πŸ“‘ Daftar Isi

Galaxy Z Fold 8 open in portrait mode menampilkan layar lipat Samsung

Samsung Kembangkan Teknologi Layar Lipat Tanpa Bekas Lipatan untuk Galaxy Z9

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung Display mengembangkan teknologi Center-Etched Thin Glass (CTG) untuk menghilangkan bekas lipatan layar
  • Teknologi ini mengukir bagian tengah kaca ultra-tipis agar lebih tipis dari area lain, memudahkan proses lipatan
  • CTG juga dikenal sebagai Hybrid UTG karena satu lapisan kaca memiliki dua ketebalan berbeda
  • Target adopsi pada sebagian model Galaxy Z9 pada tahun 2027
  • Samsung mengembangkan bahan pengisi untuk meratakan permukaan dan menjaga sifat optik yang seragam
  • Teknologi ini melanjutkan pengembangan Flex Titanium pada Galaxy Z Fold 8
  • Keputusan final penggunaan CTG akan jelas pada kuartal keempat
  • Masih terdapat tantangan teknis terkait transisi ketebalan kaca yang berbeda

Telset.id – Samsung Display tengah mengembangkan teknologi layar lipat generasi baru yang berpotensi menghilangkan bekas lipatan pada ponsel flagship mereka. Teknologi bernama Center-Etched Thin Glass (CTG) ini dikabarkan akan hadir pada sebagian model Galaxy Z9 pada tahun 2027.

Teknologi ini bekerja dengan cara mengukir bagian tengah kaca ultra-tipis secara selektif, sehingga area lipatan menjadi lebih tipis dibandingkan bagian panel lainnya. Dengan demikian, layar dapat ditekuk lebih mudah tanpa menimbulkan tekanan berlebih yang selama ini menyebabkan bekas lipatan terlihat jelas.

Inovasi ini juga dikenal dengan sebutan Hybrid UTG, karena satu lapisan kaca akan memiliki dua ketebalan berbeda. Samsung menginginkan bagian tengah yang fleksibel dan sisi yang lebih kuat untuk mendukung ketahanan perangkat secara keseluruhan.

Solusi Baru untuk Masalah Bekas Lipatan

Selama beberapa generasi, Samsung terus menyempurnakan engsel, memperkuat lapisan layar, dan menjanjikan bekas lipatan yang semakin halus. Namun, pendekatan CTG ini berbeda karena secara fisik mengubah struktur kaca itu sendiri, bukan sekadar memperbaiki mekanisme engsel.

Dengan membuat bagian lipatan lebih tipis, kaca dapat ditekuk dengan lebih mudah. Hal ini mengurangi tekanan yang selama ini menjadi penyebab munculnya cekungan terlihat seiring waktu pemakaian. Sementara itu, Samsung dapat menggunakan kaca yang lebih tebal pada area yang tetap datar, sehingga menghasilkan layar yang lebih kaku dan tahan lama di area sekitar engsel.

Galaxy Z Fold 8 open in portrait

Pendekatan ini memungkinkan Samsung tidak perlu lagi menggunakan lapisan UTG yang lebih tipis secara keseluruhan, yang justru akan membuat layar lebih rentan terhadap kerusakan. Layar akan mendapatkan fleksibilitas tepat di area yang membutuhkan lipatan, sementara sebagian besar permukaannya tetap memiliki kekuatan struktural yang lebih baik.

Langkah ini sejalan dengan arah pengembangan yang sudah dimulai Samsung pada seri Galaxy Z Fold 8. Struktur Flex Titanium yang digunakan saat ini menggabungkan film paduan titanium dan pelat titanium untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan mengurangi tampilan bekas lipatan. Samsung juga menggunakan lubang bermotif mikro di sekitar area lipatan untuk membantu pelat titanium yang kaku agar dapat ditekuk dengan lebih baik.

Dengan demikian, CTG dapat menjadi lapisan penyempurnaan tambahan dengan membentuk ulang kaca itu sendiri. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi yang lebih fundamental dalam mengatasi masalah bekas lipatan yang selama ini menjadi perhatian utama pengguna ponsel lipat.

Tantangan Baru yang Harus Diatasi

Meskipun menjanjikan, penciptaan dua ketebalan kaca yang berbeda memunculkan masalah baru. Transisi antara bagian tengah yang diukir dan bagian sekitarnya yang lebih tebal dapat meninggalkan langkah yang terlihat atau terasa di bawah layar. Hal ini berpotensi mengganggu pengalaman pengguna saat menyentuh atau melihat layar.

