Telset.id – Samsung dikabarkan memangkas produksi lini Galaxy A sekitar 20 persen pada kuartal keempat dibandingkan rencana awal. Pemangkasan ini berpotensi membuat ponsel kelas menengah-bawah semakin sulit didapat dengan harga bersaing, karena biaya memori yang melonjak kini bisa mencapai lebih dari separuh total biaya produksi sejumlah ponsel budget dan midrange.
Informasi ini pertama kali dilaporkan Electronic Times dari Korea Selatan. Menurut laporan tersebut, pesanan komponen juga turun dengan besaran serupa, yang berarti sekitar 10 juta unit ponsel lebih sedikit sepanjang tahun. Samsung bahkan disebut tengah mempertimbangkan pemangkasan produksi tambahan lebih dari 10 persen pada tahun berikutnya.
Dampaknya paling terasa bagi konsumen yang mengandalkan Galaxy A sebagai pintu masuk ke ekosistem Android tanpa membayar harga flagship. Jika produksi menyusut, pilihan ponsel murah bisa berkurang, harga naik, atau spesifikasi hardware menurun untuk uang yang sama.
Biaya Memori Jadi Akar Masalah
Penyebab utama pemangkasan ini adalah biaya. Harga memori naik begitu tajam sehingga komponen tersebut kini menyumbang lebih dari separuh total biaya pada sebagian ponsel budget dan midrange. Pasokan komponen lain juga semakin ketat karena produsen memprioritaskan suku cadang untuk perangkat AI yang lebih menguntungkan.
Samsung disebut merespons kondisi ini dengan mengarahkan lebih banyak komponen ke lini Galaxy S dan Galaxy Z, yang punya ruang lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya. Artinya, lini premium menjadi prioritas alokasi komponen dibandingkan Galaxy A.

Tekanan biaya ini bukan hanya dialami Samsung. Nothing baru-baru ini membatalkan ponsel CMF generasi berikutnya setelah menilai pihaknya tak lagi bisa menghadirkan peningkatan berarti pada harga yang diharapkan pembeli. Nothing menyebut CMF Phone 2 Pro yang dijual 279 dolar AS akan berharga antara 320 hingga 370 dolar AS jika dirilis hari ini dengan spesifikasi yang persis sama.
Baca Juga:
Pasar Ponsel di Bawah 400 Dolar AS Tertekan
Omdia sebelumnya memperkirakan pengiriman ponsel berharga di bawah 400 dolar AS bisa turun lebih dari 22 persen tahun ini, seiring kenaikan biaya memori yang menggerus margin yang sudah tipis. Seorang sumber industri yang dikutip Electronic Times bahkan memperingatkan bahwa ponsel di masa depan bisa diluncurkan dengan harga lebih tinggi meski memakai layar atau kamera yang justru diturunkan spesifikasinya.
Bagi pembeli Galaxy A, kombinasi ini memunculkan tiga kemungkinan yang sama-sama tidak menguntungkan: pilihan lebih sedikit, harga lebih mahal, atau hardware lebih lemah untuk uang yang sama. Kondisi ini juga memperbesar risiko bagi konsumen yang tergoda membeli perangkat murah dari jalur impor tanpa memperhatikan fitur 5G dan jaminan garansi resmi.
Tekanan pada pasar ponsel murah ini terjadi di tengah derasnya kebutuhan komponen untuk infrastruktur AI. Perusahaan seperti Apple bahkan dikabarkan mempertimbangkan server AI enterprise dengan chip M8 Ultra dan bantuan Nvidia, yang menunjukkan betapa besarnya perebutan sumber daya komponen saat ini.
Di sisi lain, pasar perangkat konsumen juga dihadapkan pada perubahan regulasi dan model bisnis. Isu seperti hak milik penuh bagi pemain game menunjukkan bahwa nilai sebuah perangkat kini tak hanya soal harga, tetapi juga hak dan layanan yang menyertainya.
Soal harapan pasar kembali normal, pernyataan dari eksekutif Samsung dan Micron menunjukkan tidak ada kelegaan yang diharapkan hingga 2028. Produsen RAM dan NAND tengah berupaya menambah kapasitas produksi dengan membangun fasilitas baru, tetapi itu butuh waktu. Sementara itu, harga perangkat budget, midrange, hingga flagship diperkirakan terus naik.
Karena itu, bagi siapa pun yang berencana membeli ponsel baru, membelinya sekarang dinilai lebih baik daripada menunggu dan terkena kenaikan harga berikutnya. Situasi ini juga menjadi pengingat bahwa keputusan pembelian perangkat konsumen—termasuk di segmen lain seperti infrastruktur jaringan yang masif seperti kabel fiber—kini semakin dipengaruhi oleh perebutan pasokan komponen global.
[ META_DESCRIPTION]
Samsung memangkas produksi Galaxy A sekitar 20 persen pada kuartal IV akibat lonjakan harga memori. Pilihan ponsel murah bisa berkurang dan harga naik.





Komentar
Belum ada komentar.