Galaxy Z Fold8 Ultra menjalani uji durabilitas dan teardown

Uji Durabilitas Galaxy Z Fold8 Ultra: Layar Lipat Bertahan Satu Tekukan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Galaxy Z Fold8 Ultra lolos uji tekukan pertama namun layar lipat rusak pada tekukan kedua
  • Layar penutup menggunakan Gorilla Glass Ceramic 3, tahan gores hingga level 6-7 Mohs
  • Layar lipat dalam tergores di level 2 dan alur dalam di level 3 skala Mohs
  • Api terbuka menyebabkan kerusakan permanen pada layar lipat
  • Engsel mengeluarkan suara berderak saat terkena debu namun layar tetap berfungsi
  • Biaya perbaikan layar lipat diperkirakan $639
  • Empat komponen engsel identik ditemukan, mirip tapi tidak sama dengan Fold8
  • Harga Galaxy Z Fold8 Ultra mulai dari $2.099,99 untuk varian 256GB

Telset.id – Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra baru saja menjalani uji durabilitas dan teardown, dan hasilnya menunjukkan bahwa layar lipatnya hanya mampu bertahan satu kali tekukan sebelum akhirnya rusak. Hal ini menjadi sorotan utama karena pendahulunya, Galaxy Z Fold7, tidak terlalu impresif dalam pengujian serupa.

Galaxy Z Fold8 Ultra diluncurkan sebagai penerus Galaxy Z Fold7 bulan lalu, bersamaan dengan Galaxy Z Fold8 yang lebih lebar. Kini, giliran Galaxy Z Fold8 Ultra untuk mendapatkan pengujian ketahanan lengkap, mulai dari uji gores, uji panas, hingga uji tekuk. Hasil pengujian ini penting bagi calon pembeli yang ingin mengetahui seberapa tangguh perangkat lipat terbaru Samsung tersebut.

Pengujian dimulai dari layar penutup (cover screen) yang dilindungi Gorilla Glass Ceramic 3. Layar ini mampu bertahan dari goresan hingga level 6 pada skala Mohs, dengan alur yang lebih dalam mulai muncul di level 7. Hasil ini sesuai dengan ekspektasi standar untuk kaca pelindung pada smartphone premium.

Namun, masalah utama justru ditemukan pada layar lipat bagian dalam. Layar yang juga berfungsi sebagai pelindung layar yang tidak dapat dilepas ini sudah tergores di level 2 dan menunjukkan alur yang lebih dalam di level 3 pada skala Mohs. Meskipun hasil ini masih tergolong wajar untuk layar foldable, tetap menjadi catatan penting bagi pengguna yang menginginkan ketahanan maksimal.

Pengujian juga mencakup ketahanan terhadap api terbuka. Satu kali sentuhan dengan api terbuka terbukti menyebabkan kerusakan permanen pada layar lipat Galaxy Z Fold8 Ultra. Selain itu, saat diuji dengan debu dan kotoran, engsel perangkat mengeluarkan suara berderak, namun layar lipatnya tetap berfungsi dengan baik.

Bagian paling menarik dari pengujian ini adalah uji tekuk (bend test). Galaxy Z Fold8 Ultra berhasil melewati uji tekukan pertama tanpa mengalami kerusakan sama sekali. Namun, ketika ditekuk untuk kedua kalinya, layar lipatnya akhirnya rusak. Perbaikan layar ini diperkirakan memakan biaya sekitar $639 atau sekitar Rp 10 jutaan.

Video pengujian juga menampilkan proses pembongkaran perangkat secara detail setelah serangkaian uji durabilitas selesai dilakukan. Proses teardown ini mengungkap empat komponen engsel yang identik di dalam Galaxy Z Fold8 Ultra. Komponen-komponen tersebut terlihat mirip dengan engsel yang digunakan pada Galaxy Z Fold8, namun ternyata tidak sepenuhnya sama.

