Telset.id â Samsung Display memamerkan teknologi RGB OLEDoS (OLED on Silicon) terbaru di ajang Augmented World Expo (AWE) 2026 di Long Beach, California, yang menawarkan kecerahan hingga 40.000 nits dan kerapatan piksel 5.000 PPI. Langkah ini menjadi ancaman serius bagi dominasi Meta dan Apple di pasar kacamata pintar.
Teknologi RGB OLEDoS merupakan lompatan besar dalam dunia microdisplay. Berbeda dengan white OLEDoS yang membutuhkan color filter, RGB OLEDoS menyimpan material pemancar cahaya langsung ke wafer silikon dengan subpixel merah, hijau, dan biru individual tanpa filter warna. Proses ini membuat manufaktur lebih sederhana dan biaya produksi lebih kompetitif.
âBerdasarkan teknologi OLED kelas dunia dan pengalaman produksi massal yang luas, kami akan terus mengembangkan RGB OLEDoS dengan kecerahan ultra-tinggi sambil fokus pada peningkatan efisiensi produksi,â ujar perwakilan Samsung Display di AWE USA 2026.
Samsung memamerkan prototipe panel berukuran 1,4 inci dengan kecerahan 40.000 nits dan kerapatan 5.000 piksel per inci. Keunggulan utama RGB OLEDoS adalah efisiensi cahaya lebih tinggi dan masa pakai lebih panjang karena tidak memerlukan color filter. Hal ini membuatnya ideal untuk perangkat XR yang membutuhkan kualitas gambar tajam dalam bentuk ringkas.
âKeunggulan ini membuatnya sangat cocok untuk memberikan reproduksi warna dan kecerahan tinggi. Inilah mengapa RGB OLEDoS dianggap sebagai solusi optimal untuk perangkat XR,â tambah perwakilan Samsung Display.
Baca Juga:
Di ajang yang sama, Samsung juga menunjukkan prototipe kacamata AR menggunakan layar RGB OLEDoS berukuran 0,62 inci. Perusahaan dilaporkan sedang mengembangkan kacamata pintar bertenaga Android XR yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini. Prototipe tersebut memiliki desain mirip Wayfarerâbentuk yang juga digunakan Meta untuk produk Ray-Ban Meta smart glasses.
Fitur yang diteaser meliputi penerjemahan real-time, navigasi, dan pembaruan cuaca. Kacamata pintar Samsung ini memiliki nama kode âGlassesâ dan berbeda dari prototipe âHaeanâ yang bocor sebelumnya yang menggunakan teknologi microLED.
Persaingan di pasar AR semakin memanas. Apple dengan kacamata pintar kode N50 disebut masih tertinggal karena hanya berfungsi sebagai ekstensi iPhone tanpa layar built-in. Sementara itu, Meta menjadi pesaing terbesar Samsung, meskipun produk Ray-Ban Meta tengah menghadapi kontroversi baru.
Google juga sempat menunjukkan minat pada AR namun belum konsisten. Perusahaan pernah menampilkan prototipe kacamata AR dengan penerjemahan real-time beberapa tahun lalu, lalu mundur, dan kemudian kembali mengerjakan proyek AR.
Dengan hadirnya teknologi RGB OLEDoS, Samsung berada di posisi strategis untuk merebut pangsa pasar AR yang signifikan. Inovasi ini bisa menjadi jawaban atas kegagalan Google Glass di masa lalu dan membuka jalan bagi adopsi AR yang lebih luas.
Bagi penggemar teknologi Samsung, kabar ini tentu menarik. Apalagi, Samsung Galaxy Book 6 Edge resmi dengan Snapdragon X2 Elite juga menjadi bukti komitmen perusahaan dalam inovasi. Sementara itu, Louis Rossman gugat Samsung terkait garansi SSD 990 Pro menjadi sorotan lain.





Komentar
Belum ada komentar.