas ke wilayah lain di masa depan jika dinilai berhasil.

Perlu dicatat bahwa Apple belum mengumumkan apakah iklan di Apple Maps akan diperluas ke negara lain. Keputusan ini kemungkinan besar akan bergantung pada respons pasar dan efektivitas iklan sebagai sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Sementara itu, pengguna yang keberatan dengan iklan di Apple Maps masih memiliki alternatif seperti Google Maps yang selama ini dikenal lebih lengkap fiturnya. Pilihan lain termasuk aplikasi navigasi pihak ketiga seperti Waze yang juga menawarkan fitur pelaporan lalu lintas secara real-time.

Kehadiran iklan di Apple Maps menjadi pengingat bahwa tidak ada layanan digital yang benar-benar gratis tanpa kompromi. Meskipun Apple Maps tidak dipungut biaya langsung, pengguna kini harus menerima iklan sebagai bagian dari pengalaman menggunakan layanan tersebut.

Dari sisi bisnis, langkah ini masuk akal bagi Apple untuk meningkatkan pendapatan dari layanan. Perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut terus berupaya mengembangkan segmen layanan sebagai sumber pendapatan utama di tengah melambatnya penjualan perangkat keras.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah Apple akan membatasi iklan hanya pada satu slot per pencarian atau akan menambah jumlahnya seiring waktu. Pengguna yang khawatir dengan kemungkinan tersebut tentu berharap Apple tetap mempertahankan batasan yang ada saat ini.

Terlepas dari pro dan kontra, perubahan ini telah terjadi dan pengguna Apple Maps di Amerika Utara harus beradaptasi dengan realitas baru. Bagi mereka yang sangat terganggu dengan iklan, beralih ke layanan alternatif menjadi pilihan paling rasional.

Keputusan Apple untuk menampilkan iklan di Apple Maps juga memunculkan pertanyaan tentang masa depan layanan lain milik perusahaan. Apakah aplikasi seperti Apple Music atau Apple TV+ akan mengikuti pola serupa dengan menghadirkan tier gratis berbasis iklan? Belum ada konfirmasi resmi dari Apple mengenai hal ini.

Yang jelas, era Apple Maps tanpa iklan telah berakhir untuk pengguna di Amerika Serikat dan Kanada. Seberapa besar dampak perubahan ini terhadap loyalitas pengguna hanya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.