Cara Mematikan Login Windows 10

10 Tips untuk Menghemat Baterai Laptop Windows 10

Penulis:Bayu Sadewo
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Meski teknologi smartphone sudah semakin maju, namun hingga kini belum bisa menggesar posisi laptop sebagai perangkat kerja favorit. Sama seperti smartphone, perkembangan teknologi laptop juga terus berkembang. Namun semua kecanggihan yang dihadirkan belum diimbangi dengan ketahanan baterai laptop.

Hampir semua perangkat elektronik, seperti smartphone, tablet, dan juga laptop, masih memiliki kelemahan yang belum ada “obatnya”, yakni ketahahan baterai! Jika Anda melihat laptop sekarang, desainnya semakin apik, tipis, dan ringan, sehingga makin nyaman saat ditenteng kemana-kemana untuk bekerja.

Dari sisi performa, tak usah diragukan lagi. Laptop kini dibekali teknologi yang semakin canggih dan pintar. Tapi seperti yang sudah kami katakana sebelumnya, kecanggihan sebuah laptop akan menjadi “tak berguna” jika tidak diimbangi dengan ketahanan baterai yang mumpuni.

Kelemahan ketahanan baterai ini belum ada obatnya, karena perangkat elektronik seperti laptop sangat tergantung dengan sumber daya dari baterai yang memiliki batas waktu terbatas. Sebagai pengguna, kita hanya harus pintar-pintar agar baterai laptop tetap awet.

Untuk itu, kali ini Tim Telset.id akan memberikan beberapa tips menghemat baterai laptop. Tips yang kami berikan ini lebih dikhususkan untuk laptop dengan Windows 10. Nah, silahkan simak tipsnya berikut ini:

1. Aktifkan Mode Battery Saver

Pada sistem operasi Windows 10 sudah dilengkapi dua mode daya, yakni mode penghemat baterai (battery saver) dan mode normal. Tentu jika Anda ingin baterai laptop lebih irit, maka mode battery saver yang harus diaktifkan. Saat Anda mengaktifkan fitur ini, maka secara otomatis akan mengatur penggunaan daya di laptop Windows 10.

Secara default, mode battery saver akan aktif ketika baterai laptop Anda tinggal tersisa 20%. Jika Anda sering bekerja mobile atau di luar, Anda dianjurkan untuk menaikkan persentasenya agar baterai laptop tahan lebih lama.

Bagaimana cara mengatur mode battery saver? Caranya, Anda bisa membuka Settings > System > Battery > Battery saver settings > lalu sesuaikan ke persentase yang Anda inginkan.

2. Ubah Power Plan

Selain mengaktifkan mode battery saver di Windows 10, Anda juga harus mengubah power plan pada fitur Power Saver, agar baterai laptop bisa lebih hemat. Untuk menggunakan fitur ini, Anda bisa klik kanan ikon baterai > Power Options > Ubah ke Power Saver.

Setelah mengubahnya, Anda bisa menggunakan laptop tanpa charging dalam waktu yang lama, meski performa laptop Windows 10 tetap akan turun. Seperti diketahui, Windows memang sudah dilengkapi dengan beberapa power plan secara default yang bisa Anda modifikasi, bahkan Anda bisa membuat yang baru dari awal.

Untuk melakukannya cukup klik kanan icon baterai di System tray > Power options > Change plan settings di power plan yang ingin Anda modifikasi > Change advanced power settings. Jika sudah, Anda bisa mengaturnya secara manual.

3. Power & Sleep

Pada Windows 10, Anda bisa mengatur berapa lama layar akan mati otomatis saat laptop dalam kondisi idle atau tidak digunakan. Anda bisa mengaturnya melalui Settings > System > Power & sleep.

Cara ini cukup efektif untuk menghemat baterari, karena saat Anda tidak sedang menggunakan laptop, daya baterai laptop tidak terbuang sia-sia untuk menyalakan layar. Anda bisa mengatur layar akan mati secara otomatis jika dalam 1 atau 2 menit laptop tidak digunakan.

4. Aktifkan Brightness Adaptive

Layar merupakan salah satu komponen laptop yang paling rakus daya baterai. Oleh sebab itu, Anda harus mengaturnya agar layar tidak banyak menyedot daya. Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan menurunkan brightness layar laptop Anda.

Sebenarnya Windows 10 sudah secara otomatis dapat mengontrol kecerahan layar dengan bantuan fitur inbuilt, yang akan meredupkan layar bila berada dalam gelap. Nah, untuk mengaktifkan Brightness Adaptive, Anda bisa mengaktifkan fungsi di Power Options. Caranya sebagai berikut:

  • Buka Power Options pada Windows 10, kemudian klik Change plan settings. Kami sarankan pada mode power saver.
  • Selanjutnya, klik Change advanced power settings. Pada bagian bawah tab Advanced Settings, gulir ke bawah untuk menemukan Display dan klik (+).
  • Setelah itu, aktifkan Adaptive Brightness dan klik Ok untuk menyimpan pengaturan.

Perlu diketahui, fitur ini hanya akan bekerja jika laptop Anda memiliki sensor cahaya ambient diinstal.

