XGIMI MemoMind One smart glasses tanpa kamera dengan layar proyeksi hijau

XGIMI MemoMind One: Kacamata Pintar Tanpa Kamera, Solusi Privasi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • XGIMI MemoMind One adalah kacamata pintar tanpa kamera, solusi privasi dari kekhawatiran perekaman diam-diam
  • Menggunakan proyektor internal untuk menampilkan layar monokrom hijau mengambang di depan mata
  • Fitur: notifikasi, cuaca, waktu, audio internal, mikrofon, asisten AI, tombol fisik
  • Mirip Even Realities G2 tapi lebih unggul dengan audio dan mikrofon
  • Harga pre-order Kickstarter $399, harga eceran $599
  • Langganan Memo+ $20/bulan untuk AI lebih baik dan fitur Moments perekam lingkungan
  • Kelemahan: kelelahan mata awal, kurang fitur dasar seperti timer dan alarm
  • Keunggulan: privasi terjaga, desain tidak mencolok, tidak ada risiko merekam orang lain
  • Tersedia melalui Kickstarter dengan diskon $200

Telset.id – Kekhawatiran privasi akibat kamera tersembunyi di kacamata pintar mendorong XGIMI menghadirkan alternatif radikal: XGIMI MemoMind One. Produk ini sepenuhnya menghilangkan kamera, membuktikan bahwa fungsi inti kacamata pintar tidak memerlukan lensa perekam.

Perusahaan yang dikenal lewat proyektor terbaik ini memanfaatkan keahliannya untuk menciptakan kacamata dengan proyektor internal. Layar monokrom hijau mengambang di depan mata pengguna, menampilkan informasi penting seperti notifikasi, cuaca, dan waktu dalam dashboard ringkas. Layar hanya muncul beberapa detik dan tidak terlihat oleh orang di depan pengguna, kecuali sedikit semburat hijau dari sudut tertentu.

Author wearing the XGIMI MemoMind One smart glasses

Fungsionalitasnya mirip dengan Even Realities G2, tetapi lebih unggul berkat dukungan audio dan mikrofon internal. Pengguna bisa memutar audio dari YouTube, TikTok, atau Spotify, melakukan panggilan, membuat catatan, dan berinteraksi dengan asisten AI. Ketiadaan touchpad digantikan tombol fisik di bawah pelipis kanan, tanpa perlu cincin pintar tambahan.

Meski menjanjikan, mata pengguna butuh beberapa hari untuk beradaptasi dengan layar mengambang. Kelelahan mata terjadi selama 3-4 hari pertama hingga pengguna menyesuaikan jarak tampilan lewat aplikasi pendamping. Kelemahan terbesar justru pada perangkat lunak yang kekurangan fitur dasar seperti pengatur waktu, alarm, dan pengingat.

Integrasi kalender, notifikasi, dan tingkatan AI Memo dasar gratis. Namun, langganan Memo+ seharga sekitar $20 per bulan menawarkan mesin AI lebih baik dan fitur Moments yang merekam serta mentranskripsikan lingkungan secara terus-menerus di latar belakang. Fitur ini menimbulkan kekhawatiran privasi baru karena merekam aktivitas 24/7 dengan biaya berlangganan.

XGIMI MemoMind One tersedia melalui Kickstarter dengan diskon hampir $200 dari harga eceran $599. Varian mulai dari $399. Kacamata ini membuktikan bahwa inovasi kacamata pintar tidak hanya soal menambahkan kamera, tetapi juga menghadirkan layar mengambang sebagai nilai tambah yang lebih baik untuk penggunaan sehari-hari.

Keputusan XGIMI untuk menghilangkan kamera memberikan angin segar di tengah kekhawatiran privasi yang meningkat. Meta baru saja merilis pembaruan wajib yang menonaktifkan kamera jika LED privasi dirusak. Langkah ini menunjukkan bahwa industri mulai menyadari pentingnya melindungi privasi pengguna dari potensi penyalahgunaan.

Bagi pengguna yang mencari alternatif aman dari kacamata berkamera, MemoMind One menawarkan pengalaman lebih privat tanpa mengorbankan fungsionalitas. Tidak ada risiko merekam orang lain secara diam-diam, sehingga pengguna tidak perlu khawatir terlihat seperti “mengintai” saat memakainya di tempat umum.

