Telset.id – Pengguna Fitbit Air mulai ramai melaporkan masalah akurasi pelacakan kebugaran di media sosial seperti TikTok dan Reddit. Jika Anda mengalami hal serupa, ada tiga langkah sederhana yang bisa dicoba berdasarkan hasil pengujian langsung.
Seorang jurnalis teknologi dari Tom’s Guide telah menguji Fitbit Air selama hampir sebulan penuh. Perangkat ini diuji dalam berbagai aktivitas seperti berjalan, berlari, mendaki, dan bersepeda, serta dibandingkan dengan wearable lain dan aplikasi Strava. Hasilnya sebagian besar impresif, namun tetap ada beberapa kelemahan teknis yang perlu dipahami pengguna.
Seperti produk konsumen anyar lainnya, Fitbit Air juga memiliki “keanehan” teknis. Namun, dengan semakin banyaknya keluhan akurasi yang beredar, memahami keterbatasan perangkat ini menjadi penting. Berikut tiga cara yang bisa Anda lakukan.
1. Mulai Latihan Secara Manual dari Aplikasi
Fitur pelacakan otomatis (auto-tracking) Fitbit Air masih perlu pengembangan. Saat ini, fitur tersebut hanya bisa mendeteksi jalan kaki, bersepeda, “olahraga”, dan “aktivitas lain”. Lebih dari itu, Anda harus melakukan aktivitas yang didukung selama 15-20 menit berturut-turut agar pelacakan aktif. Ini tentu kurang ideal.
Bagi pelari pemula yang rata-rata berlari sekitar dua mil per sesi di luar ruangan, waktu latihan seringkali kurang dari 20 menit. Akibatnya, Fitbit Air sering gagal mencatat latihan secara otomatis.
Solusinya sederhana: mulailah sesi latihan secara manual untuk aktivitas pilihan Anda di aplikasi Google Health (sebelumnya aplikasi Fitbit) sebelum berolahraga. Dengan cara ini, Anda memastikan setiap latihan tercatat dengan baik. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang fitur kesehatan, baca juga artikel kami tentang Cara Fitbit Hitung Kalori yang terbakar.
Baca Juga:
2. Bawa Ponsel Setiap Saat untuk Akurasi Langkah
Salah satu keluhan terbesar tentang Fitbit Air adalah total hitungan langkah harian yang jauh dari akurat. Namun, ada alasan kuat di balik masalah ini.
Perlu diingat, Fitbit Air tidak memiliki GPS internal. Ini berarti Anda harus selalu membawa ponsel yang sudah dipasangkan jika menginginkan total hitungan langkah harian yang presisi. Fitbit Air “menumpang” pada sinyal GPS ponsel Anda untuk mendapatkan data lokasi yang akurat.
Tanpa ponsel, perangkat hanya mengandalkan sensor gerak internal yang kurang akurat untuk menghitung langkah. Jika Anda sering meninggalkan ponsel saat beraktivitas, jangan heran jika data langkah harian Anda tidak sesuai kenyataan. Untuk informasi lebih lanjut tentang aksesori, lihat artikel tentang Cara Pasang Fitbit Air dan jam tangan di satu tali.
3. Selalu Bawa Ponsel Saat Melacak Aktivitas Luar Ruangan
Sama halnya dengan hitungan langkah, jika Anda menginginkan data lari, jalan, atau bersepeda yang akurat dalam laporan pasca-latihan, Anda harus membawa ponsel. Tanpa ponsel, metrik seperti jarak dan kecepatan akan sangat tidak akurat.
Dalam pengujian, memulai latihan luar ruangan dari ponsel lalu meninggalkannya tetap menghasilkan upaya terbaik dari Fitbit Air untuk mengukur statistik berbasis lokasi. Namun, hasilnya jauh dari andal.
Perlu dicatat juga bahwa Fitbit Air tidak memiliki altimeter internal. Sama seperti GPS, wearable ini bergantung pada ponsel yang dibawa untuk mendapatkan informasi ketinggian.
Pada akhirnya, Google mungkin perlu menambahkan peringatan di aplikasi Google Health saat pengguna memulai latihan luar ruangan. Peringatan tersebut harus menyatakan bahwa ponsel diperlukan untuk data yang akurat. Alternatifnya, Google bisa mematikan semua metrik berbasis lokasi dalam laporan pasca-latihan saat tidak ada data GPS atau altimeter. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perubahan aplikasi, baca artikel tentang Aplikasi Fitbit Resmi Tutup yang digantikan Google Health App.
Langkah-langkah ini setidaknya bisa membantu pengguna lebih memahami keterbatasan teknis Fitbit Air. Dengan memahami cara kerja perangkat, Anda bisa mengoptimalkan penggunaannya dan mendapatkan data kebugaran yang lebih akurat.





Komentar
Belum ada komentar.