Telset.id – Solos kembali menggemparkan pasar smart glasses dengan menghadirkan Solos AirGo V2, kamera kacamata pintar seharga $299 yang secara langsung dirancang untuk menyaingi Meta Smartglasses. Perangkat ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran privasi publik terhadap perangkat berkamera, menawarkan solusi unik yang menjadi nilai jual utamanya.
Solos AirGo V2 menawarkan kemampuan yang hampir identik dengan pesaing utamanya dari Meta. Kacamata pintar ini mampu mengambil foto dan video, memutar musik, serta berinteraksi dengan asisten bertenaga AI yang dapat melihat apa yang dilihat pengguna. Harganya pun sama, yakni $299, menjadikannya alternatif langsung di pasar yang sama.
Salah satu keunggulan utama Solos AirGo V2 adalah fitur privasi yang lebih terjamin. Perangkat ini dapat dipasangkan dengan Privacy Kit baru, yaitu satu set aksesori clip-on yang memungkinkan pengguna mengontrol apa yang dapat diakses oleh kamera kacamata mereka. Privacy shield clip-on dapat memblokir kamera dari pandangan dan perekaman, sehingga pengguna tetap bisa memakai kacamata dalam mode audio saja. Kit ini juga dilengkapi lensa polarisasi clip-on, dan seluruh rangkaian aksesori modular dijual seharga $79.
Namun, pendekatan Solos ini menuai kritik. Menjual privacy kit sebagai aksesori terpisah dinilai bukan cara paling efektif untuk meredakan kekhawatiran tentang orang-orang yang menggunakan kamera kecil dan tersembunyi di wajah mereka. Pengguna harus membeli item terpisah, lalu memasang dan melepasnya setiap kali ingin menggunakan atau menonaktifkan kamera. Langkah tambahan ini dinilai akan membuat banyak orang malas untuk mengurus privasi. Selain itu, tidak ada yang bisa menghentikan pihak jahat untuk melepas pemblokir clip-on di tengah interaksi, misalnya setelah memasuki acara yang melarang perekaman kamera.
Ini bukan kali pertama Solos merambah pasar kacamata berkamera. Sebelumnya, Solos AirGo Vision diluncurkan pada tahun 2024. Sayangnya, perangkat tersebut kurang berhasil. WIRED bahkan menempatkannya di bagian “Don’t Bother” dalam galeri Best Smart Glasses mereka. Kritik utama ditujukan pada kualitas pengambilan media yang pas-pasan, kontrol sentuh yang membuat frustrasi, serta aplikasi boros daya yang meminta terlalu banyak izin. Secara keseluruhan, kacamata Solos belum mencapai standar yang ditetapkan Meta dengan smart glasses populernya.
Langkah Solos menekankan privasi ini muncul setelah periode kritik meluas terhadap kacamata Meta. Perangkat tersebut sempat disebut sebagai “kacamata mesum” dan menuai kritik setelah perusahaan diam-diam menambahkan kode pengenalan wajah ke kacamatanya. Kode tersebut kemudian cepat dihapus setelah protes publik menyusul laporan dari WIRED. Meta juga belum lama ini mengumumkan akan mulai mengenakan biaya untuk fitur-fitur yang sebelumnya gratis di smart glasses mereka.
Menariknya, Meta sendiri mengakui bahwa pasar untuk kacamata pintar audio-only itu ada. CTO Meta, Andrew Bosworth, dalam sesi tanya jawab pribadi dengan media menyatakan bahwa ia yakin ada “permintaan pasar untuk produk itu”. Namun, Meta belum beralih dari kacamata berorientasi kameranya. Ada kemungkinan perusahaan akan membuat kacamata audio-only di masa depan. Sampai saat itu tiba, perusahaan seperti Solos sangat ingin menggerogoti pasar tersebut.
Persaingan di pasar smart glasses semakin memanas. Meta telah menjadi kekuatan dominan, namun perusahaan besar lain mulai mencoba mengisi celah. Google dan Samsung bermitra untuk membangun platform Android XR, dengan kacamata baru yang akan hadir tahun ini dari merek kacamata Warby Parker dan Gentle Monster. Apple juga dikabarkan sedang mengembangkan smart glasses sendiri. Sementara itu, perusahaan yang lebih kecil seperti Even Realities menyesuaikan target pasar mereka untuk melawan Meta dengan menawarkan kacamata tanpa kamera.
Bagi pengguna yang mengkhawatirkan privasi, kehadiran Solos AirGo V2 dengan Privacy Kit-nya bisa menjadi angin segar. Meski implementasinya masih memiliki kelemahan, langkah ini menunjukkan bahwa produsen mulai mendengarkan kekhawatiran publik. Ini adalah perkembangan positif di tengah maraknya perangkat wearable yang selalu “melihat”.
Baca Juga:
Dengan harga $299, Solos AirGo V2 menawarkan fitur yang sebanding dengan kompetitornya. Namun, daya tahan baterainya yang mencapai 10-12 jam menjadi nilai tambah tersendiri. Kacamata ini juga bisa dipasangi lensa resep, sehingga dapat digunakan oleh mereka yang membutuhkan koreksi penglihatan.
Meskipun Solos berusaha menonjolkan aspek privasi, masih ada pertanyaan besar tentang efektivitas solusi yang mereka tawarkan. Apakah konsumen akan repot membeli dan menggunakan aksesori tambahan hanya untuk merasa aman? Atau justru mereka akan memilih perangkat yang sudah memiliki fitur privasi bawaan yang lebih baik? Waktu yang akan menjawab.
Satu hal yang pasti, persaingan di pasar smart glasses semakin sengit. Solos mencoba mengambil posisi sebagai opsi yang lebih peduli privasi, sementara Meta terus mengandalkan ekosistem dan popularitasnya. Bagi konsumen, pilihan semakin banyak, dan mereka bisa memilih sesuai dengan prioritas masing-masing, apakah itu fitur atau privasi.
Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak inovasi dari berbagai produsen. Tren ke arah kacamata pintar yang lebih aman dan lebih personal tampaknya akan terus berkembang. Ini adalah kabar baik bagi konsumen yang ingin menikmati teknologi tanpa harus mengorbankan privasi mereka.





Komentar
Belum ada komentar.