Telset.id ā Senao menghadirkan inovasi yang mengubah persepsi tentang kartu jaringan. SmartNIC SX906 yang dipamerkan di Computex 2026 bukan sekadar network adapter, melainkan sebuah server Xeon lengkap yang dikemas dalam faktor bentuk dual-slot PCIe. Dengan prosesor Intel Xeon 6 SoC arsitektur Granite Rapids-D, perangkat ini menawarkan performa jaringan hingga 200Gbps sambil menjalankan beban kerja komputasi mandiri.
Kartu ini memiliki bobot 1 kg dengan dimensi 266 x 98,4 x 40,6 mm. Sumber dayanya berasal dari konektor PCIe edge finger dan konektor 16-pin 12VHPWR, konektor yang sama dengan yang digunakan pada kartu grafis bertenaga tinggi. Kehadiran konektor ini menandakan kebutuhan daya yang tidak main-main, sebanding dengan kemampuan komputasi yang ditawarkan.
Konfigurasi Prosesor dan Memori
Senao menyediakan tiga opsi konfigurasi prosesor untuk SX906. Pertama, Xeon 6523P-B dengan 24 core berkecepatan 2.5 GHz dan daya 295W. Kedua, Xeon 6553P-B yang melangkah lebih jauh dengan 36 core pada 2.6 GHz, mengonsumsi 355W. Ketiga, varian flagship Xeon 6563P-B dengan 38 core pada 2.4 GHz, juga dengan konsumsi daya 355W.
Semua varian mendukung memori DDR5-4600 ECC 4-channel hingga 64GB. Untuk penyimpanan, tersedia dua slot M.2 2280 NVMe SSD dan penyimpanan eMMC hingga 128GB. Varian 36 dan 38 core mendapatkan tambahan akselerator transkode media yang membuatnya jauh lebih mumpuni dibanding varian entry-level.
Konektivitas jaringan mengandalkan dual port QSFP28 100G. Varian 24 core dibatasi hingga total throughput 100GbE, sementara dua varian lebih tinggi membuka potensi penuh 200GbE. Manajemen out-of-band ditangani oleh ASPEED AST2600 BMC melalui OpenBMC, dengan AST1060 mengelola Intel Platform Firmware Resilience.

Konfigurasi I/O yang Tidak Biasa
Konfigurasi I/O pada SX906 melampaui ekspektasi sebuah kartu jaringan. Selain antarmuka jaringan standar, kartu ini membawa output display MiniDP, port manajemen RJ45 1GbE, dan port USB3.0 Type-C. Port Type-C ini fungsional hingga bisa mengisi daya smartphone di meja kerja sementara kartu memproses beban kerja keamanan jaringan pada 200Gbps secara bersamaan.
Port console Type-C kedua dan dua konektor PCIe Gen5 x8 MCIO mengekspos 24 jalur PCIe Gen5 untuk ekspansi lebih lanjut. SX906 menjalankan Ubuntu 22.04 atau 24.04 secara native dan mendukung TPM2.0 Secure Boot, melengkapi profil keamanan yang biasanya hanya dimiliki server standalone.
Baca Juga:
Apakah perangkat ini akan menemukan ceruk komersial yang jelas di luar penerapan AI edge dan keamanan jaringan khusus masih menjadi pertanyaan terbuka. Namun, yang sulit dibantah adalah bahwa Senao telah berhasil mengemas infrastruktur setara server utuh ke dalam sesuatu yang hanya menempati satu slot PCIe.
Inovasi ini membuka kemungkinan baru bagi pusat data yang membutuhkan densitas komputasi tinggi tanpa harus menambah rak server fisik. Pengguna bisa mendapatkan performa setara server langsung dari slot PCIe yang ada.
Dengan bobot 1 kg dan konsumsi daya hingga 355W, SX906 jelas bukan perangkat untuk PC desktop biasa. Namun, bagi operator pusat data dan integrator sistem yang mencari solusi kompak untuk edge computing atau beban kerja jaringan khusus, Senao menawarkan alternatif yang menarik.
Kemampuan menjalankan sistem operasi Ubuntu secara native dan dukungan TPM2.0 menjadikannya platform serbaguna untuk berbagai aplikasi. Dari firewall generasi berikutnya hingga pemrosesan AI di tepi jaringan, SX906 siap menangani tugas-tugas berat.
Satu hal yang pasti: Senao telah mendorong batasan tentang apa yang mungkin dilakukan dalam faktor bentuk PCIe. Dengan 38 core Xeon, 64GB RAM, dan bandwidth 200Gbps, SmartNIC SX906 membuktikan bahwa server sungguhan bisa hidup di dalam slot ekspansi.
Bagi para profesional TI yang menginginkan fleksibilitas maksimal dalam infrastruktur mereka, SX906 menawarkan solusi yang patut dipertimbangkan.





Komentar
Belum ada komentar.