Galaxy Z Fold8 Ultra 1TB 16GB Cream

Samsung Sempurnakan Foldable, Tapi Apple yang Bikinnya Keren

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung perbaiki masalah utama ponsel lipat: lebih tipis, lebih lebar, tampak normal
  • Harga Galaxy Z Fold 8 Ultra USD 2000+, di Korea 48% lebih murah
  • Apple diprediksi akan membuat ponsel lipat terasa keren dengan iPhone Ultra
  • iPhone Ultra diperkirakan rilis September 2026 dengan harga USD 2500
  • Tantangan Apple: meyakinkan orang ponsel lipat bukan barang geeky
  • Samsung dianggap berani membuat kategori, Apple akan membuatnya mainstream

Telset.id – Samsung baru saja menyelesaikan hampir semua masalah utama pada ponsel lipat. Perangkat Galaxy Z Fold 8 Ultra kini lebih tipis, lebih lebar, dan tampak lebih normal. Namun, di tengah pencapaian teknis tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah ponsel lipat sudah benar-benar keren?

Menurut analisis dari TechRadar, meskipun Samsung telah menyempurnakan aspek teknis ponsel lipat, masih ada masalah budaya yang belum terpecahkan. Ponsel lipat masih terasa “geeky” atau kaku saat digunakan di depan umum. Banyak pengguna merasa ponsel lipat justru menarik perhatian yang tidak diinginkan, baik dari rasa penasaran orang asing maupun potensi ancaman keamanan.

Analis menyebutkan bahwa tantangan sesungguhnya bukan lagi pada engsel, kamera, atau rasio layar. Tantangan terbesar adalah meyakinkan orang bahwa ponsel lipat itu keren, meskipun harganya masih sangat mahal. Fitur Terbaru dari Samsung memang impresif, tapi belum cukup untuk mengubah persepsi publik.

Harga Galaxy Z Fold 8 Ultra yang mencapai lebih dari USD 2.000 (sekitar Rp 32 jutaan) menjadi salah satu penghalang utama. Bahkan di Korea Selatan, yang harganya 48 persen lebih murah, ponsel ini tetap tergolong mahal. Banyak yang menyalahkan teknologi AI sebagai biang keladi kenaikan harga, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Di sinilah Apple diprediksi akan memainkan peran kuncinya. Pendekatan Apple yang terkenal sejak era Steve Jobs adalah menjadi yang terbaik, bukan yang pertama. iPod bukan pemutar MP3 pertama, iPhone bukan ponsel pintar pertama, dan iPad bukan tablet pertama. Kejeniusan Apple adalah membiarkan perusahaan lain membuktikan bahwa ada kategori produk, lalu membuat versi yang bisa dibayangkan orang untuk benar-benar dibeli.

iPhone Ultra yang dirumorkan akan hadir pada September 2026 diperkirakan akan menjadi titik balik. Dengan harga yang diprediksi mencapai USD 2.500 (sekitar Rp 40 jutaan), Apple harus bisa meyakinkan konsumen bahwa ponsel lipat bukan sekadar “dompet ajaib”, melainkan iPhone yang bisa melakukan trik sulap. CEO baru Apple, John Ternus, akan diuji kemampuannya dalam mengoperasikan mesin distorsi realitas ala Steve Jobs.

Pengalaman menggunakan ponsel lipat di tempat umum masih menjadi masalah. Ukuran layar yang lebih besar memang ideal untuk menonton video atau bermain game, tapi justru membuat pengguna merasa seperti sedang memamerkan barang mahal. Banyak pengguna lebih memilih ponsel yang tidak menarik perhatian, terutama saat bepergian sendirian.

Meskipun demikian, Samsung telah melakukan pekerjaan berani dengan membuat ponsel lipat benar-benar ada. Spesifikasi Lengkap dari Galaxy Z Fold 8 Ultra memang mengesankan, tapi tugas Apple adalah membuatnya terasa lebih natural dan tidak kaku.

Pada akhirnya, tantangan Apple bukanlah menciptakan engsel yang sempurna atau kamera yang lebih baik. Tantangan sebenarnya adalah meyakinkan orang bahwa ponsel lipat bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar barang koleksi atau mainan teknologi. Jika ada perusahaan yang bisa melakukannya, itulah Apple.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.