📑 Daftar Isi

Samsung Galaxy A57 sebagai salah satu model lini Galaxy A yang produksinya dipangkas

Samsung Pangkas Produksi Galaxy A 20 Persen, Ponsel Murah Terancam Lebih Mahal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung memangkas produksi Galaxy A kuartal IV 2026 sekitar 20 persen atau 10 juta unit lebih sedikit
  • Penyebabnya lonjakan harga memori yang menyumbang lebih dari separuh biaya ponsel kelas bawah
  • Galaxy A menyumbang 70 persen pengiriman smartphone Samsung, mencakup A57, A37, dan A17 5G
  • Produksi tahun depan disebut turun minimal 10 persen, material dialihkan ke Galaxy S dan Galaxy Z
  • Konsumen berpotensi menghadapi harga lebih tinggi dengan layar atau kamera yang diturunkan

Telset.id – Samsung dikabarkan memangkas produksi lini Galaxy A pada kuartal keempat 2026 sebesar sekitar 20 persen dari rencana awal. Langkah ini diambil di tengah lonjakan harga memori yang menekan margin bisnis ponsel perusahaan, dan berpotensi membuat ponsel murah Samsung dijual lebih mahal dengan spesifikasi yang justru diturunkan.

Laporan dari Korea menyebut Samsung telah meneruskan volume produksi yang dikurangi itu ke rantai pasoknya. Satu sumber industri mengklaim pesanan komponen untuk kuartal Oktober–Desember turun sekitar 20 persen dari rencana produksi yang disusun Samsung di awal tahun. Angka itu setara dengan sekitar 10 juta unit lebih sedikit untuk sepanjang tahun.

Pemangkasan ini penting karena Galaxy A menyumbang 70 persen dari total pengiriman smartphone Samsung. Lini tersebut mencakup model seperti Galaxy A57, Galaxy A37, dan Galaxy A17 5G. Samsung sendiri mengirim 230–240 juta smartphone per tahun dan selama ini bersaing ketat dengan Apple di posisi teratas pasar global.

Harga Memori Naik, Margin Samsung Tertekan

Alasan di balik pengurangan produksi ini adalah biaya memori yang melonjak. Memori kini disebut menyumbang lebih dari separuh biaya produksi sejumlah ponsel kelas bawah. Selain itu, material untuk komponen kunci seperti PCB dan MLCC diprioritaskan untuk chip AI yang dinilai jauh lebih menguntungkan.

Sejauh ini Samsung menjaga produksi Galaxy A tetap stabil karena akses bahan baku yang lebih mudah dibandingkan merek-merek China. Namun karena kelangkaan belum menunjukkan tanda berakhir, Samsung disebut mulai mengalihkan komponen dan material ke lini flagship Galaxy S dan Galaxy Z yang lebih menguntungkan.

Tekanan pada bisnis ponsel Samsung bukan hal baru. Divisi mobile perusahaan dilaporkan menghadapi kerugian tahunan pertamanya, dan kondisi ini memaksa Samsung mengambil keputusan produksi yang lebih konservatif. Dampaknya pada pasar pun mulai terlihat dari sisi pasokan perangkat kelas menengah bawah.

Keputusan memangkas volume Galaxy A juga berisiko mengancam posisi Samsung di puncak pasar smartphone global. Pada Agustus, Counterpoint memprediksi Samsung akan mengalahkan Apple tahun ini dengan selisih hanya 0,1 poin persentase. Apple sendiri keluar sebagai pemimpin pada 2025. Dengan memproduksi lebih sedikit perangkat yang menjadi penopang volume, peluang Samsung mempertahankan mahkota itu jadi lebih tipis.

Dampak ke Konsumen: Harga Naik, Spesifikasi Turun

Satu sumber industri lain menyebut pemangkasan tidak berhenti di kuartal keempat. Samsung disebut menargetkan produksi perangkat Galaxy A tahun depan lebih sedikit minimal 10 persen. Artinya, tekanan pada lini volume Samsung berpotensi berlanjut sepanjang 2027.

Konsumen disebut bakal ikut merasakan dampaknya. Seorang insider industri memperingatkan bahwa produksi yang lebih rendah dapat mendorong harga lebih tinggi. Ponsel baru juga berpotensi hadir dengan layar atau kamera yang diturunkan spesifikasinya, tetapi tetap dijual lebih mahal daripada pendahulunya.

Peringatan itu sejalan dengan yang disampaikan Counterpoint pada Maret lalu. Dengan kata lain, arah pasar ponsel kelas bawah sudah lebih dulu diperkirakan akan menghadapi kombinasi harga naik dan spesifikasi yang tidak meningkat. Kondisi ini membuat lini Galaxy A berada di posisi yang tidak nyaman sebagai produk andalan volume Samsung.

Bagi Samsung, prioritas pada Galaxy S dan Galaxy Z menjadi pilihan logis karena segmen flagship memberi margin lebih besar. Namun karena Galaxy A adalah tulang punggung pengiriman, pengalihan material ke perangkat premium berarti volume Samsung secara keseluruhan ikut tertekan.

Perubahan strategi produksi ini juga menjadi sinyal bahwa kelangkaan memori tidak lagi hanya soal harga komponen, tetapi sudah merambat ke keputusan lini produk dan perencanaan pasokan. Selama pasokan material belum membaik, lini ponsel terjangkau menjadi yang paling rentan terkena penyesuaian.

Sebagai informasi, Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait angka pemangkasan produksi Galaxy A ini. Seluruh detail dalam laporan berasal dari sumber industri yang dikutip media Korea, sehingga besaran pengurangan dan dampaknya masih dapat berubah mengikuti kondisi pasokan komponen.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.