Dikeroyok Pemain China, Samsung Kuasai Pasar Smartphone 5G

Telset.id, Jakarta – Meski dikepung para ‘pemain China’, Samsung masih kokoh menempati posisi pertama sebagai penguasa pasar smartphone 5G global di kuartal pertama 2020.

Menariknya, menurut laporan The Korea Herald, raksasa elektronik Korea Selatan itu seperti “dikeroyok” pemain China, karena hanya Samsung yang bukan vendor asal China yang ada di daftar 5 besar.

Sebagaimana dikutip dari GSMArena, Rabu (13/5/2020), vendor smartphone asal Korea Selatan tersebut mengapalkan sekitar 8,3 juta unit ponsel 5G dari total 24,1 juta. Samsung mendominasi market share sebanyak 34,1%.

Sementara itu posisi Samsung dibuntuti oleh Huawei yang berada di peringkat kedua pasar smartphone 5G, dengan jumlah pengapalan di angka 8 juta unit. Huawei mengamankan market share sebesar 33,2%.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga HP Terbaru}

Selanjutnya ada Vivo dan Xiaomi yang memanaskan persaingan dengan jumlah pengapalan masing-masing sebanyak 2,9 juta unit dan 2,5 juta unit.

Perusahaan teknologi asal China lainnya, Oppo juga berhasil menduduki posisi 5 dalam daftar. Dengan jumlah pengapalan smartphone 5G mencapai 1,2 juta unit membuat Oppo mampu meraih market share sebesar 5%.

Sebelumnya produksi smartphone secara global mengalami penurunan terbesar gara-gara pandemi virus corona. Angka permintaan smartphone benar-benar anjlok.

Seperti dilansir New York Post, perusahaan industri TrendForce memperkirakan, produksi smartphone global akan turun 16,5 persen tahun-ke-tahun menjadi 287 juta unit pada kuartal Juni 2020.

{Baca juga: Virus Corona Bawa Produksi Smartphone ke Titik Nadir}

Samsung diprediksi akan mempertahankan posisi pertama di pasar internasional, sedangkan Apple dengan produk iPhone tetap kuat di nomor tiga. Namun, mereka akan kehilangan pangsa pasar di China.

Sebaliknya, produsen asal China bakal memulihkan angka penjualan smartphone pada kuartal Juni 2020 mengingat kasus Covid-19 di sana mulai melandai. Huawei, Xiaomi, dan Oppo akan bersaing.

pangsa pasar iPhone secara global akan turun menjadi 12,6 persen pada kuartal ini. Kuartal sebelumnya, pangsa pasar iPhone tercatat masih 13,5 persen.

TrendForce memangkas perkiraan produksi tahunan smartphone menjadi 1,24 miliar unit, turun 11,3 persen daripada 2019, yang tercatat 1,35 miliar unit. “Dampak pandemi sungguh terasa,” ujarnya.

{Baca juga: Gegara Virus Corona, Penjualan Xiaomi Tahun Ini Anjlok}

Sementara itu, penjualan Xiaomi sebelumnya dilaporkan anjlok gara-gara pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia. Padahal di tahun lalu, pendapatan merek asal China ini melesat, melebihi perkiraan para analis.

Pada 2019, Xiaomi melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,7 persen, mencapai laba USD 28,2 miliar atau Rp 463,9 triliun. Masih pada tahun yang sama, keuntungan bersih Xiaomi meningkat 35 persen, mencapai nominal USD 1,62 miliar atau Rp 26,6 triliun. (HR/HBS)

VIAGSMArena
SOURCEThe Korea Herald
Previous article10 Smartphone Terkencang di Dunia versi AnTuTu Benchmark
Next articleHonor 9X Pro: Spesifikasi Menengah, Unggulkan Kamera 48MP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here