Samsung Display dikabarkan sedang mengembangkan bahan pengisi yang akan ditempatkan di dalam bagian yang diukir untuk meratakan seluruh permukaan UTG. Perusahaan juga harus memastikan bahwa bahan pengisi dan kaca di sekitarnya memiliki sifat optik yang cukup serupa, agar bagian tengah tidak terlihat berbeda secara visual.

Computer, Electronics, Tablet Computer

Keputusan final untuk menggunakan CTG pada ponsel komersial belum diambil oleh Samsung. Menurut laporan ZDNet Korea, kejelasan adopsi teknologi ini baru akan terlihat pada kuartal keempat. Beberapa model Galaxy Z9 disebut sebagai kandidat paling awal yang kemungkinan menggunakan teknologi ini.

Artinya, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum ada kepastian kapan akan diterapkan secara komersial. Namun, arah pengembangan ini menunjukkan komitmen Samsung untuk terus menghadirkan inovasi pada perangkat lipat mereka.

Perkembangan ini menarik untuk diikuti, terutama bagi pengguna yang selama ini menantikan ponsel lipat dengan layar yang benar-benar mulus tanpa bekas lipatan. Jika teknologi CTG berhasil diterapkan, Samsung berpotensi mengubah standar industri ponsel lipat secara signifikan.

Sementara itu, Samsung juga terus mengembangkan berbagai aspek lain dari ekosistem perangkat mereka. Pengguna dapat memantau perkembangan terbaru seputar strategi bisnis Samsung melalui prediksi krisis memori yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Selain itu, Samsung juga aktif memperbarui berbagai fitur perangkatnya, termasuk pembaruan browser Galaxy Watch yang kini mendukung unduhan gambar. Inovasi-inovasi ini menunjukkan konsistensi Samsung dalam menghadirkan peningkatan di berbagai lini produk.

Bagi pengguna yang ingin memahami lebih lanjut tentang fitur-fitur perangkat Samsung, termasuk fungsi ikon perisai pada baterai, berbagai informasi tersebut dapat membantu memaksimalkan pengalaman penggunaan perangkat Samsung sehari-hari.

Kehadiran teknologi CTG ini juga menjadi sorotan bagi industri ponsel lipat secara keseluruhan. Jika berhasil, teknologi ini dapat menjadi pembeda utama antara Samsung dan kompetitornya di pasar ponsel lipat premium.

Namun, masih banyak tantangan teknis yang harus diselesaikan sebelum teknologi ini siap digunakan secara komersial. Sifat optik bahan pengisi, ketahanan jangka panjang, dan biaya produksi menjadi faktor-faktor yang akan menentukan kelayakan teknologi ini.

Samsung memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan teknologi layar lipat. Setiap generasi membawa perbaikan bertahap, dan CTG berpotensi menjadi lompatan besar berikutnya dalam evolusi tersebut.

Dengan target adopsi pada tahun 2027, Samsung masih memiliki waktu untuk menyempurnakan teknologi ini. Keputusan final yang diperkirakan akan jelas pada kuartal keempat akan menjadi penanda penting bagi arah pengembangan ponsel lipat Samsung ke depan.

Pengguna dan pengamat industri tentu akan menantikan perkembangan lebih lanjut dari teknologi CTG ini. Keberhasilannya dapat mengubah cara pandang terhadap ponsel lipat, yang selama ini masih dianggap memiliki kompromi pada area bekas lipatan.

Jika teknologi ini berhasil diimplementasikan, Samsung tidak hanya akan menghadirkan perangkat yang lebih baik secara estetika, tetapi juga lebih tahan lama. Kombinasi fleksibilitas di area lipatan dan kekuatan di area datar dapat menjadi solusi ideal untuk ponsel lipat masa depan.

Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa persaingan di pasar ponsel lipat semakin ketat. Inovasi seperti CTG menjadi kunci bagi produsen untuk tetap relevan di segmen premium yang semakin kompetitif ini.

Kita tunggu saja bagaimana perkembangan teknologi ini ke depannya. Yang jelas, Samsung terus berupaya menghadirkan pengalaman ponsel lipat yang lebih baik bagi penggunanya melalui berbagai inovasi teknis yang mereka kembangkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.