Closeup of the Sony WH-1000XM6 headphones on a table next to a phone

Tingkatkan Kualitas Bass Headphone Tanpa Ganti Perangkat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Langkah pertama meningkatkan bass adalah memastikan segel headphone baik, terutama untuk closed-back dan earbud dengan tips pas
  • Matikan semua pengaturan EQ terlebih dahulu sebelum melakukan penyesuaian bertahap di aplikasi headphone
  • Pahami kurva EQ: frekuensi 20-60 Hz untuk getaran dalam, 60-150 Hz untuk punch dan weight
  • Hindari pengaturan bass boost yang cepat melelahkan, mulai dengan pengangkatan kecil di frekuensi rendah
  • Uji EQ pada mode mendengarkan yang sering digunakan dan variasikan genre musik
  • Jika semua cara gagal, pertimbangkan headphone baru seperti Sony WH-1000XM6, Sennheiser HDB 630, Bose QuietComfort Ultra, atau AirPods Max 2

Telset.id – Kualitas bass yang kuat dari headphone tidak selalu mengharuskan kamu membeli perangkat baru. Dalam banyak kasus, penyesuaian pengaturan pada headphone yang sudah kamu miliki justru menjadi solusi paling efektif. Namun, perlu dipahami bahwa bass yang lebih baik bukan berarti sekadar lebih keras. Tujuannya adalah mendapatkan bass yang dalam dan bertenaga tanpa mengalahkan elemen musik lainnya.

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memastikan headphone terpasang dengan benar. Segel yang baik antara ear cup atau earbud dengan telinga sangat menentukan kualitas bass. Headphone closed-back dan earbud dengan segel rapat umumnya menjadi pilihan terbaik untuk reproduksi bass yang optimal. Sementara itu, headphone open-back mungkin terdengar natural, tetapi kurang ideal untuk bass yang punchy.

Earbud dengan desain open-fit seperti AirPods 4 atau opsi open-ear seperti Shokz OpenFit Pro memang sudah lebih baik dibanding model lama, namun tetap bukan pilihan utama untuk bass maksimal. Jika kamu menggunakan earbud dengan tips yang bisa diganti, cobalah beberapa ukuran berbeda. Tips yang terlalu besar atau kecil dapat membuat suara low-end menjadi tipis. Tips berbahan foam juga bisa membantu karena cenderung menciptakan segel yang lebih rapat dibanding silikon.

Untuk headphone over-ear, pastikan ear cup menutupi telinga dengan nyaman. Faktor seperti kacamata, rambut, atau bantalan yang aus dapat mengganggu segel dan mengurangi kualitas bass. Menyadari faktor-faktor pembatas ini setidaknya membantu kamu memahami apa yang memengaruhi kualitas suara.

Closeup of the Sony WH-1000XM6 headphones on a table next to a phone.

## Gunakan Aplikasi Headphone untuk Pengaturan EQ

Kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna adalah menumpuk pengaturan equalizer (EQ). Misalnya, menaikkan bass di Spotify sekaligus di aplikasi Sony Sound Connect dapat menghasilkan audio yang kacau dan terdistorsi. Aturan praktis yang baik adalah mematikan semua pengaturan EQ terlebih dahulu, lalu mulai melakukan penyesuaian bertahap melalui aplikasi headphone.

Jika headphone tidak memiliki aplikasi pendamping dengan fitur EQ, kamu bisa menggunakan EQ dari aplikasi musik. Pastikan untuk memeriksa apakah EQ aplikasi musik sudah aktif. Untuk Spotify, pengaturan dapat diakses melalui Settings and privacy > Playback > Equalizer. Di Android, opsi EQ Spotify mungkin membuka pengaturan audio sistem. Sementara untuk Apple Music, buka Settings > Apps > Music > EQ, dengan label yang dikategorikan berdasarkan genre.

Perlu diketahui bahwa YouTube Music di Android bergantung pada pengaturan EQ ponsel, dan hingga kini belum menawarkan EQ dalam aplikasi untuk iOS. Tidal juga tidak memiliki opsi EQ di kedua platform. Setelah masuk ke aplikasi headphone, hindari penggunaan pengaturan “bass boost” yang dapat membuat bass terdengar berlebihan dan cepat melelahkan di telinga. Sebaiknya mulai dengan kurva EQ.

