Tidak Semua Kamera Ganda Sama

Tidak Semua Kamera Ganda Sama

Penulis:Maulia Salamuddin
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Smartphone dengan fitur kamera ganda sejatinya bukanlah sesuatu yang baru. Karena pada tahun 2014, HTC telah meluncurkan smartphone dengan fitur dual-camera untuk seri HTC One M8. Ini merupakan cikal bakal smartphone kamera ganda pertama yang pernah ada, sebelum akhirnya banyak diadopsi oleh banyak vendor lainnya pada saat ini.

Tahun 2016 menjadi momentum merebaknya smartphone dual camera. Hampir semua pabrikan ponsel kini mulai berlomba merilis smartphone kamera ganda, dan tren itu pun masih berlanjut sampai tahun 2017.

Intinya kamera ganda adalah teknologi kamera yang memiliki dua lensa dengan sensor gambar atau frame film yang terpisah untuk setiap lensa. Hal ini memberikan kemampuan kamera untuk menangkap gambar tiga dimensi. Proses ini yang dikenal sebagai fotografi stereo, karena kamera ganda digunakan untuk menangkap gambar dan video sekaligus.

Yang menarik adalah, setiap pabrikan smartphone menambahkan fitur kamera ganda dengan tujuan yang berbeda. Lensa kamera primer untuk melakukan pekerjaan yang sama atau sedikit memodifikasi seperti kamera smartphone pada umumnya. Sementara lensa kedua melakukan fungsi sesuai dengan kebutuhan dari produsen tersebut terhadap fitur yang diinginkan.

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat pengguna saat menggunakan smartphone dengan fitur kamera ganda. Berikut ini beberapa keuntungan kamera ganda:

  1. Bisa menghasilkan foto dengan efek depth-of-field atau bokeh yang lebih bagus
  2. Fokus lebih cepat
  3. Memungkinkan untuk refocus pada foto yang telah diambil
  4. Bisa menambahkan efek kreatif
  5. Gambar dengan detail dan ketajaman yang lebih bagus

 Sejauh ini, ada dua jenis kamera ganda yang banyak disematkan pada smartphone yang beredar di pasaran saat ini. Tipe pertama disebut sebagai “Sistem Kamera Ganda Stereoskopik“, dan yang kedua adalah “Sistem Kamera Ganda hybrid“.  Perbedaan keduanya adalah hanya di bagian lensanya saja. Hitungan megapiksel bisa berbeda antara kedua kamera pada satu smartphone.

Sistem Kamera Ganda Stereoskopik

Jenis kamera ganda ini membuat kedua kamera bekerja sama untuk mendapatkan lebih banyak detail visual, khususnya informasi mendalam. Pada sensor kamera utama dirancang khusus untuk menangkap warna (RGB), sementara sensor kamera kedua akan berfungsi untuk menangkap gambar secara lebih detail. Dengan begitu, pengguna akan dapat hasil jepretan dengan tingkat kejernihan, kekayaan warna, dan otentisitas yang lebih tinggi.

Ini berarti kedua lensa itu identik dengan focal length yang sama dan aperture yang sama. Dalam istilah awam, sistem kamera ini seperti memiliki dua mata. Sebagai bonus, jenis dual camera ini juga memiliki kecepatan fokus yang lebih cepat dan kemampuan untuk memfokuskan gambar. Smartphone yang mengadopsi sistem dual stereoskopik ini dapat kita temui pada Huawei P9 dan HTC One M8.

Sistem Kamera Ganda Hybrid

Berbeda dengan istem kamera ganda Stereoskopik, kamera ganda jenis hybrid ini saat bekerja tidak saling bekerja sama. Masing-masing kamera memiliki spesialisasi sendiri-sendiri. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

Cara bekerjanya cukup sederhana. Kedua lensa kamera berbeda satu sama lain, dimana satu lensa memiliki panjang fokus yang lebih pendek (lensa sudut lebar/wide) dan lensa lainnya akan memiliki panjang fokus yang lebih panjang (seringkali dianggap sebagai lensa “tele”).

Menariknya, selain bisa mendapatkan gambar yang terbaik, pengguna juga dapat mengganti penggunaan lensanya dengan sangat mudah karena tersedianya satu tombol khusus. Pengguna akan dengan mudah mengganti di antara kedua lensa. Itu berarti, pengguna bisa membingkai gambar lebih fleksibel dan mendapat sudut lebih lebar saat berada di tempat yang  sangat sempit. Smartphone yang mengadopsi jenis kamera ganda ini adalah iPhone 7 Plus dan LG G5 dan G6.

 Mencari tahu jenis sistem dual-kamera pada smartphone tertentu:

Sebagai tambahan, kami akan memberikan tips untuk membedakan atau mencari tahu jenis dual camera yang biasa ada di beberapa smartphone:

  1. Lihatlah lembar spesifikasi dan lihat apakah ada perbedaan dalam kamera panjang fokus lensa kamera, yang ditampilkan dalam mm.
  2. Secara fisik ukur diameter lensa kedua lensa. Jika ada bedanya, maka itu menggunakan sistem hybrid zoom dual-camera .

Metode sebelumnya pasti jauh lebih sederhana – tapi kami harus menyoroti satu poin lagi. Banyak lembar spesifikasi tidak menyebutkan focal length, jadi ini bukan metode pasti. Yang terakhir ini cukup sulit ditentukan tanpa peralatan yang tepat. Bagi saya, saya mengambil gambar dan kemudian melakukan perbandingan pixel-by-pixel dari kedua garis lensa.