Telset.id – Xiaomi resmi memperluas lini smartphone 17 series dengan menghadirkan dua model midrange, Xiaomi 17T Pro dan Xiaomi 17T, yang membawa kamera telefoto 5x dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan flagship 17 Ultra. Langkah ini menunjukkan strategi Xiaomi untuk mendemokratisasi fitur fotografi premium ke segmen harga menengah.
Kedua ponsel ini diumumkan pada akhir Mei 2026, beberapa bulan setelah peluncuran Xiaomi 17 Ultra yang mendapat pujian berkat kamera satu inci-nya. Meski tidak memiliki sensor kamera satu inci, seri 17T menawarkan spesifikasi yang tidak biasa untuk kelas midrange, termasuk kamera telefoto 5x, baterai silikon-karbon berkapasitas besar, dan layar dengan refresh rate tinggi.
Xiaomi 17T Pro hadir dengan layar AMOLED 6,83 inci resolusi 1,5K (2.772 x 1.280 piksel), refresh rate hingga 144Hz, dan kecerahan puncak 3.500 nits. Kamera utamanya menggunakan sensor 50 megapiksel dengan lensa buatan Leica (bukaan f/1.67) dan OIS (optical image stabilization). Sementara itu, kamera telefoto 5x-nya memiliki lensa f/3.0 dengan OIS, mendukung zoom digital hingga 120x berteknologi AI “Ultra Zoom” serta kemampuan makro. Melengkapi konfigurasi kamera, terdapat pula kamera ultrawide 12MP.
Sementara itu, Xiaomi 17T yang lebih kecil tetap membawa kamera telefoto 5x, layar AMOLED 6,59 inci resolusi 1,5K dengan refresh rate hingga 120Hz dan kecerahan puncak 3.500 nits. Dari segi kamera, kecuali tidak adanya lensa Leica, komposisi sensornya identik: sensor utama 50MP dengan bukaan f/1.7 dan OIS, telefoto 50MP dengan OIS, serta ultrawide 12MP yang sama.
Patut dicatat, banyak ponsel flagship sekalipun jarang mencapai zoom optik 5x dan biasanya harus melakukan crop untuk mencapai level tersebut. Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro maksimal hanya memiliki zoom optik 4x.
Kedua ponsel ini ditenagai oleh prosesor MediaTek, meskipun varian Pro sedikit lebih bertenaga. Xiaomi 17T Pro menggunakan chipset 3nm Dimensity 9500, sedangkan Xiaomi 17T mengandalkan Dimensity 8500-Ultra 4nm. Meskipun masuk kategori midrange, arsitektur kecil dari chipset ini memungkinkan efisiensi baterai yang optimal, terutama dipadukan dengan baterai silikon-karbon. Xiaomi 17T Pro dibekali baterai raksasa 7.000mAh, sementara Xiaomi 17T memiliki baterai 6.500mAh. Keduanya mendukung pengisian cepat 100W jika menggunakan charger yang kompatibel.
Kolaborasi Xiaomi dengan Leica terus berlanjut, bahkan pada ponsel yang lebih murah ini. Seri 17T memperkenalkan fitur kamera baru bernama Leica Live Moment, yang merupakan interpretasi Xiaomi terhadap fitur Live Photos milik Apple. Selain foto diam, kedua ponsel ini juga merekam cuplikan video pendek yang tersedia di semua sensor kamera, dengan menerapkan “estetika khas” Leica. Fitur ini juga berfungsi dalam mode Portrait.
Xiaomi mengumumkan bahwa perangkat ini akan tersedia secara online dan di beberapa toko ritelnya di Inggris dan Eropa. Xiaomi 17T Pro dibanderol dengan harga £799 (sekitar $1.070), sedangkan Xiaomi 17T mulai dari £650 (sekitar $871). Sayangnya, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di pasar Amerika Serikat.
Bagi konsumen yang mencari ponsel dengan fitur fotografi setara flagship namun dengan budget lebih terbatas, seri 17T menawarkan nilai yang menarik. Kehadiran kamera telefoto 5x di segmen midrange merupakan langkah berani yang bisa mengubah ekspektasi pasar. Sementara itu, Xiaomi juga terus berinovasi di segmen lain, seperti yang terlihat pada Fitur Terbaru dari seri 17 Max yang membawa kamera 200MP dan baterai 8.000 mAh.
Baca Juga:
Dengan strategi harga yang agresif, Xiaomi tampaknya ingin menjaring konsumen yang menginginkan pengalaman fotografi premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Kehadiran baterai silikon-karbon berkapasitas besar juga menjadi nilai tambah yang signifikan di segmen ini. Namun, ketiadaan lensa Leica pada varian standar Xiaomi 17T mungkin menjadi pertimbangan bagi penggemar berat kolaborasi tersebut.
Di sisi lain, tren kenaikan harga komponen, termasuk chip memori, telah mendorong Xiaomi untuk memberikan peringatan terkait harga smartphone ke depannya. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi konsumen yang berencana melakukan upgrade. Seperti yang diungkapkan dalam laporan sebelumnya, Harga Terbaru smartphone diperkirakan akan terus naik, sehingga memilih perangkat yang tepat saat ini menjadi semakin penting.
Implikasi dari peluncuran ini adalah semakin ketatnya persaingan di segmen midrange premium. Xiaomi tidak hanya bersaing dengan merek lain, tetapi juga dengan lini produknya sendiri. Konsumen kini memiliki opsi yang lebih beragam dengan spesifikasi yang mendekati flagship, namun dengan harga yang lebih bersahabat.
Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana respons pasar terhadap strategi ini, terutama di kawasan Asia dan Eropa yang menjadi target utama penjualan. Sementara itu, bagi penggemar teknologi di Indonesia, belum ada kepastian mengenai kapan seri ini akan masuk pasar Tanah Air. Namun, melihat tren sebelumnya, kemungkinan besar Xiaomi akan membawa lini ini ke Indonesia dalam waktu dekat.
Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, seri Xiaomi 17T layak menjadi pertimbangan bagi mereka yang mencari ponsel dengan kemampuan fotografi mumpuni tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar flagship. Inovasi seperti baterai silikon-karbon dan kamera telefoto 5x di kelas midrange menunjukkan bahwa Xiaomi serius dalam menghadirkan teknologi terdepan ke lebih banyak pengguna.
Sementara itu, bagi para pengguna yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang strategi bisnis Xiaomi, termasuk isu kenaikan harga dan pengembangan AI untuk mobil listrik, informasi selengkapnya bisa disimak melalui Framework AI yang baru saja dirilis perusahaan.
Secara keseluruhan, Xiaomi 17T series membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu datang dengan harga selangit. Dengan spesifikasi yang solid dan fitur unggulan seperti kamera telefoto 5x, baterai besar, dan dukungan pengisian cepat, seri ini siap menjadi pemain kunci di segmen midrange tahun 2026.





Komentar
Belum ada komentar.