Meskipun Galaxy Z Fold8 Ultra berhasil melewati uji tekukan pertama dengan baik, kegagalan pada tekukan kedua menjadi pertanyaan besar. Samsung sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pengujian ini. Namun, data ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang sering membuka dan menutup layar lipat perangkat mereka.

Sebagai perbandingan, Samsung juga baru saja merilis berbagai produk lain di tahun 2026 ini. Monitor gaming terbaru dari Samsung bahkan diklaim memiliki refresh rate 1.100Hz. Sementara itu, uji baterai 7.000 mAh juga tengah dilakukan untuk Galaxy S27 Ultra.

Dari sisi harga, Galaxy Z Fold8 Ultra dibanderol mulai dari $2.099,99 untuk varian 256GB dengan RAM 12GB. Sementara varian 512GB dengan RAM 12GB dijual dengan harga $2.299,99. Dengan harga setinggi itu, tentu ketahanan perangkat menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan konsumen sebelum memutuskan untuk membeli.

Galaxy Z Fold8 Ultra sendiri merupakan bagian dari lini flagship Samsung yang terus dikembangkan. Smartwatch murah tanpa Wear OS juga sedang disiapkan Samsung untuk pasar yang lebih luas. Namun, hasil uji durabilitas ini menunjukkan bahwa teknologi layar lipat masih memiliki tantangan tersendiri dalam hal ketahanan.

Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan perangkat lipat, hasil uji ini mungkin tidak terlalu mengejutkan. Layar foldable memang dikenal lebih rentan terhadap goresan dibandingkan layar kaca konvensional. Namun, kegagalan pada tekukan kedua tetap menjadi temuan yang perlu diperhatikan, terutama mengingat posisi Galaxy Z Fold8 Ultra sebagai perangkat premium dengan harga tinggi.

Pengujian durabilitas seperti ini memberikan gambaran nyata tentang batas ketahanan sebuah perangkat. Meskipun hasil pengujian di laboratorium tidak selalu mencerminkan penggunaan sehari-hari, data ini tetap berguna sebagai referensi bagi konsumen sebelum melakukan pembelian.

Dengan harga yang mencapai lebih dari $2.000, Galaxy Z Fold8 Ultra jelas menyasar pengguna yang menginginkan teknologi layar lipat terbaik dari Samsung. Namun, hasil uji tekuk yang hanya bertahan satu kali ini mungkin menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli yang mengutamakan ketahanan perangkat dalam jangka panjang.

Samsung sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai hasil pengujian ini. Namun, pengguna yang tertarik dengan Galaxy Z Fold8 Ultra tetap bisa menyaksikan video pengujian lengkap untuk melihat sendiri bagaimana perangkat ini diuji dan dibongkar secara detail.

Hasil teardown juga menunjukkan bahwa meskipun komponen engsel Galaxy Z Fold8 Ultra terlihat mirip dengan Galaxy Z Fold8, keduanya tidak identik. Samsung melakukan penyesuaian pada desain engsel untuk model Ultra, meskipun detail perbedaannya tidak dijelaskan lebih lanjut dalam pengujian tersebut.

Untuk pengguna di Indonesia, informasi mengenai ketahanan Galaxy Z Fold8 Ultra ini penting untuk dipertimbangkan. Perangkat lipat membutuhkan perawatan ekstra, dan hasil uji ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi sudah semakin baik, layar lipat masih menjadi titik paling rapuh dari perangkat ini.

Secara keseluruhan, Galaxy Z Fold8 Ultra menawarkan spesifikasi flagship dengan harga premium. Namun, hasil uji durabilitas ini menjadi pengingat bahwa teknologi layar lipat masih memiliki keterbatasan fisik yang perlu dipahami oleh pengguna sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada perangkat seharga jutaan rupiah ini.

Produk yang Dibahas
Samsung Galaxy Z Fold8
Samsung
Samsung Galaxy Z Fold8
Rp 28.499.000
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra
Samsung
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra
Rp 32.499.000
Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.