Sukses di Global, Huawei Makin Tenggelam di Indonesia

Telset.id, JakartaHuawei sukses menjadi vendor nomor dua terbesar di dunia, setelah berhasil menggeser Apple yang cukup lama menguasai posisi tersebut. Tapi kesuksesan itu tidak tergambar di pasar smartphone Indonesia, Huawei terlihat semakin tenggelam.

Nama Huawei di Indonesia memang sudah besar di industri peralatan telekomunikasi dan jaringan. Tapi untuk bisnis smartphone, Huawei terlihat semakin tenggelam, masih kalah dengan kompatriotnya seperti Oppo, Xiaomi, dan Vivo.

Padahal, Huawei memiliki jajaran smartphone yang diklaim yang memiliki spesifikasi kelas wahid, dan dianggap akan mampu bersaing dengan ponsel kelas atas buatan Samsung dan Apple

Contohnya seperti Huawei P20 Pro dan juga Mate 20 Pro yang disebut-sebut memiliki kamera yang mengalahkan kualitas kamera iPhone dan juga Samsung.

Dari sini terlihat Huawei kurang gesit di pasar smartphone, khususnya Indonesia. Terbukti, Huawei belum mampu masuk dalam daftar lima vendor ponsel terbesar di Indonesia.

{Baca juga: Geser Posisi Apple, Huawei Akhirnya “Naik Kelas”}

Berdasarkan data yang dirilis perusahaan riset Canalys, Samsung masih bercokol di posisi pertama vendor smartphone terbesar di Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan ini memperlebar jarak dengan vendor China yang mendominasi lima besar.

Menurut laporan Canalys, saat ini pasar Indonesia dikuasai lima merek, yakni Samsung di posisi pertama, kemudian disusul Xiaomi, berikutnya Oppo, Vivo, dan Advan di peringkat kelima.

Infografis pertumbuhan smartphone di Indonesia

Tidak ada nama Huawei di posisi lima besar untuk pasar Indonesia. Bahkan, untuk bersaing dengan Advan pun, Huawei masih belum mampu. Raksasa asal China ini dibuat “keok” oleh pemain lokal Indonesia itu.

{Baca juga: Performanya “Loyo”, Xiaomi Ejek “Softcase” Huawei P30 Pro}

Padahal raksasa China ini cukup banyak mengeluarkan produk flagship dengan fitur-fitur mentereng. Sebut saja seperti Huawei P20 Pro, Mate 20 Pro, atau yang terbaru Huawei P30 Pro. Namun produk-produk mewah itu masih belum cukup mengangkat nama Huawei di pasar ponsel Indonesia.

Lantas apa yang salah dengan Huawei, sehingga membuat bisnis ponsel mereka kurang laku di Indonesia? Ada beberapa faktor penyebabnya.

Salah satu faktor utama yang selama ini membuat bisnis ponsel Huawei memble adalah karena waktu peluncuran produknya selalu terlambat dibandingkan negara lain. Tak jarang membuat konsumen berpaling pada produk lain yang datang terlebih dahulu.

Bicara soal brand awareness, Huawei juga masih nampak sangat kurang, karena dari sisi pemberitaan terlihat semakin kurang ada gaungnya, malah lebih banyak cenderung berita negatif.

Mungkin pabrikan asal China ini terlalu “pede” masuk ke Indonesia tanpa menggandeng media lokal. Yang perlu diingat, mungkin “gaya” di China, belum tentu cocok diterapkan di Indonesia.

{Baca juga: Diadu dengan Xiaomi Mi 9, Huawei P30 Pro “Kedodoran”}

Biar bagaimanapun, konsumen Indonesia masih melihat media, khususnya media teknologi, sebagai acuan mereka dalam mengambil keputusan sebelum membeli produk smartphone tertentu.

Apakah di tahun 2019 ini Huawei mampu berbicara banyak di pasar Indonesia? Kita tunggu saja, apakah ada perubahan strategi yang dilakukan Huawei di tahun ini. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here