Telset.id β Perusahaan teknologi kesehatan asal Amerika Serikat, Aesto Health, mengonfirmasi telah menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan kebocoran data lebih dari 9,5 juta pasien. Insiden ini tercatat sebagai pelanggaran data kesehatan terbesar kedua tahun ini.
Serangan tersebut terjadi pada pertengahan Desember 2025 lalu. Namun, perusahaan baru melaporkan insiden ini ke Office for Civil Rights di bawah naungan HHS (Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS) lebih dari enam bulan kemudian, dengan merinci data apa saja yang hilang dan siapa saja yang terdampak.
Aesto Health merupakan perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis di Alabama. Layanan inti perusahaan ini adalah membantu firma kesehatan lain dalam mengelola data medis, mengganti sistem catatan kesehatan elektronik, serta layanan serupa lainnya.
Berdasarkan pengumuman resmi, serangan ini menargetkan sebagian infrastruktur Amazon Web Services (AWS) milik perusahaan. Aktor ancaman yang tidak teridentifikasi berhasil mengakses sistem tersebut antara 2 Desember hingga 18 Desember.

Data Pribadi dan Medis yang Hilang
Menurut laporan HIPAA Journal, serangan ini memengaruhi lebih dari dua lusin klien Aesto Health. Beberapa klien yang terdampak antara lain Village Practice Management, Everside Health, Together Womenβs Health Medical Group, dan banyak lainnya.
Dalam serangan ini, perusahaan kehilangan informasi identitas pribadi (PII) pasien dari klien-kliennya. Data yang bocor mencakup nama lengkap, nomor Jaminan Sosial (SSN), sebagian tanggal lahir, nomor SIM, nomor identifikasi negara bagian, nomor rekening keuangan, nomor identifikasi wajib pajak, catatan kesehatan, riwayat medis, informasi klaim atau tagihan, serta informasi asuransi kesehatan.

Informasi sebanyak ini sudah lebih dari cukup bagi pelaku kejahatan siber untuk meluncurkan serangan phishing dan vishing yang sangat canggih. Serangan semacam ini dapat berujung pada ransomware yang mengganggu operasional serta kerugian finansial hingga jutaan dolar.
Belum Ada Bukti Kebocoran di Dark Web
Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada bukti bahwa data tersebut telah bocor di dark web atau sudah digunakan oleh pelaku kejahatan lain. Aesto Health saat ini menawarkan layanan pemantauan kredit dan perlindungan identitas kepada semua pihak yang terdampak oleh pelanggaran ini.
Insiden ini kini tercatat sebagai pelanggaran data kesehatan terbesar kedua tahun ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh HIPAA Journal. Pelanggaran terbesar masih dipegang oleh serangan terhadap DentaQuest yang mengekspos 15 juta catatan.
Baca Juga:
Risiko Serangan Phishing dan Vishing
Kebocoran data dalam skala besar seperti ini membuka peluang besar bagi pelaku kejahatan siber untuk melakukan berbagai serangan lanjutan. Data pribadi seperti nomor Jaminan Sosial dan informasi keuangan merupakan komoditas berharga di pasar gelap.
Para ahli keamanan siber kerap mengingatkan bahwa kombinasi data pribadi dan medis yang lengkap dapat digunakan untuk serangan yang sangat tertarget. Serangan phishing yang menggunakan informasi pribadi korban cenderung lebih meyakinkan dan sulit dideteksi.

Meskipun belum ada bukti penyalahgunaan data, para korban tetap disarankan untuk waspada terhadap komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan institusi kesehatan atau lembaga keuangan. Perusahaan teknologi kesehatan yang menjadi korban serangan siber juga perlu memperketat protokol keamanan mereka mengingat tren serangan terhadap sektor ini terus meningkat.





Komentar
Belum ada komentar.