Telset.id ā Laptop gaming berbasis ARM dari Nvidia dengan prosesor RTX Spark dikabarkan semakin dekat dengan peluncurannya. Hal ini terlihat dari munculnya hasil benchmark Geekbench yang memperlihatkan performa prosesor RTX Spark N1X dalam dua konfigurasi inti berbeda.
Prosesor ARM anyar ini pertama kali diperkenalkan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada ajang Computex di bulan Mei. Huang menyatakan bahwa fokus perusahaan adalah untuk menciptakan ulang PC. Menurutnya, arsitektur dasar PC secara garis besar tidak banyak berubah selama sekitar 40 tahun terakhir, dan Nvidia ingin mengubah hal tersebut.
Pendekatan yang diambil adalah dengan menggunakan desain berbasis ARM dibandingkan arsitektur konvensional x86. Nvidia sendiri bukanlah pendatang baru di ranah ini, karena perusahaan telah memproduksi chip gaming ARM yang digunakan untuk menggerakkan Nintendo Switch 2.
Platform RTX Spark ini akan hadir pertama kali pada sejumlah laptop gaming Windows dan mini PC, dengan fokus utama pada gaming dan AI agen. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah konsumsi daya yang relatif rendah.
Hasil benchmark dari dua daftar Geekbench yang berbeda menunjukkan skor untuk prosesor RTX Spark N1X dalam konfigurasi 20-inti dan 18-inti.

Jika melihat konfigurasi 20-inti, prosesor ini mencatatkan skor mengejutkan dengan single-core 2.593 dan multi-core 23.424. Skor multi-core tersebut terbilang impresif karena mampu bersaing dengan Intel i9-14900KS yang mencatatkan skor 23.785 dalam pengujian yang sama.
Perlu dicatat bahwa skor akhir pada produk produksi massal bisa saja berbeda dari hasil benchmark awal ini. Geekbench sendiri merupakan alat ukur yang menguji bagaimana prosesor menangani tugas sehari-hari dengan menjalankan simulasi beban kerja, mulai dari pemrosesan angka hingga penghitungan data.
Skor single-core mengukur kecepatan CPU dalam menangani satu tugas pada satu waktu, seperti mengedit foto. Sementara itu, skor multi-core digunakan untuk menilai kemampuan multitasking, seperti menjalankan beberapa aplikasi sekaligus atau rendering dengan memanfaatkan semua inti yang tersedia pada chip.
Perbandingan Skor dengan Kompetitor
Berikut adalah perbandingan skor Geekbench antara RTX Spark N1X dengan beberapa chip pesaing di pasaran:
- Nvidia RTX Spark: Single-core 2.593, Multi-core 23.424
- Apple M5: Single-core 4.288, Multi-core 17.926
- Intel Core Ultra X9 388H: Single-core 3.031, Multi-core 17.283
- Qualcomm Snapdragon X2 Elite (18-core): Single-core 3.838, Multi-core 20.301
Secara mengejutkan, RTX Spark tampil baik melawan M5 dan Intel X9 dalam pengujian multi-core. Namun, untuk varian yang lebih tinggi seperti M5 Pro dan Max, skor yang dihasilkan tentu lebih tinggi. Hal yang sama berlaku untuk Qualcomm Snapdragon X2 Extreme yang tercatat memiliki skor di atas 25.000.
Meski demikian, RTX Spark tampaknya akan mampu bersaing dengan hampir semua chip yang ada di pasaran. Kelemahan utama terlihat pada skor single-core yang jauh lebih rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa prosesor ini mungkin terasa kurang responsif untuk tugas-tugas tunggal, namun akan unggul saat menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.
Hasil benchmark ini memberikan gambaran yang cukup baik tentang bagaimana platform RTX Spark akan menangani tugas-tugas berat CPU. Meski belum menggambarkan performa keseluruhan, terutama untuk gaming, diketahui bahwa GPU pada platform ini akan mendukung DLSS 4.5.
Laptop dengan prosesor RTX Spark dijadwalkan hadir akhir tahun ini dengan sistem operasi Windows 11 secara langsung. Perangkat ini seharusnya kompatibel dengan sebagian besar game Windows, dan Nvidia dikabarkan sedang memastikan chip tersebut berfungsi dengan software anti-cheat dan DRM yang umum digunakan.
Nvidia telah mengonfirmasi bahwa laptop dengan prosesor ini akan diluncurkan bersama vendor-vendor besar seperti Asus, MSI, dan Microsoft.
Kemunculan hasil benchmark ini menegaskan bahwa Nvidia serius dalam upayanya menghadirkan alternatif baru di pasar prosesor laptop. Dengan fokus pada efisiensi daya dan performa multi-core yang kompetitif, RTX Spark berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk multitasking berat.
Meskipun skor single-core masih menjadi catatan, keberhasilan Nvidia dalam menjalin kemitraan dengan vendor besar seperti Asus dan MSI menunjukkan bahwa ekosistem perangkat dengan prosesor ini akan cukup luas. Hal ini menjadi sinyal positif bagi adopsi platform RTX Spark di pasar.
Para pengamat industri akan menantikan pengujian lebih lanjut, terutama untuk melihat bagaimana performa gaming dari platform ini. Dukungan DLSS 4.5 menjadi nilai tambah yang signifikan, namun hasil akhirnya tetap bergantung pada optimasi dari pihak pengembang game dan produsen laptop.
Dengan peluncuran yang dijadwalkan akhir tahun ini, persaingan di pasar prosesor laptop dipastikan akan semakin ketat. Kehadiran RTX Spark dari Nvidia menambah opsi bagi konsumen yang selama ini hanya mengandalkan Intel, AMD, atau Qualcomm untuk perangkat berbasis Windows.





Komentar
Belum ada komentar.