Pernahkah Anda merasa pilihan TV OLED akhir-akhir ini terasa begitu… seragam? Tipis, bezel-less, dan berusaha menyatu dengan dinding. Lalu, di tengah hiruk-pikuk tren minimalis itu, Samsung justru mengambil langkah berani dengan memperkenalkan bingkai logam pada flagship terbarunya. Ini bukan sekadar peningkatan spesifikasi biasa; ini adalah pernyataan. Di CES 2026, Samsung tidak hanya mengumumkan peningkatan kecerahan hingga 35%, tetapi juga mendefinisikan ulang apa artinya sebuah TV premium dengan meluncurkan empat model baru: S85H, S90H, S95H, dan sang penantang baru, S99H.
Lanskap TV OLED beberapa tahun terakhir didominasi oleh perlombaan mencapai ketipisan ekstrem dan menghilangkan batas visual antara layar dan lingkungan. Namun, Samsung tampaknya bertanya: apakah itu satu-satunya jalan? Peluncuran seri 2026, terutama dengan kehadiran S99H yang menggantikan S95F, menunjukkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan itu memiliki jawaban yang berbeda. Mereka membawa percakapan kembali ke fondasi—kinerja gambar yang tak tertandingi, fleksibilitas pemasangan, dan pengalaman pengguna yang terintegrasi—sambil tetap menyuntikkan inovasi di bidang yang mungkin tak terduga: desain fisik.
Mari kita selami lebih dalam apa yang ditawarkan oleh Samsung dengan lineup OLED terbarunya ini, mulai dari flagship yang penuh karakter hingga model entry-level yang tak kalah menarik. Seperti yang telah diramalkan dalam berbagai bocoran dan ekspektasi untuk CES 2026, pameran teknologi terbesar dunia ini sekali lagi menjadi panggung untuk lompatan signifikan.
S99H: Sang Flagship dengan Karakter Kuat dan Bingkai Logam
Sebagai model puncak yang baru, Samsung S99H langsung menarik perhatian dengan desainnya yang berbeda. Alih-alih mengikuti arus ultra-thin dan bezel-less, Samsung memilih bingkai logam yang memberikan kesan kokoh dan premium. Ini adalah pilihan desain yang disengaja, mungkin untuk menonjolkan kehadiran TV sebagai pusat perhatian di ruangan, bukan sekadar panel yang menyatu dengan dinding. S99H tersedia dalam ukuran 55, 65, 77, dan 83 inci, semuanya dengan resolusi 4K dan dukungan refresh rate hingga 165Hz yang menjadi surga bagi gamer.
Yang menarik dari sisi panel, Samsung tetap mempertahankan pendekatan dual-supplier. Untuk ukuran 55, 65, dan 77 inci, mereka menggunakan panel QD-OLED andalan mereka sendiri. Namun, untuk varian 83 inci yang besar, mereka beralih ke panel Tandem W-OLED dari LG Display. Strategi ini memungkinkan Samsung menawarkan pilihan ukuran yang lebih luas sambil memanfaatkan kekuatan masing-masing teknologi panel. Klaim peningkatan kecerahan hingga 35% dibandingkan pendahulunya, S95F, adalah angka yang signifikan, berpotensi membawa kontras HDR ke level baru. Fitur Glare Free 3.0 juga dihadirkan untuk memerangi pantulan cahaya, dan yang tak kalah praktis adalah dukungan untuk kotak One Connect nirkabel, yang mengurangi kekacauan kabel di sekitar TV.
Dari S95H hingga S85H: Peningkatan Merata di Semua Lini
Turun sedikit dari tahta flagship, terdapat S95H yang secara efektif juga menggantikan posisi S95F. Model ini mendapatkan peningkatan kecerahan yang sama dengan S99H (hingga 35%) dan mengusung desain flush-to-wall untuk mereka yang menginginkan estetika minimalis. S95H juga mendukung One Connect nirkabel dan hadir dalam rentang ukuran yang sangat luas, dari 48 hingga 83 inci. Pola dual-supplier kembali diterapkan: panel W-OLED LG untuk ukuran 48 dan 83 inci, dan QD-OLED untuk ukuran di antaranya.
Beranjak ke segmen mid-range, S90H mendapatkan peningkatan kecerahan sebesar 15%. Refresh rate-nya juga ditingkatkan menjadi 165Hz, dan coating Glare Free 3.0 turut disematkan. Dengan pilihan ukuran dari 42 hingga 83 inci, S90H menjadi penawaran yang sangat kompetitif. Sementara itu, S85H hadir sebagai pintu masuk ke dunia OLED Samsung. Model ini menggunakan panel W-OLED LG untuk semua ukurannya dan mendukung refresh rate 100Hz atau 120Hz, tetap lebih dari cukup untuk konten film dan gaming kasual.
Baca Juga:
Lebih dari Sekadar Gambar: Ekosistem Fitur yang Komprehensif
Samsung memahami bahwa TV modern adalah pusat hiburan dan konektivitas. Oleh karena itu, seluruh lineup OLED 2026 dilengkapi dengan seperangkat fitur canggih yang hampir seragam. Di sisi audio, ada dukungan untuk format baru Samsung, Eclipsa Audio, ditambah dengan Dolby Atmos dan HDR10+ Advanced untuk pengalaman menonton yang imersif. Sistem operasi Tizen 10.0 menjadi otaknya, dengan janji pembaruan OTA hingga tujuh tahun—komitmen jangka panjang yang patut diapresiasi.
Para gamer akan dimanjakan dengan AI Auto Game Mode, FreeSync Premium, kompatibilitas G-Sync, dan VRR. Sementara untuk ekosistem rumah pintar, dukungan untuk Alexa, AirPlay 2, Matter Hub, SmartThings, dan Microsoft Copilot membuat TV ini menjadi pusat kendali yang potensial. Dalam hal konektivitas dan berbagi konten, meski Samsung memiliki solusi sendiri, inovasi seperti Belkin ConnectAir yang diperkenalkan di CES 2026 menunjukkan arah industri menuju kemudahan berbagi layar tanpa hambatan.
Sebuah Pernyataan di Tengah Pasar yang Ramai
Peluncuran seri OLED Samsung 2026, dengan S99H sebagai benderanya, adalah pengingat bahwa inovasi bisa datang dari berbagai sudut. Di saat banyak brand fokus pada bentuk yang semakin tipis, Samsung memilih untuk menonjolkan konstruksi premium dengan bingkai logam pada model flagship-nya. Peningkatan kecerahan yang signifikan, strategi panel yang fleksibel, dan ekosistem fitur yang lengkap menunjukkan pendekatan yang holistik. Mereka tidak hanya menjual panel gambar, tetapi sebuah pusat hiburan masa depan yang terintegrasi penuh. Dengan rentang model dari entry-level hingga ultra-premium, Samsung memberi pilihan jelas untuk setiap segmen pasar. Keputusan konsumen kini bukan lagi sekadar memilih antara OLED dan teknologi lain, tetapi memilih karakter dan ekosistem seperti apa yang mereka inginkan di ruang keluarga mereka. Dan dengan lineup 2026 ini, Samsung menyodorkan jawaban yang kuat, berbeda, dan penuh fitur.

