Ilustrasi roadmap CPU AMD yang mencakup arsitektur Zen 6, Zen 7, dan Zen 8 hingga tahun 2030

AMD Bocorkan Roadmap CPU Zen 7 dan Zen 8 Hingga 2030

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AMD mengumumkan roadmap CPU jangka panjang mencakup arsitektur Zen 6, Zen 7, dan Zen 8
  • Zen 7 dengan codename Florence akan hadir pada tahun 2028, membawa core generasi baru dan ekstensi AI
  • Zen 8 dengan codename Ravenna untuk EPYC generasi ke-8 sudah dalam pengembangan dan ditargetkan rilis tahun 2030
  • Florence akan didampingi Ferrara AI host node dan Faenza Agentic Sandbox untuk beban kerja AI spesifik
  • Di sisi akselerator, AMD mengembangkan MI500-series dengan HBM generasi baru dan interkoneksi canggih
  • MI600 family berbasis CDNA Next juga dalam pengembangan untuk tahun 2028
  • Lisa Su mengklaim MI500 akan memberikan lompatan generasi terbesar dalam sejarah Instinct

Telset.id – AMD telah mengumumkan peta jalan (roadmap) CPU jangka panjangnya, mencakup beberapa generasi mikroarsitektur Zen dalam acara Advancing AI. Acara tersebut banyak berfokus pada EPYC 9996 bertenaga 256-core dengan arsitektur Zen 6, serta Venice-X yang dijadwalkan hadir tahun depan. Namun, AMD juga memberikan bocoran roadmap CPU Zen hingga generasi Zen 8.

“In 2028, we are going to introduce Florence,” ujar Lisa Su, Chief Executive AMD. “Florence brings the next-gen Zen 7 cores and its leading-edge process technology. It’s a new set of AI compute extensions to really ensure that we have all of the AI capability, and it supports the latest memory technologies.”

Lisa Su tidak mengungkapkan detail spesifik tentang teknologi proses, jumlah core, subsistem memori, atau ekstensi AI yang direncanakan untuk Florence (Zen 7). Namun, dia mengindikasikan bahwa Florence tidak akan menjadi keluarga prosesor yang berdiri sendiri. Prosesor ini akan bergabung dengan Ferrara AI host node dan Faenza Agentic Sandbox untuk beban kerja AI yang berbeda.

Pendekatan ini, menurut AMD, akan memungkinkan mereka menawarkan CPU yang dibuat khusus (purpose-built) untuk berbagai aplikasi yang lebih luas, alih-alih mengandalkan satu konfigurasi arsitektur tunggal di seluruh pasar server.

“And we are not stopping there,” kata Su. “We are already deep in development of Ravenna, our 8th Generation EPYC family built on Zen 8, and that family is already well under development for 2030.”

Roadmap CPU ini merupakan bagian dari strategi umum AMD untuk menawarkan ritme yang dapat diprediksi (predictable cadence) bagi platform pusat data mereka. Dengan pengumuman ini, AMD menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan menghadirkan peningkatan performa secara konsisten setiap tahunnya.

Di sisi akselerator, perusahaan mengembangkan produk Instinct seri MI500 dengan HBM generasi berikutnya, domain skala-up yang lebih besar, serta teknologi interkoneksi tembaga dan optik baru. Hal ini serupa dengan pandangan Nvidia terhadap Rubin Ultra dan Feynman.

“MI500 will deliver the largest generational leap in the history of Instinct, putting us on track to deliver more than 2,000 times higher inference throughput in just four years,” ujar Su.

AMD juga mengonfirmasi bahwa keluarga Instinct MI600 berbasis CDNA Next sudah dalam pengembangan mendalam untuk tahun 2028. Dalam acara tersebut, AMD meluncurkan GPU MI455X serta memberikan bocoran lebih banyak mengenai jajaran MI500X yang diperkirakan akan diluncurkan tahun depan.

Roadmap ambisius ini menegaskan bahwa AMD tidak hanya fokus pada persaingan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk dominasi jangka panjang di pasar prosesor server dan pusat data. Bagi para pelaku industri, pengumuman ini memberikan gambaran jelas tentang arah pengembangan teknologi AMD dalam dekade ini.

Dengan arsitektur baru yang menekankan pada ekstensi AI dan memori terkini, AMD bersiap untuk memenuhi tuntutan komputasi modern yang semakin kompleks. Penggunaan node AI khusus seperti Ferrara dan Faenza juga menunjukkan pergeseran strategi menuju solusi yang lebih terspesialisasi dan efisien.

AMD

Roadmap ini menjadi kabar baik bagi perusahaan teknologi dan penyedia layanan cloud yang membutuhkan perencanaan infrastruktur jangka panjang. Dengan jadwal rilis yang jelas hingga 2030, mereka dapat merencanakan upgrade dan migrasi sistem dengan lebih percaya diri.

Ke depannya, persaingan di pasar prosesor server diprediksi akan semakin ketat. AMD dan Nvidia sama-sama mengembangkan teknologi interkoneksi canggih dan arsitektur AI yang lebih kuat. Inovasi-inovasi ini akan mendorong batas kemampuan komputasi modern.

Bagi konsumen, roadmap ini mungkin tidak berdampak langsung dalam waktu dekat. Namun, persaingan yang sehat antara produsen chip biasanya menghasilkan produk yang lebih baik dengan harga yang lebih kompetitif di segmen konsumen dalam jangka panjang.

AMD telah menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi proses terdepan dan arsitektur CPU yang inovatif. Dengan roadmap yang jelas hingga Zen 8 pada tahun 2030, AMD memposisikan diri sebagai pemain kunci di era komputasi berikutnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.