Telset.id ā Samsung kembali membuktikan ambisinya menghadirkan ponsel lipat yang lebih ringan dan tipis. Generasi terbaru Galaxy Z Fold8 tercatat hanya memiliki bobot 201g, sementara Galaxy Z Fold8 Ultra berada di angka 215g. Capaian ini menjadi tonggak baru dalam sejarah lini Galaxy Z Fold yang sebelumnya identik dengan perangkat berat dan besar.
Perjalanan menuju bobot ringan ini bukan tanpa tantangan. Samsung harus melakukan perombakan besar-besaran pada struktur internal perangkat, termasuk desain motherboard, hingga menciptakan material baru yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Sejarah Berat Galaxy Z Fold
Untuk memahami pencapaian ini, kita perlu melihat ke belakang. Galaxy Fold generasi pertama memiliki bobot yang cukup berat, yakni 276g. Namun, angka tersebut ternyata bukan yang tertinggi. Gelar tersebut dipegang oleh Galaxy Z Fold2 yang mencapai 282g.
Dibandingkan dengan pendahulunya, bobot Galaxy Z Fold8 yang hanya 201g menunjukkan lompatan signifikan. Perlu dicatat, Galaxy Z Fold8 memiliki faktor bentuk yang lebih kecil dibandingkan model Fold sebelumnya, yang turut berkontribusi pada pengurangan bobot tersebut.
Sebelum Galaxy Z Fold8, Samsung telah menetapkan target ambisius pada Galaxy Z Fold7. Pertanyaannya sederhana: bisakah ponsel lipat lebih ringan dari smartphone flagship berbentuk batang? Jawabannya berhasil diwujudkan. Galaxy Z Fold7 tercatat memiliki bobot 215g, yang mana 3g lebih ringan dibandingkan Galaxy S25 Ultra.
Rekayasa Presisi di Galaxy Z Fold8 Ultra
Galaxy Z Fold8 Ultra hadir dengan bobot yang sama dengan pendahulunya, yaitu 215g. Namun, angka yang identik ini menyembunyikan proses rekayasa yang sangat kompleks. Menjaga bobot tetap sama di tengah peningkatan spesifikasi adalah sebuah proses tarik-ulur yang rumit.
Salah satu tantangan terbesar adalah baterai. Galaxy Z Fold8 Ultra dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh, lebih besar dari Galaxy Z Fold7 yang hanya 4.400mAh. Konsekuensinya, baterai baru ini 6g lebih berat dari pendahulunya.
Untuk mengkompensasi tambahan bobot tersebut, para insinyur Samsung harus memeriksa 270 komponen dan 180 jenis bagian tambahan. Hasilnya, mereka berhasil menghilangkan 15 jenis komponen sekaligus merampingkan komponen lainnya. Beberapa penghematan yang dilakukan terbilang sangat kecil, bahkan ada yang hanya 0.0001g. Namun, akumulasi dari penghematan kecil ini berdampak besar pada bobot keseluruhan perangkat.
Pengorbanan untuk bobot tidak berhenti di baterai. Galaxy Z Fold8 Ultra juga dilengkapi lembaran grafit yang lebih besar, meningkat 7% untuk performa termal yang lebih baik dibandingkan Galaxy Z Fold7. Selain itu, perangkat ini menjadi yang pertama di keluarga Fold dengan kamera ultra-wide 50MP. Semua peningkatan ini tentu membutuhkan penghematan bobot tambahan di sektor lain.
Selain bobot, ketipisan juga menjadi fokus utama. Samsung telah merombak struktur internal, termasuk motherboard, untuk memanfaatkan ruang yang tersedia secara lebih efisien. Namun, perombakan struktur saja tidak cukup. Samsung perlu mendesain material baru.
Pada generasi ini, Samsung memperkenalkan desain Flex Titanium. Desain ini mencakup lembaran titanium yang menopang layar lipat. Lembaran ini memiliki ketebalan hanya beberapa puluh mikrometer, sekitar sepertiga dari lebar rambut manusia. Ada juga pelat titanium dengan ketebalan hanya 0,2mm.
Bekerja dengan material setipis ini memiliki risiko tersendiri. Proses pemesinan (machining) berpotensi menyebabkan material bengkok dan melengkung. Oleh karena itu, para insinyur Samsung harus memikirkan ulang urutan proses pemesinan untuk mendapatkan hasil yang baik dan konsisten.
Upaya Samsung dalam merampingkan ponsel lipatnya ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap inovasi desain. Hasilnya, pengguna kini bisa menikmati perangkat lipat dengan bobot yang setara atau bahkan lebih ringan dari smartphone konvensional, tanpa mengorbankan spesifikasi dan fitur unggulan.
Perkembangan ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang selama ini ragu beralih ke ponsel lipat karena faktor bobot dan ketebalan. Dengan hadirnya Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra, Samsung membuktikan bahwa ponsel lipat kini bisa menjadi perangkat harian yang nyaman digunakan.





Komentar
Belum ada komentar.