Ilustrasi fitur Privacy Display pada Samsung Galaxy S26 Ultra yang menjadi inspirasi Xiaomi

Xiaomi Siapkan Fitur Privasi Layar Mirip Galaxy S26 Ultra

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Xiaomi dikabarkan mengembangkan fitur privasi layar mirip Galaxy S26 Ultra
  • Fitur akan debut sebagai bagian dari update HyperOS 4 tahun ini
  • Bocoran dari tipster Yogesh Brar, kemungkinan solusi berbasis software
  • Pendekatan software memungkinkan fitur dibawa ke perangkat lawas
  • Galaxy S26 Ultra menggunakan teknologi Flex Magic Pixel berbasis hardware
  • Solusi software tidak mengorbankan tingkat kecerahan layar
  • Xiaomi kemungkinan meniru pendekatan Privacy Shade BlackBerry

Telset.id – Xiaomi dikabarkan tengah mengembangkan fitur privasi layar yang mirip dengan Privacy Display yang diperkenalkan Samsung Galaxy S26 Ultra. Bocoran ini datang dari tipster Yogesh Brar yang melaporkan bahwa fitur tersebut akan menjadi bagian dari pembaruan HyperOS 4 yang dijadwalkan rilis tahun ini.

Fitur Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra memungkinkan pengguna untuk mencegah orang lain mengintip konten di layar. Teknologi ini menggunakan display Samsung dengan Flex Magic Pixel yang memungkinkan pixel bergerak secara fisik untuk menyempitkan sudut pandang. Pengguna bisa memilih untuk mempersempit sudut pandang di seluruh layar atau hanya di bagian tertentu.

Namun, bocoran yang beredar tidak mengungkap detail teknis soal fitur yang dikembangkan Xiaomi. Jika benar fitur ini hadir sebagai bagian dari HyperOS 4, kemungkinan besar solusi yang diterapkan Xiaomi berbasis software, bukan hardware seperti milik Samsung. Ada kemungkinan lain bahwa Xiaomi sedang mengerjakan ponsel dengan hardware khusus untuk layar privasi, dan HyperOS 4 hanya akan mengaktifkan fitur tersebut.

Sejarah mencatat, saat fitur Privacy Display Samsung pertama kali dilaporkan, fitur itu ditemukan di software terlebih dulu sebelum muncul secara fisik. Namun, bocoran terbaru mengindikasikan bahwa pendekatan Xiaomi lebih condong ke solusi software murni.

Xiaomi kemungkinan akan meniru pendekatan yang pernah dilakukan BlackBerry. Ponsel Android BlackBerry dulunya memiliki fitur Privacy Shade yang dapat menghitamkan seluruh bagian layar, kecuali area kecil yang dapat disentuh, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (31/5/2026).

Galaxy S26 Ultra menggunakan display Samsung dengan teknologi Flex Magic Pixel. Teknologi ini memungkinkan pixel di layar bergerak secara fisik, sehingga bisa menyempitkan sudut pandang layar. Hal ini tidak mungkin bisa diwujudkan jika hanya menggunakan pendekatan software. Di sisi lain, teknologi baru ini membuat display Galaxy S26 Ultra terlihat lebih redup dibandingkan layar Galaxy S25 Ultra.

Solusi berbasis software mungkin kurang ambisius, tapi secara teori tidak perlu mengorbankan tingkat kecerahan layar. Keuntungan besar lainnya dari pendekatan berbasis software adalah Xiaomi dapat membawa fitur ini ke lebih banyak perangkat lawas menggunakan update sistem operasi. Artinya, pengguna ponsel Xiaomi lawas tidak perlu upgrade ke perangkat terbaru jika ingin menjajal fitur ini.

Bagi pengguna yang menginginkan privasi lebih saat menggunakan ponsel di tempat umum, Fitur Terbaru ini bisa menjadi solusi menarik. Samsung Galaxy S26 Ultra telah membuktikan bahwa teknologi layar privasi bisa diimplementasikan, meski dengan pendekatan hardware yang kompleks.

Xiaomi sendiri terus memperluas ekosistem perangkatnya. Selain ponsel, perusahaan juga aktif merilis Smart Home Terbaru untuk pasar global. Baru-baru ini, Xiaomi juga meluncurkan berbagai perangkat wearable seperti Jam Tangan Premium dengan harga terjangkau.

Kehadiran fitur privasi layar di HyperOS 4 akan menjadi nilai tambah bagi ekosistem Xiaomi. Jika benar berbasis software, fitur ini bisa diadopsi oleh banyak perangkat, termasuk seri lawas. Ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna setia Xiaomi yang tidak ingin berganti perangkat hanya demi mendapatkan fitur privasi.

Belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi mengenai bocoran ini. Namun, jika mengikuti pola sebelumnya, perusahaan biasanya mengumumkan fitur baru beberapa bulan sebelum peluncuran HyperOS 4. Pengguna bisa menantikan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.

Dari sisi persaingan, langkah Xiaomi mengikuti jejak Samsung menunjukkan bahwa fitur privasi layar mulai menjadi tren di industri ponsel. Vendor lain kemungkinan juga akan mengadopsi teknologi serupa dalam waktu dekat. Ini adalah perkembangan positif bagi konsumen yang semakin peduli dengan privasi data mereka.

Bagi pengguna yang tertarik dengan fitur ini, disarankan untuk menunggu pengumuman resmi dari Xiaomi. Sementara itu, pengguna Galaxy S26 Ultra sudah bisa menikmati fitur Privacy Display dengan teknologi Flex Magic Pixel yang lebih canggih, meski dengan konsekuensi layar yang lebih redup.

Keputusan Xiaomi untuk mengadopsi pendekatan software patut diapresiasi karena lebih inklusif. Namun, efektivitasnya dalam mencegah pengintaian masih harus diuji. Teknologi hardware Samsung memang lebih canggih, tapi solusi software Xiaomi bisa menjangkau lebih banyak pengguna.

Perkembangan ini menarik untuk diikuti, terutama bagi penggemar teknologi yang selalu ingin tahu inovasi terbaru di industri ponsel. Fitur privasi layar bisa menjadi standar baru dalam beberapa tahun ke depan, mirip seperti fitur fingerprint atau face unlock yang kini sudah umum.

Xiaomi tampaknya tidak ingin ketinggalan dalam tren ini. Dengan basis pengguna yang besar, fitur privasi layar berbasis software bisa menjadi pembeda yang signifikan di pasar. Apalagi jika fitur ini bisa dijalankan di berbagai model ponsel, dari kelas entry-level hingga flagship.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Xiaomi dan HyperOS 4. Jika bocoran ini benar, tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi pengguna Xiaomi dengan berbagai fitur baru yang inovatif.

Komentar

Belum ada komentar.