πŸ“‘ Daftar Isi

Tampilan buram TV dengan remote control yang menonjol

Cara Upscale Video ke 4K: Penjelasan Lengkap dan Faktanya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Upscaling video ke 4K berarti menciptakan jutaan piksel baru yang tidak pernah terekam
  • Konversi 1080p ke 4K membutuhkan 4 kali lipat piksel atau 3 piksel tambahan per piksel asli
  • Interpolasi menggunakan matematika untuk memperkirakan piksel, hasilnya cenderung lembut
  • AI upscaling dilatih dengan contoh gambar dan bisa lebih tajam tapi berisiko artefak
  • Restorasi profesional seperti Star Trek TNG memakan biaya $12 juta dan 3 tahun pengerjaan
  • Kualitas sumber dan bitrate menentukan hasil akhir upscaling
  • Upscaling dari 1440p ke 4K lebih mudah daripada dari 1080p atau 480p

Telset.id – Mengubah video 1080p menjadi 4K adalah proses yang mungkin dilakukan, tetapi hasilnya tidak akan pernah sempurna. Upscaling video ke 4K berarti menciptakan jutaan piksel baru yang tidak pernah terekam oleh kamera, dan perangkat lunak hanya bisa menebak seperti apa piksel tersebut seharusnya. Konsekuensinya, hasil upscale sering kali terlihat lebih lembut atau bahkan mengandung artefak yang tidak diinginkan.

Proses konversi video ke 4K ini penting dipahami karena banyak pengguna memiliki koleksi video lama beresolusi standar atau 1080p yang ingin ditingkatkan kualitasnya agar terlihat tajam di layar 4K modern. Namun, harapan untuk mendapatkan kualitas setara rekaman 4K asli dari video beresolusi rendah adalah sesuatu yang mustahil.

Memahami Dasar Resolusi Video

Ketika membahas 4K dan 1080p, sebenarnya yang diperbandingkan adalah jumlah piksel dalam setiap frame video. Konten ultra-high definition yang biasa disebut 4K memiliki resolusi 3.840 x 2.160 piksel, sementara video high definition 1080p hanya memiliki 1.920 x 1.080 piksel. Adapun video standar definition berada di 480 atau 576 garis vertikal tergantung region, dengan lebar yang bervariasi.

Terdapat juga resolusi sinematik 4K yang disebut β€˜true 4K’ atau DCI 4K dengan resolusi 4.096 x 2.160 piksel. Semua format ini bisa di-upscale ke 4K karena 4K hanyalah ukuran frame.

Untuk berpindah dari 1080p ke 4K, diperlukan tiga piksel tambahan untuk setiap piksel asli yang terekam, atau total empat kali lipat. Mengelola penambahan piksel ini tanpa kehilangan kualitas adalah tantangan utamanya. Sekadar mengubah resolusi tidak akan mengungkap versi tersembunyi dengan ketajaman ekstra.

Sebuah model 3D dari logo standar video 4K Ultra HD

Perangkat lunak upscaling tradisional menggunakan interpolasi untuk mengelola proses ini, yaitu memperbesar setiap frame dan menghitung bagaimana seharusnya tampilan piksel baru tersebut. Akurasi perangkat lunak upscaling menjadi pertanyaan utama karena ia harus memperkirakan tampilan piksel, tetapi tidak bisa memulihkan detail asli yang memang tidak pernah terekam. Sering kali, memperbesar footage justru membuatnya terlihat lebih lembut.

Penajaman (sharpening) dapat membantu di bagian tepi, tetapi ini dilema Goldilocks: terlalu banyak atau terlalu sedikit sama-sama bisa merusak hasil. Hal yang sama berlaku untuk pengurangan noise yang bisa membuat footage akhir terlihat tidak natural.

Restorasi Profesional dan Upscaling Rumahan

Bagi profesional yang ingin mengonversi video ke 4K, langkah pertama adalah bekerja dari sumber data terbaik yang tersedia, yaitu file sumber asli. Semakin baik kualitas sumber data, semakin baik pula hasil yang bisa dicapai.

Restorasi HD Star Trek: The Next Generation membuktikan betapa rumitnya proses ini jika ingin dilakukan dengan benar. Upgrade yang dipesan CBS pada 2011 itu menggunakan negatif film 35mm asli yang kualitasnya setara resolusi 20 megapiksel untuk meremaster tujuh musim acara tersebut dari kualitas siaran asli ke 1080p untuk rilis Blu-ray. Sebanyak 25.000 gulungan stok film asli digunakan, dengan peningkatan efek visual dan CGI. Prosesnya memakan waktu lebih dari tiga tahun dan dilaporkan menghabiskan biaya lebih dari $12 juta.

Ironisnya, konversi film analog ke video digital justru memudahkan pekerjaan semacam ini. Jika bekerja dengan file master digital lama beresolusi tetap, jumlah piksel yang bisa digunakan sudah pasti. Negatif asli yang digunakan dalam upgrade Star Trek menangkap detail yang jauh lebih banyak daripada yang masuk ke siaran televisi asli.

