Sony Xperia 1 VII: Masih Relevankah di Tengah Persaingan Ketat?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Dunia smartphone terus bergerak cepat, dan Sony kembali mencoba mempertahankan eksistensinya dengan Xperia 1 VII. Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besar muncul: apakah kita benar-benar membutuhkannya?

Sejarah Singkat Xperia: Dari Inovasi Hingga Ketidakpastian

Xperia pernah menjadi nama yang disegani di industri smartphone. Mulai dari era Xperia Play yang legendaris hingga seri Z dengan layar 4K pertamanya, Sony selalu membawa sesuatu yang unik. Namun, setelah rebranding pada 2019 menjadi Xperia 1, 5, dan 10, jalan mereka terasa semakin berliku.

Dulu, Xperia dikenal dengan rasio layar 21:9 yang khas dan fitur kamera profesional. Tapi, apakah keunikan itu cukup untuk bertahan di pasar yang didominasi oleh Samsung, Apple, dan merek China yang agresif?

Masalah Utama Xperia: Harga, Jadwal Rilis, dan Pengalaman Pengguna

Xperia 1 VII dikabarkan akan dibanderol dengan harga $1.399—angka yang sangat tinggi untuk sebuah smartphone. Padahal, harga bukan satu-satunya masalah. Sony juga kerap terlambat dalam merilis produk setelah pengumuman, seperti Xperia 1 Mark III yang butuh empat bulan untuk sampai ke tangan konsumen.

Belum lagi masalah pengalaman pengguna. Meski dibekali hardware canggih, banyak pengguna mengeluhkan bug software, sensor fingerprint yang bermasalah, dan antarmuka yang kurang intuitif. Untuk harga segitu, hal-hal seperti ini seharusnya tidak terjadi.

Xperia 1 VII: Kembalinya Layar 4K dan Kamera Kontinu Zoom

Bocoran terbaru menunjukkan Xperia 1 VII akan membawa kembali layar 4K, setelah generasi sebelumnya “turun kelas” ke resolusi 1080p. Namun, apakah ini langkah tepat? Beberapa pengamat justru menyarankan QHD sebagai solusi yang lebih seimbang antara kualitas dan efisiensi baterai.

Di sisi kamera, Sony mempertahankan sistem zoom kontinu dengan focal length setara 70-200mm (3.5X-8.3X). Fitur ini terdengar menjanjikan di atas kertas, tapi dalam pengujian nyata, performanya sering kali kalah dari lensa telefoto tetap.

Dukungan Software: Masih Tertinggal Jauh

Sementara Samsung dan Google menawarkan update software hingga tujuh tahun, Sony hanya berkomitmen memberikan dua pembaruan OS dan tiga tahun patch keamanan. Di era dimana keamanan dan dukungan jangka panjang menjadi prioritas, kebijakan Sony ini jelas kurang kompetitif.

Apakah Xperia Masih Layak Dipertahankan?

Sebagai penggemar teknologi, kehadiran merek seperti Xperia selalu menyegarkan. Tapi realitanya, Sony tampaknya terjebak antara mempertahankan identitas uniknya atau mengikuti arus mainstream—dan gagal di kedua sisi.

Dengan penjualan yang terus merosot (turun 40% tahun lalu menurut IDC), mungkin sudah waktunya bagi Sony untuk fokus pada bidang lain dimana mereka lebih unggul, seperti kamera profesional, TV OLED, atau PlayStation.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Xperia masih layak dipertahankan, atau sudah saatnya Sony mengucapkan selamat tinggal pada dunia smartphone?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI