Ilustrasi Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide dan Ultra dengan grafik perbandingan produksi

Samsung Pilih Galaxy Z Fold 8 Wide, Bukan Ultra

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung mengubah target produksi Galaxy Z Fold 8 menjelang Unpacked 22 Juli 2026
  • Galaxy Z Fold 8 Wide diproduksi 2,8 juta unit, lebih banyak dari Ultra yang 2 juta unit
  • Galaxy Z Flip 8 ditargetkan produksi 1,5 juta unit
  • Perubahan strategi menunjukkan Samsung lebih percaya pada model Wide yang baru
  • Faktor harga menjadi pertimbangan: Wide lebih murah (USD 1.799-1.999) dibanding Ultra
  • Teknologi Flex Titanium menjadi andalan Samsung untuk mengurangi lipatan layar
  • Apple juga mengembangkan teknologi layar lipat sendiri untuk iPhone Ultra
  • Jika tren berlanjut, model Ultra berpotensi menjadi rilisan sekunder di masa depan

Telset.id – Samsung secara mengejutkan mengubah strategi produksi Galaxy Z Fold 8 hanya beberapa hari sebelum acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026. Alih-alih memprioritaskan model Ultra, Samsung justru memproduksi lebih banyak unit Galaxy Z Fold 8 Wide.

Bocoran terbaru dari leaker Ice Universe mengungkapkan bahwa Samsung menargetkan produksi sebanyak 2,8 juta unit Galaxy Z Fold 8 Wide. Jumlah ini melampaui target produksi Galaxy Z Fold 8 Ultra yang hanya 2 juta unit. Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 ditargetkan sebanyak 1,5 juta unit.

Perubahan ini menunjukkan pergeseran keyakinan internal Samsung. Sebelumnya, target produksi kedua model Fold 8 hampir seimbang. Kini, Samsung jelas lebih percaya pada model Wide yang baru.

Keputusan ini menarik karena sebagian besar sorotan publik justru tertuju pada model Ultra. Fitur Terbaru seperti kamera 200MP dan layar anti-lipatan banyak dibahas di jagat maya. Namun, data produksi menunjukkan keyakinan Samsung berbeda.

Bocoran dari Ice Universe memiliki rekam jejak yang kuat dalam memprediksi angka produksi Samsung. Informasi komponen tingkat tinggi ini sering kali akurat menjelang acara Unpacked. Dengan kata lain, sinyal ini lebih kuat dari sekadar materi pemasaran.

Ada beberapa faktor yang mungkin mendorong keputusan ini. Pertama, faktor harga. Galaxy Z Fold 8 Wide diperkirakan dibanderol antara USD 1.799 hingga USD 1.999. Sementara itu, harga Ultra diprediksi lebih tinggi lagi. Samsung tampaknya lebih memilih opsi yang lebih terjangkau di segmen premium.

Kedua, persaingan dengan Apple. Waktu perubahan produksi ini bertepatan dengan rumor kehadiran iPhone Ultra dari Apple. Samsung mungkin tidak ingin terlalu agresif di segmen harga tertinggi jika Apple juga akan masuk ke pasar yang sama. Persaingan di segmen premium foldable diprediksi akan semakin sengit.

Ketiga, pertarungan sesungguhnya ada pada teknologi layar. Samsung baru saja mengonfirmasi teknologi Flex Titanium pada 15 Juli 2026. Teknologi ini menggunakan film paduan titanium setebal sepertiga rambut manusia dengan pelat titanium di bawahnya. Hasilnya, kekakuan layar 20 kali lebih baik dari lapisan polimer lama dan lipatan layar (crease) berkurang drastis.

Apple juga mengembangkan pendekatan sendiri dengan Ultra-Thin Glass khusus, engsel cetak 3D, dan perekat transparan yang dapat mengembang. Kedua raksasa teknologi ini berlomba menghilangkan kesan “proyek sains” pada ponsel lipat.

Yang menarik, dalam ulasan Galaxy Z Fold 7 sebelumnya, lipatan layar sudah hampir tidak terlihat dalam penggunaan sehari-hari. Samsung tentu tidak memulai dari nol dalam hal ini. Persepsi daya tahan, bukan spesifikasi kamera, yang diperkirakan menjadi faktor penentu pembelian tahun ini.

Lantas, apakah Samsung diam-diam mengubur model Ultra? Jawabannya, belum. Produksi 2 juta unit untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap merupakan angka yang serius untuk faktor bentuk yang masih sangat spesifik. Namun, jika tren produksi Wide terus melesat, bukan tidak mungkin Ultra akan menjadi rilisan sekunder, seperti Galaxy Z Fold Special Edition.

Bagi pengguna yang menanti iPhone Ultra dari Apple, berita ini mungkin tidak mengubah rencana. Apple memiliki garis waktu, harga, dan bahasa desain sendiri. Namun, sinyal dari Samsung ini patut diperhatikan. Samsung, sebagai pembentuk pasar foldable selama bertahun-tahun, mulai ragu bahwa ponsel lipat premium bisa laku dengan sendirinya.

Kita akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas setelah acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026. Samsung juga mengalami PHK Massal di Amerika Serikat baru-baru ini, yang mungkin mempengaruhi strategi bisnisnya secara keseluruhan.

Apakah Anda lebih tertarik pada Galaxy Z Fold 8 Wide yang lebih lebar, atau setia pada bentuk klasik Galaxy Z Fold 8 Ultra yang tinggi? Jawabannya akan menentukan masa depan ponsel lipat Samsung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.