Cerebras CS-3 AI Chip sebagai featured image artikel

AMD dan Cerebras Rambah Pasar AI Inference Terbaru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • AMD dan Cerebras mengumumkan kemitraan inference terdisagregasi
  • Menggabungkan AMD Helios rackscale dengan Cerebras Wafer-Scale Engine
  • Klaim 5x lebih tinggi tokens per second per watt dalam pengujian internal
  • Solusi tersedia melalui Cerebras Cloud pada H2 2026
  • Nvidia juga melakukan hal serupa dengan lisensi teknologi SRAM Groq
  • Cerebras baru melantai di Nasdaq, sementara saham AMD naik 121% YTD

Telset.id – AMD dan Cerebras Systems mengumumkan kemitraan teknis yang menggabungkan sistem rackscale Helios milik AMD dengan Wafer-Scale Engine (WSE) milik Cerebras. Kolaborasi ini menghasilkan solusi inference terdisagregasi yang diklaim mampu memberikan peningkatan hingga lima kali lipat dalam tokens per second per watt (TPS/W) dalam pengujian internal kedua perusahaan.

Kemitraan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan efisiensi pada WSE Cerebras dengan cara mengalihkan pemrosesan prompt ke sistem rackscale AMD. Dengan pendekatan ini, AMD dan Cerebras berupaya menawarkan alternatif yang lebih efisien di tengah persaingan ketat pasar chip AI yang saat ini didominasi oleh Nvidia.

Dalam pengujian internal yang dilakukan, klaim efisiensi sebesar 5 tokens per second per watt didasarkan pada perbandingan dengan WSE Cerebras yang sudah ada sebagai baseline, saat menjalankan model open-source Kimi 2.6 1T. Meskipun angka ini impresif, perlu dicatat bahwa belum ada perbandingan langsung dengan sistem rackscale Nvidia, sehingga konteks efisiensi ini masih perlu diuji lebih lanjut.

A render of the AMD Helios server rack from 2025

Konsep disagregasi inference ini sebenarnya sudah mapan di industri. WSE Cerebras dikenal unggul dalam menangani segmen ‘decode’ tetapi kesulitan pada bagian ‘prefill’ atau pemrosesan prompt. Dengan menggantikan hardware Cerebras dengan milik AMD pada bagian yang menjadi kelemahan tersebut, kemitraan ini menawarkan solusi yang lebih seimbang.

Pemilihan model Kimi 2.6 dari Moonshot AI patut dicermati. Model yang dirilis pada 20 April 2026 ini menggunakan arsitektur mixture-of-experts dengan total satu triliun parameter namun hanya 32 miliar aktif per token, dan hadir secara native dalam format INT4. Pada INT4, total bobot model mencapai sekitar 500 GB. Satu wafer Cerebras hanya mampu menampung 44 GB, sehingga sebelum mempertimbangkan KV cache, deployment Cerebras saja membutuhkan lebih dari selusin wafer hanya untuk menyimpan model tersebut. Sementara itu, satu rack Helios mampu menampung model yang sama sekitar enam puluh kali lipat.

Ketimpangan ini berarti angka lima kali lipat yang diklaim diukur pada model yang hampir menjadi yang paling tidak menguntungkan bagi konfigurasi WSE saja. Model dense yang cukup kecil untuk berada di beberapa wafer bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik bagi Cerebras. Hal ini tentu tidak membuat angka tersebut salah, namun menunjukkan perlunya pengujian tambahan untuk menunjukkan kekuatan dan kelemahan dari berbagai model.

Yang lebih menarik, absennya informasi finansial dalam pengumuman ini bisa menjadi cerita tersendiri. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang ‘circular financing’ di industri, di mana langkah Nvidia baru-baru ini untuk mendukung pembelian pusat data OpenAI dipandang negatif oleh Wall Street yang sudah khawatir dengan belanja AI dan keberlanjutan transaksi semacam itu. AMD sendiri sebelumnya juga pernah mengaitkan pembelian hardware dengan investasi atau saham di perusahaan AI, seperti yang terjadi dengan Anthropic.

