Telset.id, Jakarta – Jika berbicara tentang keamanan cyber memang tidak ada habisnya dan masih menjadi momok yang menakutkan bagi pengguna Internet. Menurut penyedia keamanan jaringan, Fortinet, sedikitnya ada 6 ancaman keamanan cyber yang harus diwaspadai di tahun 2017.
Seiring berkembangnya teknologi saat ini, keamanan cyber merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan. Meskipun banyak software atau layanan apapun yang mengklaim produknya aman, namun di dunia yang serba teknologi digital seperti sekarang, para hacker pun terus memutar otaknya agar bisa membuat suatu ancaman yang “lebih canggih” untuk keamanan cyber.
[Baca juga: Fortinet: Ada Dua Tipe Serangan yang Ancam Keamanan Cyber]
Salah satu perusahaan yang berfokus pada solusi keamanan cyber, Fortinet pun akhirnya berani untuk memprediksi ancaman untuk keamanan cyber di tahun 2017 mendatang. Ingin tahu seperti apa ancaman pada keamanan cyber di tahun 2017 mendatang? Yuk simak ulasannya!
Serangan From Smart to Smarter

Ancaman pertama yang diprediksi akan mengganggu keamanan cyber adalah serangan yang dibuat oleh para hacker itu semakin canggih dan pintar dari sebelumnya. Menurut Direktur Regional Fortinet untuk Indonesia dan Malaysia, Edwin Lim dalam presentasinya menyebutkan nantinya para hacker akan mampu membuat malware yang memiliki kecerdasan buatan
[Baca juga: Wah, Serangan DdoS Besar-besaran Matikan Internet di Negara Ini]
Artinya, malware ini nantinya bisa memiliki sistem pembelajaran agar tingkat keberhasilan dalam serangannya terus meningkat dan efektif.
Perangkat IoT yang Kurang Aman

Internet of Things (IoT) bisa dibilang sudah menjadi makanan sehari-hari untuk saat ini. Tapi dengan banyaknya perangkat IoT yang digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, sebenarnya semakin rentan pula pengguna yang memakainya. Kenapa? Karena jika pengguna tersebut kurang hati-hati atau kurang bertanggung jawab dalam menggunakan gadget-nya tersebut, maka sebenarnya ia pun secara tidak langsung membuka celah keamanan untuk para hacker.
[Baca juga: 3 Juta Ponsel Android Rentan akan Serangan Malware]
Hal ini pun diprediksi oleh Fortinet akan menjadi salah satu ancaman serius untuk keamanan cyber. Menurut perusahaan tersebut, saat ini memang banyak perangkat IoT yang tidak aman beredar di pasaran. Hal ini sebenarnya menjadi tanggung jawab para produsen IoT untuk lebih mengamankan produk-produk mereka.
20 Miliar Perangkat IoT bisa jadi “Senjata” untuk Serang Cloud

Fortinet juga memprediksikan jika sebenarnya celah dalam keamanan cloud itu tidak ditemukan dalam arsitekturnya. Namun ternyata celah yang bisa dimanfaatkan oleh para hacker tersebut terletak pada banyaknya perangkat endpoint yang biasanya digunakan untuk mengakses layanan cloud.
[Baca juga: Indonesia Menjadi Favorit Target Serangan Cyber]
Bahkan perusahaan tersebut memperkirakan akan ada lebih dari 20 miliar perangkat IoT yang bisa menjadi target serangan pada 2020 mendatang. Hal tersebut lebih banyak daripada serangan pada PC yang hanya 1 miliar perangkat saja.
Smart City

Saat ini memang sedang ramai diperbincangkan soal smart city. Nah nantinya para hacker ini mulai berpikir untuk menyerang smart city. Untuk tahapan awalnya, para hacker ini akan menargetkan gedung-gedung atau bangunan yang memiliki sistem serba otomatis.
[Baca juga: Rupa-rupa Ransomware dan Modus Serangannya]
Selanjutnya, seperti serangan DDoS, mereka mulai melancarkan berbagai serangan pada bangunan-bangunan tersebut seperti mematikan sistem yang disematkan pada bangunan yang ditargetkan. Kemudian serangan akan terus meningkat menjadi lebih kuat dengan tujuan “memegang penuh” bangunan tersebut. Nantinya para hacker bisa mengatur berbagai elemen-elemen yang ada di gedung tersebut seperti mengunci pintu, mematikan lift, dan lainnya.
Ransomware

Perlu diakui, saat ini kehadiran ransomware memang meresahkan. Terakhir dikabarkan ada sebuah ransomware terbaru bernama Locky yang “tersimpan” pada Facebook dan LinkedIn. Jika seseorang terkena Locky, maka PC miliknya akan dikunci oleh hacker. Untuk membuka kunci tersebut, korbannya diharuskan membayar kepada para hacker tersebut.
[Baca juga: Awas! Hacker Tanam Malware Lewat Facebook dan LinkedIn]
Hal inilah yang akan menjadi salah satu ancaman serius pada keamanan cyber. Menurut Fortinet, diperkirakan serangan ini akan berfokus ada target-target berprofil tinggi seperti selebriti, tokoh politik, organisasi besar, dan lainnya.
Kurangnya Profesional dalam Keamanan Cyber

Hal terakhir yang menjadi ancaman pada keamanan cyber menurut Fortinet adalah kurangnya profesional atau orang yang terampil dalam hal keamanan cyber. Tentu dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi, keamanan cyber juga menjadi perhatian kan?
[Baca juga: Penelitian: Wisatawan Rawan Kena Serangan Siber]
Maka jelas jika kurangnya orang yang terampil dalam hal keamanan cyber, maka semakin meningkatnya resiko para hacker menyerang dengan berbagai teknik-teknik canggih kapan saja. (FHP/HBS)