Closeup of several headphone app icons on iOS.

## Memahami Kurva EQ

Kurva EQ memungkinkan kamu menyesuaikan bagian tertentu dari rentang frekuensi untuk mengubah keseimbangan suara. Bass berada pada frekuensi rendah di sisi kiri grafik, midrange membawa sebagian besar vokal dan instrumen di bagian tengah, sementara treble menangani suara bernada tinggi di sisi kanan. Menggerakkan kurva ke atas atau bawah akan menaikkan atau menurunkan volume pada bagian tersebut.

Fokus utama penyesuaian bass adalah sisi kiri grafik. Bagian paling kiri yang mencakup sekitar 20 hingga 60 Hz mengontrol getaran terdalam, sementara area di sebelah kanannya yang berkisar 60 hingga 150 Hz memengaruhi kekuatan dan bobot suara. Perlu diingat bahwa tidak semua grafik EQ menawarkan kontrol yang detail. Beberapa aplikasi hanya menyediakan beberapa band lebar, bukan kurva multi-titik penuh. Contohnya, kurva EQ baru Apple untuk AirPods dengan chip H2 menggunakan tiga kontrol masing-masing untuk low, mid, dan high.

## Menyesuaikan EQ dengan Bijak

EQ bass yang ideal tidak selalu berupa peningkatan tajam di seluruh sisi kiri grafik. Pengangkatan kecil di frekuensi rendah mungkin terdengar lebih baik dibanding menaikkan semuanya sekaligus. Tujuannya tetap sama, yaitu membuat bass terdengar lebih berdampak, bukan mendominasi mid dan high. Pendekatan terbaik adalah memulai dengan penyesuaian kecil, mendengarkan beberapa lagu dari genre berbeda pada volume normal, dan menambahkan lebih banyak hanya jika diperlukan.

Jika bass mulai menghalangi vokal atau membuat suara lain terdengar keruh, segera kurangi pengaturannya. Penyesuaian bertahap adalah kunci keberhasilan. Cobalah berbagai genre yang sesuai dengan kebiasaan mendengarkanmu. Jika suatu pengaturan hanya membuat satu lagu terdengar lebih baik, kemungkinan pengaturan tersebut tidak layak dipertahankan.

Perlu diingat bahwa suara yang bagus dalam tes singkat belum tentu ideal untuk sesi mendengarkan yang panjang. Jika kamu sering berpindah mode mendengarkan, pertimbangkan hal ini saat menguji pengaturan EQ. Pada beberapa model headphone, mode normal, noise-canceling, dan transparansi dapat menghasilkan perbedaan halus dalam respons bass. Fitur spatial audio di AirPods Apple dan Bose QuietComfort Ultra juga bisa memengaruhi hasil akhir.

Tidak ada pengaturan yang cocok untuk semua orang. Kuncinya adalah bereksperimen dengan kurva EQ, mencoba beberapa lagu, dan mengarahkan target pada bass yang kuat namun terkendali. Percayakan penilaianmu pada sesi mendengarkan yang lebih panjang, bukan hanya beberapa detik pertama.

Closeup of a phone with EQ curve settings for the Shure Aonic 40.

## Kapan Harus Membeli Headphone Baru

Jika kamu masih menginginkan bass yang lebih baik setelah melakukan semua penyesuaian ini, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan headphone baru. Headphone nirkabel terbaik saat ini semuanya menawarkan kualitas low-end yang bagus, termasuk Sony WH-1000XM6, Sennheiser HDB 630, Bose QuietComfort Ultra (2nd gen), dan AirPods Max 2. Sebelum memutuskan membeli, pastikan kamu sudah mencoba semua langkah penyesuaian di atas agar tidak mengeluarkan biaya yang tidak perlu.

Perlu dicatat bahwa kualitas bass yang baik tidak selalu identik dengan headphone termahal. Banyak faktor yang memengaruhi reproduksi bass, termasuk desain akustik, driver yang digunakan, dan pemrosesan sinyal digital. Membaca ulasan dari sumber terpercaya dan mencoba langsung di toko bisa membantu kamu menemukan headphone yang sesuai dengan preferensi bass yang kamu inginkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.