Telset.id āĀ Sony sepertinya āgakĀ relaā jika panggung MWC 2017 direbut begitu saja oleh para pesaingnya yang memperkenalkan produk-produk anyar mereka. Sebut saja Nokia yang berhasil menarik perhatian dengan Nokia 3310 versi modern, Huawei dengan seri P10 atau BlackBerry dengan KeyOne-nya.
Untuk itu, raksasa elektronik Jepang ini merilis smartphone flagshipĀ terbaru mereka, yakni Sony Xperia XZ Premium. Ponsel pintar Sony ini membawa berbagai fitur unggulan, salah satunya adalah layar berukuran 5.5 inch dengan resolusi 4K (2160 x 3840 piksel).
[Baca juga:Ā Intip Kehebatan Fitur āSlow Motionā di Sony Xperia XZ Premium]
Selain itu, Sony Xperia XZ Premium juga āmelangkahiā duo Galaxy S8 dengan menggunakan prosesorĀ Octa-coreĀ 2.45GHz Snapdragon 835 SoC yang dibantu dengan adanya RAM 4GB serta memori internal 64GB.
Meski terlihat āwahā, namun sebenarnya Sony Xperia XZ Premium masih ākalahĀ premiumā dibandingkanĀ smartphoneĀ flagship lainnya. Setidaknya, ada 4 hal yang bikin Sony Xperia XZ Premium dirasa kurang premium. Ingin tahu apa saja? Yuk, kita simak ulasannya dari halaman selanjutnya!
Bezel yang Tebal

Memang selintas Xperia XZ Premium tampak lebih besar daripada Xperia Z5 Premium. Tapi Sony sepertinya masih belum mau mengikuti arus desainĀ smartphoneĀ flagship sekarang ini dengan memberikan sentuhan desainĀ borderless seperti pada LG G6, Xiaomi Mi Mix atau Samsung Galaxy S8. Meski begitu, pada desainĀ smartphone ini Sony tetap mempertahankan desain khas mereka yang terlihat premium nan elegan apalagi dengan balutan kaca yang berlapis Gorilla Glass 5 di bagian depan ataupun bagian belakang.
Tidak ada Optical Image Stabilization (OIS)

Sony Xperia XZ Premium memiliki kamera utama berukuran 19MP dengan adanya teknologi Motion Eye Camera. Tak hanya itu saja, kamera tersebut juga sudah dilengkapi dengan adanya fitur Predictive Hybrid Autofocus, kemampuan merekam video 4K, dan fitur unggulan lainnya. Tapi ada satu yang kurang dari kamera canggih Sony ini. Ya, tidak ada teknologi Optical Image Stabilization (OIS) yang rata-rata sudah diterapkan oleh berbagaiĀ smartphone flagship seperti Google Pixel, LG V20, dan lainnya.
Tentu dengan tidak adanya OIS, sensasi merekam video dengan kualitas 4K terasa kurang karena jika hadir fitur OIS, fitur tersebut bisa membantu pengambilan gambar untuk foto atau video terasa lebih ideal. Oh ya, selain kamera utama berukuran 19MP, Xperia XZ Premium juga disematkan kamera depan berukuran 13MP untuk memanjakan pencinta selfie.
Baterai Kurang Besar

Sony Xperia XZ Premium ditenagai dengan baterai berkapasitas 3,230 mAh yang sudah didukung dengan fitur Quick Charge 3.0 dari Qualcomm. Tapi ukuran baterai tersebut akan terlihat lebih kecil jika dibandingkan seri premium lainnya dari Sony yakni Xperia Z5 Premium karenaĀ smartphoneĀ itu memiliki baterai berkapasitas 3,430 mAh.
Tentu seharusnya dan sewajarnya, Sony menyematkan baterai yang lebih besar pada XZ Premium karena selain memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, layar XZ Premium juga sudah berkualitas 4K yang secara tidak langsung membutuhkan daya baterai yang lebih besar.
Memori Internal yang Biasa Saja

Apakah cukup hanya memberikan memori internal sebesar 64GB saja tanpa opsi memori internal lain yang lebih besar, ketikaĀ smartphone ini sudah bisa merekam video berkualitas 4K? Boleh dibilang kurang besar untuk sekelasĀ smartphoneĀ flagship.
Ya, meski bisa menggunakan slot microSD hingga 256GB, tentu alangkah baiknya jika pada XZ Premium memiliki kapasitas memori yang lebih besar atau minimal memberikan pilihan memori internal lain yang lebih besar. (FHP/HBS)




