Susul Facebook, Giliran Instagram Kenalkan Fitur Pencegah Bunuh Diri

Telset.id, Jakarta – Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang cenderung menumpahkan keluh kesahnya di media sosial. Apalagi sekarang ini, saat Facebook, Path, Twitter, bahkan Instagram telah menjadi seperti ‘sahabat’ ideal bagi sebagian orang, khususnya saat mereka mengalami masa sulit. Akibatnya, tak jarang kita menemukan catatan kematian di sana.

Nah, Instagram mencoba mencegah hal itu terus terjadi, dengan menghadirkan sebuah fitur yang memungkinkan penggunanya – utamanya yang sedang mengalami masa sulit – mendapatkan dukungan dari teman atau kerabat.

Prinsip kerjanya sederhana, jika Anda melaporkan sebuah postingan yang membuat Anda khawatir, teman Anda akan mendapatkan pesan yang mengatakan, “seseorang melihat salah satu postingan Anda dan berpikir Anda mungkin sedang melalui masa sulit. Jika Anda membutuhkan dukungan, kami ingin membantu.” Mereka kemudian akan mendapatkan pilihan untuk berbicara dengan teman, menghubungi layanan bantuan atau menerima tips dan dukungan.

“Kami memahami bahwa teman-teman dan keluarga sering ingin menawarkan dukungan tetapi tidak tahu bagaimana cara terbaik untuk melakukannya,” kata COO Instagram, Marne Levine Seventeen. “Alat ini dirancang untuk memberitahu Anda tahu bahwa Anda dikelilingi oleh sebuah komunitas yang peduli pada Anda, pada saat Anda mungkin membutuhkannya pengingat itu.”

Sebelumnya, induk usaha Instagram, Facebook, juga telah meluncurkan alat pencegahan bunuh diri sendiri awal tahun ini, dan memiliki tim yang meninjau laporan yang benar-benar serius dan menyingkirkan laporan palsu.

Untuk memaksimalkan fitur ini, Instagram berkolaborasi dengan orang-orang yang pernah mengalami gangguan makan atau pernah menyakiti diri sendiri, dan bekerja dengan National Eating Disorders Association dan The National Suicide Prevention Lifeline.

“Kami mendengarkan para ahli kesehatan mental ketika mereka memberitahu kami bahwa pendekatan dari orang yang dicintai dapat membuat perbedaan nyata bagi mereka yang mungkin dalam kesulitan,” kata Levine.

Namun, para ahli kesehatan mental merasa bahwa Twitter, Facebook, Instagram dan jaringan sosial lainnya justru menyebabkan tekanan sosial yang dapat membuat pengguna, terutama remaja, tidur, cemas dan depresi. Dan sementara Facebook, Instagram dan lain-lain memiliki alat untuk membantu pengguna yang bermasalah, mereka masih belum bisa memberatas kasus bullying ataupun pelecehan yang kerap terjadi di media sosial. [IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here