Sayangnya, ketika file sumber terbaik sudah beresolusi rendah, tidak ada data asli untuk dijadikan acuan. Semua piksel yang hilang adalah tebakan. Hasil terbaiknya akan terlihat cukup meyakinkan, tetapi tidak akan 100 persen akurat.

Sebuah kamera video profesional yang digunakan dalam setting produksi

Berbeda dengan CBS, pengguna rumahan tidak mungkin memiliki $12 juta untuk mengonversi video ke 4K. Pengguna rumahan harus memilih antara interpolasi tradisional atau alat berbasis AI yang lebih baru. Kedua metode ini akan menciptakan piksel tambahan yang diperlukan untuk mengisi frame 4K yang diperbesar, tetapi dengan cara yang berbeda.

Upscaler 4K yang menggunakan interpolasi mengandalkan matematika sederhana. Ia mengambil piksel dari satu frame dan melihat warna serta kecerahan piksel di sekitarnya. Dari sana, algoritma mencoba menghitung bagaimana piksel di sekitarnya akan terlihat. Pada tingkat dasar, hal ini bisa dicapai dengan duplikasi, tetapi algoritma yang lebih canggih fokus pada upaya mempertahankan tepi dan menghindari garis bergerigi. Hasil akhirnya cukup bisa diprediksi, tetapi masalah utamanya adalah kelembutan. Interpolasi tidak bisa secara ajaib menciptakan kembali detail atau tekstur asli.

Upscaling AI mencoba memecahkan masalah tersebut. Model AI dilatih dengan contoh gambar resolusi rendah dan tinggi sehingga dapat mengidentifikasi bagaimana fitur umum seharusnya terlihat di layar. Alih-alih memperkirakan setiap piksel, AI memprediksi seperti apa gambar yang lebih tajam itu. Hasilnya bisa lebih tajam dan lebih meyakinkan, tetapi tetap bukan kecocokan persis dengan dunia nyata. Upscaler AI juga bisa memperkenalkan artefak yang tidak biasa yang tidak ditemukan pada interpolasi. Model AI terus meningkat, sehingga kualitas hari ini mungkin tampak kuno dalam beberapa tahun ke depan.

Seseorang bekerja di editor video pada sebuah PC

Untuk video yang lebih lama, perlu dipikirkan juga masalah interlacing, yaitu frame video yang dibagi menjadi dua bagian oleh garis horizontal ganjil dan genap. Layar modern tidak menggunakan interlacing, tetapi siaran lama untuk layar CRT menggunakannya. Mengonversi video semacam ini memerlukan de-interlacing sebelum upscaling, meskipun kualitas upscale video 480i NTSC ke 4K yang tetap enak ditonton masih dipertanyakan.

Kualitas Sumber Menentukan Hasil Akhir

Tidak bisa hanya memasukkan video 1080p ke upscaler dan berharap mendapatkan video 4K sempurna di akhir. Secara teknis hal ini bisa dicapai dengan memperbesar ukuran frame video, tetapi mendapatkan video yang membesar tanpa kehilangan kualitas sangatlah sulit. Mungkin perlu beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

Hasil lebih mudah didapat jika memiliki materi sumber yang bagus, dan semakin kecil lompatan resolusi, semakin baik. Upscaling dari 1440p ke 4K, misalnya, tidak membutuhkan banyak piksel β€˜palsu’ seperti 1080p ke 4K, atau lebih buruk lagi, 480p ke 4K. Perangkat lunak upscaling 4K hanya bisa menebak seperti apa bagian yang hilang itu seharusnya.

Resolusi bukan satu-satunya faktor yang berperan. Untuk menghemat ruang disk, file video bisa dikompresi dengan bitrate lebih rendah, artinya jumlah data yang disimpan untuk setiap detik video lebih sedikit. Upscaling ke 4K tidak akan membatalkan kompresi itu, dan artefak kompresi umum seperti blok atau banding tidak bisa dihilangkan jika bekerja dari file bitrate rendah. Semuanya kembali ke sumber. Jika sumbernya cukup bagus, upscaling menjadi jauh lebih mudah ditangani.

Tampilan buram seseorang dengan kamera digital yang merekam mereka

Bagi pengguna yang ingin mencoba upscaling sendiri, perlu dipahami bahwa alat upscaling sering menawarkan banyak konfigurasi untuk membantu mendapatkan hasil yang diinginkan, baik menggunakan AI maupun interpolasi. Jika satu kali proses tidak memberikan hasil yang dicari, pengaturan bisa diubah untuk mencoba lagi, asalkan ruang disk mencukupi.

Beberapa TV juga bisa melakukan upscaling secara otomatis dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Namun, hasil terbaik tetap datang dari pemahaman bahwa upscaling adalah proses kompensasi, bukan keajaiban teknis yang bisa mengubah rekaman lama menjadi kualitas sinematik modern. Teknologi AI memang membuat proses ini lebih mudah dan berpotensi lebih baik, tetapi kecocokan yang persis dengan rekaman asli tidak dijamin.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.