Namun, fitur Moments berbayar justru menimbulkan paradoks privasi. Merekam lingkungan 24/7 dengan biaya berlangganan bulanan bisa dianggap lebih invasif dibanding kamera biasa. Keputusan ada di tangan pengguna apakah fitur ini sepadan dengan risiko privasi yang ditimbulkan.

Dari segi desain, XGIMI berhasil membuat kacamata yang tidak terlalu mencolok. Tampilannya lebih mirip kacamata biasa dibanding kebanyakan kacamata pintar lain yang sering terlihat aneh. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin tetap tampil stylish tanpa mengorbankan teknologi.

Keterbatasan perangkat lunak menjadi catatan penting. Fitur dasar seperti pengatur waktu dan alarm seharusnya menjadi standar untuk perangkat yang mengklaim sebagai asisten sehari-hari. XGIMI perlu segera memperbarui perangkat lunak agar pengalaman pengguna lebih lengkap dan memuaskan.

Harga $599 untuk varian komersial cukup kompetitif mengingat fitur layar proyeksi dan audio internal. Namun, langganan bulanan $20 untuk fitur AI premium bisa memberatkan pengguna dalam jangka panjang. Perbandingan dengan produk Apple yang juga menghadapi isu harga menunjukkan bahwa nilai jangka panjang menjadi pertimbangan utama konsumen.

Keberhasilan MemoMind One di Kickstarter menunjukkan bahwa pasar merespons positif pendekatan tanpa kamera. Ini bisa menjadi tren baru di industri kacamata pintar, di mana privasi menjadi fitur utama bukan sekadar tambahan. Produsen lain mungkin akan mengikuti jejak XGIMI dalam waktu dekat.

Bagi pengguna yang sering berada di lingkungan sensitif seperti kantor pemerintah, rumah sakit, atau area pribadi, kacamata ini menjadi solusi ideal. Tidak ada risiko melanggar aturan larangan kamera, namun tetap bisa menikmati kemudahan notifikasi dan asisten AI langsung di depan mata.

Kualitas audio dari speaker internal cukup memadai untuk panggilan dan mendengarkan musik. Meski tidak sebaik headphone khusus, untuk penggunaan sehari-hari sudah lebih dari cukup. Mikrofonnya juga mampu menangkap suara dengan jelas dalam berbagai kondisi.

Daya tahan baterai menjadi faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Layar proyeksi dan konektivitas AI mengonsumsi daya cukup besar, sehingga pengguna mungkin perlu mengisi ulang di tengah hari. XGIMI belum merinci spesifikasi baterai secara detail.

Secara keseluruhan, XGIMI MemoMind One membuktikan bahwa masa depan kacamata pintar tidak harus selalu mengandalkan kamera. Dengan fokus pada privasi dan fungsionalitas layar proyeksi, produk ini menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang peduli dengan keamanan data pribadi.

Keputusan untuk tidak menyertakan kamera justru menjadi nilai jual utama di era di mana privasi menjadi komoditas langka. XGIMI berhasil membedakan diri dari kompetitor seperti Meta Ray-Ban dan Rokid yang masih mengandalkan kamera sebagai fitur andalan.

Bagi konsumen Indonesia, ketersediaan melalui Kickstarter berarti harus bersabar menunggu pengiriman internasional. Harga $399 untuk pre-order setara sekitar Rp 6,4 juta, cukup terjangkau untuk kacamata pintar dengan fitur unik ini.

XGIMI perlu memastikan pembaruan perangkat lunak rutin untuk mengatasi kekurangan fitur dasar. Komunitas pengguna Kickstarter biasanya aktif memberikan masukan, yang bisa menjadi bahan berharga untuk pengembangan produk selanjutnya.

Dengan pendekatan berani meninggalkan kamera, XGIMI membuka jalan baru bagi industri kacamata pintar. Produk ini layak dipertimbangkan bagi siapa pun yang ingin merasakan teknologi masa depan tanpa mengorbankan privasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.