Pernahkah Anda merasa performa baterai ponsel Xiaomi Anda menurun drastis, padahal perangkat tersebut belum genap satu tahun digunakan? Fenomena ini seringkali membuat pengguna frustrasi, menuduh kualitas perangkat keras sebagai biang keladinya. Padahal, seringkali “musuh dalam selimut” yang sebenarnya bukanlah baterai yang rusak, melainkan aktivitas perangkat lunak yang tidak kasat mata.
Ekosistem perangkat lunak Xiaomi, baik MIUI maupun antarmuka terbaru HyperOS, memang dikenal kaya fitur. Namun, kekayaan fitur ini datang dengan harga yang harus dibayar: banyaknya aplikasi pra-instal atau bloatware. Aplikasi-aplikasi ini seringkali diprogram untuk berjalan di latar belakang, melakukan sinkronisasi data, dan mengirimkan analitik tanpa sepengetahuan atau persetujuan eksplisit dari Anda. Akibatnya, sumber daya prosesor terus terpakai dan daya baterai terkuras secara diam-diam.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjadi teknisi ahli untuk mengatasi masalah ini. Dengan sedikit penyesuaian pada pengaturan dan keberanian untuk menonaktifkan aplikasi yang tidak esensial, Anda bisa mengembalikan ketahanan baterai ponsel ke kondisi prima. Langkah ini tidak hanya menghemat daya, tetapi juga berpotensi mempercepat kinerja sistem secara keseluruhan karena beban RAM yang berkurang.
Identifikasi “Vampir” Energi di Ponsel Anda
Sebelum melakukan tindakan “pembersihan”, langkah pertama yang krusial adalah mengidentifikasi aplikasi mana saja yang menjadi parasit energi. Dalam ekosistem Xiaomi, beberapa aplikasi sistem dirancang untuk aktif secara permanen demi menunjang fitur ekosistem, seperti sinkronisasi cloud atau pencarian perangkat. Namun, tidak semua pengguna membutuhkan fitur ini setiap saat.

Banyak pengguna melaporkan bahwa setelah melakukan Update HyperOS, manajemen baterai menjadi lebih baik, namun aplikasi bawaan lama seringkali masih tertinggal dan berjalan di latar belakang. Aplikasi seperti layanan analitik iklan (MSA), pembersih sistem bawaan, hingga toko aplikasi pihak ketiga seringkali “bangun” sendiri untuk memeriksa pembaruan atau mengirim data lokasi.
Anda bisa memulai investigasi dengan masuk ke menu Pengaturan Baterai. Di sana, Anda akan melihat grafik penggunaan daya. Jika aplikasi sistem seperti “Android System” atau aplikasi bawaan Xiaomi yang jarang Anda buka menempati urutan teratas konsumsi daya, itu adalah tanda merah yang harus segera ditindaklanjuti.
Daftar Aplikasi Bawaan yang Aman Dihapus
Ketakutan terbesar pengguna saat ingin menghapus aplikasi bawaan adalah risiko merusak sistem operasi. Faktanya, banyak aplikasi pra-instal Xiaomi yang aman untuk dihapus atau dinonaktifkan tanpa mengganggu fungsi utama telepon (telepon, SMS, kamera). Aplikasi seperti Mi Browser, Mi Video, atau aplikasi forum komunitas seringkali memiliki alternatif yang lebih ringan dan hemat daya dari pihak ketiga.

Selain aplikasi hiburan, layanan yang berkaitan dengan iklan juga menjadi penyumbang terbesar konsumsi baterai dan data. Menonaktifkan layanan MSA (MIUI System Ads) adalah langkah wajib bagi setiap pengguna Xiaomi. Tidak hanya baterai menjadi lebih awet, antarmuka ponsel Anda juga akan jauh lebih bersih dari gangguan visual. Untuk panduan teknisnya, Anda bisa mempelajari cara Hapus Iklan yang efektif di sistem Xiaomi.
Baca Juga:
Strategi Pengelolaan Aktivitas Latar Belakang
Jika Anda merasa ragu untuk menghapus aplikasi secara permanen, membatasi aktivitas latar belakang adalah jalan tengah yang bijak. Xiaomi menyediakan fitur App Battery Saver yang memungkinkan Anda mengatur perilaku setiap aplikasi. Ubah pengaturan aplikasi yang jarang digunakan menjadi “Restrict Background Activity”. Ini akan mematikan aplikasi tersebut segera setelah Anda menutupnya, mencegahnya menggerogoti baterai saat layar mati.
Strategi ini juga sangat berguna jika Anda menggunakan perangkat wearable. Misalnya, jika Anda tidak menggunakan Smartwatch Xiaomi, aplikasi kesehatan bawaan yang terus memantau langkah kaki melalui sensor ponsel bisa dimatikan. Sensor yang aktif terus-menerus adalah salah satu penyebab utama baterai boros yang sering luput dari perhatian.

Dampak Jangka Panjang pada Perangkat
Melakukan “detoksifikasi” aplikasi pada ponsel Xiaomi Anda bukan hanya soal memperpanjang nyawa baterai hari ini. Dalam jangka panjang, hal ini menjaga kesehatan sel baterai (battery health) karena siklus pengisian daya menjadi lebih jarang. Panas yang dihasilkan perangkat juga akan berkurang signifikan karena prosesor tidak dipaksa bekerja lembur mengurus proses latar belakang yang tidak perlu.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda mengubah cara perangkat bekerja melayani Anda, bukan sebaliknya. Ponsel pintar seharusnya memudahkan hidup, bukan membuat Anda panik mencari colokan listrik setiap pertengahan hari. Mulailah seleksi aplikasi Anda hari ini, dan rasakan perbedaannya.