5. Matikan Live Tiles

Windows 10 memiliki fitur menarik, Live Tiles. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi secara real-time. Meski terlihat canggih dan cukup menarik, namun mungkin tidak semua orang membutuhkan fitur Live Tiles.

Padahal, selain memakan kuota internet yang lumayan besar untuk menampilkan informasi, fitur ini juga menguras daya baterai. Nah, makanya jika tidak terlalu membutuhkannya, sebaiknya fitur ini dinonaktifkan saja.

Cara menonaktifkan fitur Live Tiles, klik Start Menu dengan cara tekan logo Windows pada bagian pojok kiri bawah. Kemudian klik kanan pada salah satu Tiles, lalu pilih opsi Turn live tile off. Kini fitur Live Tiles di laptop Anda sudah dinonaktifkan.

6. Uninstall Aplikasi yang Tidak Perlu

Saat memberikan update Windows 10, Microsoft kadang menambahkan sejumlah aplikasi baru. Oleh sebab itu, Anda harus sering-sering mengecek, jika ada aplikasi baru yang tidak Anda butuhkan, sebaiknya dihapus saja. Kenapa harus dihapus?

Karena beberapa aplikasi tersbut mungkin terhubung ke Internet dan menampilkan informasi terbaru di Tiles. Hal itu tentu saja secara otomatis juga akan menyedot baterai. Jadi, lebih baik aplikasi yang tak berguna harus dihapus saja, agar baterai laptop bisa menjadi lebih irit.

Selain itu, ada beberapa software yang dirancang untuk memantau aktivitas secara real-time pada laptop. Misalnya, aplikasi PC Suite menunggu perangkat yang akan terhubung. Anda memang tidak dapat menghilangkan aplikasi tersebut, tetapi Anda bisa menutupnya saat aplikasi itu sedang tidak dibutuhkan.

7. Nonaktifkan Program Start-up

Program start-up akan secara otomatis memulai aplikasi apapun ketika laptop dinyalakan. Program ini berjalan di background, memakan resource, dan sudah pasti menggerus konsumsi daya baterai.

Malah terkadang aplikasi yang Anda install akan secara otomatis menjadi program start-up, meskipun tidak diperlukan. Makanya, jika memang ada program tidak Anda butuhkan untuk berjalan otomatis di background, sebaiknya dinonaktifkan saja dari program start-up.

Untuk menonaktifkannya dengan cara klik kanan Start Menu > Task Manager > Startup > dan disable program yang tidak penting.

Yang perlu Anda ketahui, semakin sedikit program start-up yang berjalan, maka baterai laptop Windows 10 Anda akan bisa lebih tahan awet.

8. Mematikan Aplikasi di Background Apps

Tak cukup hanya mematikan program startup, karena Anda juga harus mematikan sejumlah aplikasi Background Apps. Caranya dengan membuka menu Settings > Privacy > Background Apps, lalu matikan background apps yang tidak pernah digunakan.

Ada beberapa contoh aplikasi background yang jarang digunakan, seperti Groove Music, Get Office, Weather, dan Xbox, dll. Aplikasi-aplikasi jika memang tidak pernah menggunakannya. Semakin banyak aplikasi background yang Anda nonaktifkan, maka baterai laptop bisa semakin irit.

9. Throttle Prosesor

Cara berikut ini mungkin belum banyak yang tahu, padahal sangat membantu menjaga baterai tetap awet. Meski Anda aktif menggunakan laptop, tapi tidak setiap waktu pekerjaan Anda membutuh prosesor dengan potensi penuh. Oleh sebab itu, Anda bisa mengurangi kinerja maksimum kapasitas prosesor. Hasilnya cukup efektif, karena dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan tambahan 30 menit lebih awet. Caranya sebagai berikut:

  • Buka Power Options pada Windows 10, kemudian klik Change plan settings (disarankan pada mode power saver).
  • Klik Change advanced power settings.
  • Di bawah tab Advanced Settings, gulir ke bawah untuk menemukan Processor power management dan klik (+).
  • Lalu klik (+) pada Maximum processor state, dan klik pilihan On-battery dan kurangi sampai 20%.
  • Kemudian klik Ok, untuk menyimpan pengaturan.

Setelah Anda memilih mode power saver, maka Anda akan membatasi kekuatan pemrosesan, dan ini hanya berlaku ketika laptop menggunakan baterai saja. Sebagai catatan, mengurangi kekuatan pemrosesan CPU akan mempengaruhi performa laptop. Jadi sebaiknya buka aplikasi yang ringan saja.

10. Jaga Kebersihan Laptop

Hal ini mungkin nampaknya sepele, padahal sangat mempengaruhi daya tahan baterai laptop. Pada dasarnya, air dan debu merupakan musuh utama perangkat elektronik, tak terkecuali untuk laptop. So, ada baiknya Anda merawat dan menjaga kondisi laptop tetap bersih.

Yang perlu Anda perhatikan juga adalah tempat untuk menaruh laptop. Biasanya karena gampang dibawa-bawa, Anda tidak memperhatikan dimana harus menempatkannya. Karena bisa membuat sirkulasi panas laptop tidak lancar, yang akhirnya bisa merusak komponen-komponen laptop, termasuk baterai. [HBS]