Wajib Tahu! Seluk Beluk Baterai Smartphone

Wajib Tahu! Seluk Beluk Baterai Smartphone

Penulis:Maulia Salamuddin
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Salah satu elemen terpenting dari smartphone adalah baterai, karena kalau baterainya habis, maka smartphone tak dapat berfungsi. Nah, sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai smartphone? Dan apa perbedaan tipe baterai?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang paling sering ditanyakan pengguna ponsel. Nah, dalam tulisan kali ini, Tim Telset.id akan coba menjawab pertanyaan yang sering muncul tersebut, silahkan disimak ulasannya:

Menjaga Baterai Tetap Prima

Hal pertama yang perlu kita klarifikasi adalah masa pakai baterai akan bergantung pada seberapa banyak Anda menggunakan smartphone. Anda juga harus mempertimbangkan bahwa baterai berkapasitas lebih tinggi (dengan nomor mAh lebih besar) biasanya bertahan lebih lama, walaupun hal ini sangat bergantung pada elemen yang dimilikinya, seperti layar, dan manajemen perangkat lunak dan pengoptimalan.

Kebanyakan smartphone memiliki prosesor dan RAM yang kuat. Prosesor ini biasanya tidak banyak mengkonsumsi energi namun, mengingat perkembangan teknologi mereka, beberapa prosesor memang menggunakan daya yang lebih besar.

Banyak daya baterai yang dikonsumsi oleh layar, terutama jika resolusi tinggi dan jika diterangi maksimal hingga sepanjang waktu. Selain itu, konektivitas nirkabel (3G, 4G, Wi-Fi, NFC, Bluetooth, GPS) juga menggunakan energi yang besar agar bisa bekerja dengan benar. Dengan mempertimbangkan semua elemen tersebut, ada beberapa smartphone yang bisa bertahan lebih dari 24 jam tanpa perlu diisi ulang.

Ada beberapa saran umum, yang mungkin menjadi pengingat Anda:

  1. Isi daya jangan menunggu sampai mati sendiri.
  2. Cabut saat Anda perlu, atau bila mencapai 100 persen.
  3. Jauhkan smartphone dari suhu panas.
  4. Hemat energi dengan mematikan fitur yang tidak Anda butuhkan dan atur kecerahan layar.

Jenis baterai

Dalam dekade terakhir, kita telah melihat berbagai jenis baterai datang dan pergi, masing-masing dengan kemampuan kinerja yang berbeda. Ini berarti, pada akhirnya, ada banyak legenda urban tentang baterai. Baterai pada smartphone pertama adalah Nickel-Cadmium (Ni-Cd) atau Nickel-Metal Hydride (Ni-MH), yang juga terintegrasi dalam banyak perangkat elektronik lainnya.

Jenis baterai ini diproduksi secara ekonomi, namun masalah utamanya adalah efek memori, yang mengurangi kapasitasnya dari waktu ke waktu. Saat ini, baterai yang mendominasi pasar smartphone adalah: Lithium-ion (Li-ion) atau Lithium-polymer (Li-Po).

Baterai lithium-ion (Li-ion)

Baterai lithium cukup standar pada smartphone karena ringan dan memberikan daya tahan baterai yang layak. Desain ringan dan kompak merupakan daya pikat banyak vendor.

Baterai Lithium-Polymer (LiPo)

Baterai LiPo menjadi semakin umum, dan serupa dengan jenis baterai yang disebutkan sebelumnya, namun lebih fleksibel sehingga bisa digunakan pada perangkat yang lebih kecil. Mereka memiliki lebih banyak kerapatan energi dan jauh lebih ringan.

Mitos dan Fakta

  1. pengisian daya baterai pertama harus lebih lama dari biasanya.

Ini adalah mitos yang diturunkan dari baterai kadmium. Ini tidak perlu dengan baterai Lithium-ion dan Lithium-polymer saat ini. Sebaiknya Anda menggunakan secara normal, apakah Anda mengisi daya smartphone untuk pertama kalinya atau hari-hari selanjutnya.

  1. Waktu pengisian sebanding dengan masa pakai baterai.

Ini juga merupakan mitos yang dilontarkan dari baterai masa lalu. Pengisian dilakukan berkat chip charger di smartphone yang mengontrol prosesnya. Idealnya, perangkat harus dicabut saat mencapai 100 persen.

Kesimpulan

Tim Telset.idĀ  belum melihat karya terbaik produsen dalam hal baterai, sampai sekarang, banyak perbaikan telah dilakukan untuk memperbaikinya, seperti Power Saving Mode yang saat ini banyak terdapat pada smartphone. Tidak ada resep ajaib yang bisa membuat baterai bertahan selama dua hari sejak layanan dan teknologi yang kita gunakan saat ini membutuhkan lebih banyak energi dan tenaga daripada ponsel masa lampau.