Ilustrasi pengaturan privasi Google Search Services History untuk mencegah AI training dari media upload

Google Aktifkan Fitur AI Training dari Media Upload Pengguna

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google aktifkan fitur Search Services History secara default yang menyimpan media upload pengguna untuk AI training
  • Data yang disimpan mencakup gambar Google Lens, rekaman suara, video, dan pencarian suara
  • Data pelatihan AI disimpan hingga 4 tahun meskipun aktivitas asli dihapus
  • Pengguna bisa menonaktifkan melalui halaman My Activity dan menghapus centang Save media
  • Google tidak memberikan contoh manfaat AI training dalam email pemberitahuan
  • Aktivis privasi menyoroti beban opt-out yang memberatkan pengguna

Telset.id – Google secara diam-diam mengaktifkan fitur baru yang secara otomatis menyimpan dan menggunakan media upload pengguna untuk melatih model AI. Pengaturan bernama Search Services History ini sudah aktif secara default dan langsung menyimpan data seperti gambar, audio, hingga video dari interaksi pengguna dengan layanan Search.

Kebijakan baru ini memungkinkan Google menyimpan berbagai jenis media yang diunggah pengguna saat menggunakan layanan pencarian. Data tersebut mencakup gambar dari Google Lens, rekaman suara dari Search Live atau Translate speaking practice, konten yang diunggah, hingga pencarian suara. Semua data ini akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan model AI Google.

Pengguna yang ingin menonaktifkan fitur ini dapat mengunjungi halaman My Activity Google dan memilih tab Search Services History. Dari halaman tersebut, pengguna bisa mematikan seluruh pengaturan dan menghapus aktivitas yang sudah tersimpan. Langkah penting lainnya adalah menghapus centang pada kotak bertuliskan Save media jika tidak ingin data unggahan digunakan untuk pelatihan AI.

Konsekuensi dari kebijakan ini cukup serius. Jika media yang sudah disimpan telah digunakan untuk melatih model AI, data tersebut akan terputus dari akun Google pengguna. Data pelatihan ini akan disimpan hingga empat tahun, bahkan jika pengguna menghapus aktivitas aslinya. Hal ini terungkap dari pop-up yang muncul saat fitur dimatikan.

Davis Thompson, juru bicara Google, menyatakan melalui email bahwa pengaturan baru ini membantu pengguna mendapatkan hasil yang lebih relevan dan memungkinkan mereka mengunjungi kembali pencarian visual dan suara. Namun, ia tidak menjawab pertanyaan WIRED mengenai fitur yang aktif secara default ini.

Thorin Klosowski, aktivis keamanan dan privasi senior dari Electronic Frontier Foundation, menilai posisi Google unik dibandingkan perusahaan lain. Google menawarkan banyak layanan yang sudah digunakan orang dalam waktu lama, membuat pengguna nyaman dan lengah dengan jumlah data yang dikumpulkan.

Aplikasi yang digunakan setiap hari memiliki inersia bawaan, sehingga perubahan yang tidak disukai pengguna mungkin tidak cukup untuk mendorong mereka beralih ke layanan alternatif. Klosowski menekankan bahwa sistem opt-in seharusnya menjadi standar minimal yang diminta dari perusahaan-perusahaan ini.

Dalam email yang dikirim Google ke akun pengujian pada 23 Juni, kalimat pertama membingkai perubahan ini sebagai memberi pengguna β€œkendali lebih besar atas riwayat yang disimpan.” Google kemudian memberikan contoh bagaimana menyimpan media ini bisa membantu, seperti mengunjungi kembali pencarian visual dengan Lens atau melanjutkan percakapan Search Live.

Yang menarik, Google tidak memberikan contoh serupa setelah menyatakan di akhir email bahwa media yang disimpan akan digunakan untuk pelatihan model AI. Pesan tersebut langsung berlanjut ke detail berikutnya tanpa penjelasan lebih lanjut.

Ben Winters, direktur AI dan privasi dari Consumer Federation of America, melihat perubahan ini sebagai pembebanan tanggung jawab kepada pengguna untuk menghindari pelatihan AI. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan pengguna yang mendekati nihilisme. Winters menyebutkan adanya perasaan tidak berdaya dan putus asa yang meningkat dalam upaya melindungi data pribadi.

Pengguna disarankan untuk segera melakukan perubahan pengaturan ini. Tidak banyak yang bisa dilakukan setelah data media masuk ke dalam proses pelatihan AI. Google menyimpan data pelatihan hingga empat tahun, waktu yang cukup lama bagi data unggahan gambar untuk terus berada dalam sistem digital.

Kebijakan ini menunjukkan tren baru di mana perusahaan teknologi besar mengumpulkan lebih banyak data dari pengguna untuk mengembangkan AI. Google memiliki basis pengguna besar yang tersebar di berbagai layanan, memberi keunggulan dalam pengumpulan data dibandingkan pesaingnya.

Model AI tidak hanya membutuhkan data teks untuk berkembang, tetapi juga input beragam dalam bentuk lain seperti audio atau video. Dengan mengumpulkan lebih banyak data dari pengguna, Google berharap dapat berinovasi lebih cepat dibandingkan kompetitornya.

Pengguna yang peduli dengan privasi data harus waspada terhadap perubahan pengaturan akun secara berkala. Google terus memperbarui kebijakan pengumpulan data tanpa selalu memberikan pemberitahuan yang jelas kepada pengguna.

Langkah konkret yang bisa dilakukan pengguna adalah memeriksa pengaturan Search Services History di halaman My Activity. Pastikan kotak Save media tidak dicentang dan fitur utama dimatikan untuk mencegah penggunaan data untuk pelatihan AI.

Perubahan ini menjadi pengingat bahwa pengguna perlu lebih proaktif dalam mengelola privasi data mereka. Perusahaan teknologi cenderung mengaktifkan fitur pengumpulan data secara default, dan tanggung jawab untuk menonaktifkannya ada di tangan pengguna.

Google sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah pengguna yang terdampak atau timeline implementasi fitur ini secara global. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, fitur ini sudah aktif untuk akun pengguna yang baru pertama kali mengakses halaman pengaturan tersebut.

Pengguna yang sebelumnya menonaktifkan Web & App Activity dan Search Personalization mungkin tidak terdampak, karena fitur ini akan mati secara otomatis. Namun, bagi pengguna lain, fitur ini aktif tanpa pemberitahuan yang memadai.

Kebijakan privasi Google terus berkembang seiring dengan kebutuhan data untuk pengembangan AI. Pengguna harus selalu waspada dan memeriksa pengaturan akun secara rutin untuk memastikan data pribadi tidak digunakan tanpa izin.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.