📑 Daftar Isi

Ilustrasi Samsung Galaxy Z Fold 8 dengan desain terbaru

Samsung Ubah Nama Galaxy Z Fold 8 dan Z Wide Fold

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung akan mengganti nama Galaxy Z Fold 8 menjadi Galaxy Z Fold 8 Ultra
  • Model wide-folding sebelumnya bernama Galaxy Z Wide Fold akan menjadi Galaxy Z Fold 8
  • Galaxy Z Fold 8 Ultra memiliki baterai 5.000 mAh dan tiga kamera
  • Galaxy Z Fold 8 standar hanya punya dua kamera dan baterai 4.800 mAh
  • Kedua model hadir dengan kamera selfie lebih kecil di layar eksternal
  • Apple juga akan menggunakan nama 'Ultra' untuk ponsel lipatnya
  • Samsung disebut akan adopsi nama 'Pro' untuk Galaxy S27
  • Peluncuran dijadwalkan pada Juli 2026

Telset.id – Samsung dikabarkan akan mengubah strategi penamaan untuk jajaran ponsel lipat terbarunya yang akan dirilis pada Juli 2026. Alih-alih meluncurkan Galaxy Z Fold 8 seperti yang diharapkan, perusahaan asal Korea Selatan itu disebut akan memperkenalkan varian bernama Galaxy Z Fold 8 Ultra untuk model flagship-nya.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh laporan dari sumber terpercaya yang memiliki koneksi ke rantai pasokan Samsung. Menurut laporan tersebut, perubahan nama ini berlaku untuk dua model ponsel lipat horizontal yang akan dirilis tahun ini.

Samsung juga dikabarkan menghadirkan model baru dengan bentangan layar lebih lebar. Model ini sebelumnya dikenal dengan nama Galaxy Z Wide Fold, namun kini disebut akan diluncurkan dengan nama Galaxy Z Fold 8 biasa.

Spesifikasi Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Fold 8

Berdasarkan bocoran yang beredar, Galaxy Z Fold 8 Ultra akan menjadi model dengan spesifikasi tertinggi. Ponsel ini disebut akan dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dan konfigurasi tiga kamera belakang yang ikonik.

Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 versi standar akan hadir dengan spesifikasi yang sedikit lebih rendah. Model ini hanya akan memiliki dua kamera belakang tanpa lensa telefoto, serta baterai berkapasitas 4.800 mAh.

Keputusan Samsung menamai model flagship sebagai ‘Ultra’ dinilai masuk akal mengingat perbedaan spesifikasi antara kedua perangkat. Model standar dengan hardware yang lebih rendah memang pantas disebut sebagai varian reguler, sementara model dengan spesifikasi lebih tinggi layak menyandang predikat ‘Ultra’.

Perubahan nama ini juga tidak berarti bahwa moniker Fold 8 hilang sepenuhnya. Samsung justru memberikan nama Galaxy Z Fold 8 kepada model wide-folding yang sebelumnya disebut Galaxy Z Wide Fold.

Inovasi Kamera Selfie Baru

Kedua ponsel lipat anyar Samsung ini juga dikabarkan akan membawa inovasi pada sektor kamera. Menurut laporan dan render yang beredar, kamera selfie pada layar eksternal akan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan model sebelumnya.

Teknologi kamera baru ini kemungkinan besar juga akan digunakan pada lini Galaxy S27 yang dijadwalkan rilis tahun depan. Ini menunjukkan bahwa Samsung serius mengembangkan solusi kamera yang lebih minimalis namun tetap berkualitas untuk ponsel lipatnya.

Sementara itu, Apple juga dikabarkan akan mengadopsi pendekatan serupa. Ponsel lipat Apple yang akan dirilis tahun ini bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kemungkinan akan disebut iPhone Ultra. Apple dilaporkan memilih nama ‘Ultra’ daripada ‘iPhone Fold’.

Di sisi lain, Samsung disebut akan mengadopsi nama ‘Pro’ untuk lini Galaxy S27. Ada Galaxy S27 Pro yang sedang dikembangkan dengan hardware serupa Galaxy S27 Ultra namun dalam faktor bentuk lebih kecil dan kemungkinan tanpa S Pen.

Alasan di Balik Perubahan Nama

Ada dua kemungkinan alasan mengapa Samsung memutuskan untuk mengubah nama ponsel lipatnya. Pertama, keputusan Samsung membuat ponsel wide-folding kemungkinan besar didorong oleh desain iPhone Ultra. Jika faktor bentuk ini sukses di pasaran, Samsung ingin memiliki bagian dari pasar tersebut.

Dengan menamai ponsel wide-folding sebagai Galaxy Z Fold 8, Samsung bisa menjadikannya sebagai opsi default yang langsung bersaing dengan produk sejenis dari Apple. Strategi ini memungkinkan Samsung untuk memposisikan diri sebagai pesaing langsung iPhone Ultra.

Alasan kedua lebih sederhana dan lebih masuk akal. Karena model baru memiliki spesifikasi yang tidak secanggih model tradisional, masuk akal untuk menyebutnya sebagai model standar dan model lainnya sebagai varian ‘Ultra’.

Terlepas dari alasan di balik perubahan ini, konsumen pasti perlu waktu untuk membiasakan diri dengan skema penamaan baru dari Samsung. Apalagi jika melihat tren di industri smartphone yang semakin kompleks dengan berbagai varian nama.

Menarik untuk melihat bagaimana respons pasar terhadap perubahan nama ini. Apakah konsumen akan menerima dengan baik atau justru merasa bingung dengan nomenklatur baru yang diterapkan Samsung.

Komentar

Belum ada komentar.