Sony Xperia Z5 In-depth Review

Semakin dikenal, semakin hebat prestasi yang pernah diraih, bukan hanya kepercayaan saja yang didapat. Dibalik itu ada beban ekspektasi yang lebih tinggi juga yang diletakkan banyak orang kepadanya. Ekspektasi yang tinggi itulah yang diharapkan banyak orang terhadap lini smartphone dari Sony.

Ada 3 beban ekspektasi yang dipikul Sony sejak awal. Pertama, sebagai pembuat televisi yang dikenal luas, orang berharap layar smartphone Sony masuk jajaran layar smartphone dengan kualitas kelas atas.

Kedua, sebagai pembuat alat pemutar musik, bahkan dikenal dengan icon walkman, smartphone Sony diharapkan memiliki suara terbaik. Ketiga, sebagai pembuat kamera dan perekam video, menjadikan Sony dituntut memiliki kualitas kamera terbaik pada smartphone.

Begitu besar harapan tersebut untuk terwujud, ketika Sony melepas seri Xperia Z pertama kali, sebagai seri tertinggi dari jajaran smartphone yang di produksinya. Sayang, saat itu 3 harapan tersebut belum terwujud. Bukan produknya tidak bagus, tetapi produk kompetitor disaat yang sama, memberikan kualitas yang lebih memenuhi harapan tersebut, layar yang lebih baik, kamera yang lebih detail, dan kualitas suara yang lebih oke.

Tetapi memang Sony terus berusaha memperbaiki kekurangannya, pada seri-seri Xperia Z selanjutnya. Bagaimanapun juga seri Xperia Z memiliki desain yang menarik dan kemudian menjadi kental sebagai desain ciri khas Sony.

Tahun ini memang agak sedikit membingungkan strategi dari Sony untuk merelease flagship devicenya. Sepertinya Sony sedang mengatur timing yang tepat, kapan sebaiknya flagshipnya di release.

Mengatur timing ini memang tidak mudah, bukan hanya menghasilkan produk, tetapi harus mempertimbangkan impact nya ke pasar, karena cara terbaik untuk penetrasi pasar bukan hanya dengan produk yang baik, tetapi juga memerlukan waktu yang tepat. Perlu mempertimbangkan selain kesiapan konsumen juga produk kompetitor.

Sony biasanya merelease flagship di bulan Januari awal tahun, timing yang baik dari segi kompetisi, karena kebanyakan kompetitor baru akan me-release produk barunya di bulan Maret.

Tapi me-release awal tahun juga memiliki implikasi tersendiri, tidak bisa mempersembahkan smartphone dengan teknologi hardware terbaru, karena hardware terbaru seperti prosesor tercepat, baru diproduksi biasanya di akhir tahun. Jadwal berikutnya, Sony akan me-release flagship barunya di bulan September tahun yang sama.

Sony pernah bertarung, merelease produk flagship berbarengan dengan flagship kompetitor besar, hasilnya tidak menggembirakan dari segi pemberitaan, karena tertutup bayang-bayang kompetitor.

Sony Xperia Z5 gbr.2

Akhir tahun 2014 kita melihat Sony merelease flagship-nya, Xperia Z3, tidak lama kemudian dipertengahan tahun 2015 sekitar bulan Juni, kita diperkenalkan dengan flagship penerusnya Xperia Z4, atau lebih dikenal dengan Xperia Z3+, yang kalau melihat kebiasaan timing Sony, seharusnya direlease di awal tahun.

Selang 3 bulan kemudian, sebelum tutup tahun 2015, Sony sudah merelease lagi Xperia Z5, dengan beberapa varian, Xperia Z5, Z5 compact dan Z5 Premium. Untuk Indonesia kita mendapat varian Xperia Z5, dengan fitur dual SIM.

Strategi ini kemungkinan selain mencoba mencari timing yang lebih tepat, juga sebagai jawaban bahwa Sony  tetap mampu berkompetisi dari rival yang semakin cepat menghadirkan inovasi.

Next Desain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here