Pengumuman ini datang di saat yang mungkin lebih dibutuhkan oleh Cerebras dibandingkan AMD. Cerebras baru saja melantai di Nasdaq pada Mei 2026 dengan harga $185, dibuka di $350, dan ditutup di $311.07 pada hari pertama, sebelum turun ke sekitar $227 pada akhir Juni 2026. Sementara itu, saham AMD naik 121.48% year-to-date (YTD) karena investor terus bertaruh pada prosesor AI Instinct yang baru. Kemitraan dengan Cerebras memungkinkan AMD untuk mengkonsolidasikan keuntungannya, karena ini bisa dilihat sebagai suara kepercayaan lain terhadap arah perusahaan saat ini.

Langkah AMD dan Cerebras ini juga menarik jika dibandingkan dengan strategi Nvidia. Nvidia diketahui melakukan hal serupa dengan melisensikan teknologi decode SRAM dari startup chip AI Groq sebesar $20 miliar. Ini menunjukkan bahwa pendekatan disagregasi inference mulai menjadi tren di industri, di mana perusahaan mencari cara untuk mengoptimalkan efisiensi dengan menggabungkan kekuatan dari berbagai arsitektur chip.

Dari sisi teknis, klaim 5x tokens per watt yang dicapai oleh kombinasi AMD Helios dan Cerebras WSE menunjukkan potensi besar dalam efisiensi energi. Di era di mana konsumsi daya pusat data menjadi perhatian utama, kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak token dengan watt yang lebih sedikit bisa menjadi faktor penentu dalam adopsi teknologi ini.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa pengujian dilakukan secara internal oleh kedua perusahaan. Data kinerja independen dari pihak ketiga masih diperlukan untuk memvalidasi klaim tersebut. Selain itu, hasil yang bervariasi tergantung pada model AI yang digunakan menunjukkan bahwa solusi ini mungkin tidak optimal untuk semua jenis beban kerja.

Kemitraan ini juga membuka peluang bagi pengguna Cerebras Cloud yang akan mendapatkan akses ke solusi inference terdisagregasi ini pada paruh kedua tahun 2026. Ini menjadi langkah strategis bagi Cerebras untuk meningkatkan daya saingnya di pasar cloud AI yang semakin kompetitif.

Dengan latar belakang pasar saham yang berbeda antara AMD dan Cerebras, kemitraan ini bisa menjadi momentum penting bagi kedua perusahaan. Bagi AMD, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa teknologi Helios mereka mampu bersaing di level tertinggi. Bagi Cerebras, ini adalah peluang untuk membuktikan bahwa arsitektur WSE mereka tetap relevan dengan pendekatan hybrid yang lebih efisien.

Ke depannya, pasar akan menanti data kinerja yang lebih komprehensif dari kombinasi AMD Helios dan Cerebras WSE. Pengujian dengan berbagai model AI, termasuk model dense dan sparse, akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keunggulan dan keterbatasan solusi ini. Yang jelas, persaingan di pasar chip AI semakin menarik dengan hadirnya inovasi-inovasi seperti ini.

Bagi para pelaku industri dan pengamat teknologi, kemitraan ini menegaskan bahwa era di mana satu arsitektur chip mendominasi semua beban kerja AI mungkin akan segera berakhir. Pendekatan disagregasi yang menggabungkan kekuatan dari berbagai jenis chip menawarkan jalan menuju efisiensi yang lebih tinggi dan biaya yang lebih optimal.

Dengan jadwal ketersediaan di paruh kedua 2026, para pelanggan potensial masih memiliki waktu untuk mengevaluasi apakah solusi ini sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, AMD dan Cerebras pasti akan terus mengembangkan dan menyempurnakan teknologi mereka untuk mempertahankan daya saing di pasar yang bergerak sangat cepat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.