Telset.id – Samsung dikabarkan akan menerapkan strategi chip ganda (dual-chip) pada Galaxy Z Flip 8 untuk menekan biaya produksi. Langkah ini mengikuti pola yang sebelumnya digunakan pada seri flagship Galaxy S26, di mana ponsel akan ditenagai oleh prosesor berbeda tergantung wilayah pemasaran.
Informasi tersebut disampaikan oleh tipster yeux1122. Menurut laporan, Samsung Mobile dan Samsung LSI tengah berselisih terkait harga chip Exynos 2600. Samsung LSI disebut menaikkan harga per unit Exynos 2600 menjadi USD 270 karena rendahnya hasil produksi (yield) dan tingginya biaya pengembangan. Di sisi lain, Qualcomm menurunkan harga Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi USD 230 per unit karena khawatir kehilangan pasar dari Exynos 2600 yang kompetitif.
Strategi ini menjadi unik karena biasanya Samsung justru menghemat biaya dengan menggunakan chip Exynos yang lebih murah dibandingkan Snapdragon. Namun, kali ini justru sebaliknya. Dengan menggunakan Snapdragon di beberapa pasar, Samsung bisa menghemat biaya produksi Galaxy Z Flip 8.
Pembagian Pasar Chip untuk Galaxy Z Flip 8
Meskipun belum ada konfirmasi resmi, diperkirakan Samsung akan mengikuti pola pembagian wilayah yang sudah umum. Galaxy Z Flip 8 kemungkinan akan menggunakan Exynos 2600 di sebagian besar pasar global, kecuali Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan China. Di negara-negara tersebut, perangkat akan ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Langkah ini menjadi catatan penting karena Galaxy Z Flip 7 tahun lalu seluruhnya menggunakan Exynos 2500. Sebelumnya, semua model clamshell Samsung selalu mengandalkan chip Qualcomm. Keputusan untuk menggunakan strategi chip ganda ini disebut sebagai “flip the script” atau membalikkan keadaan.
Baca Juga:
Eksynos 2600: Chip 2nm Pertama di Dunia
Salah satu fakta menarik adalah Exynos 2600 menjadi chip 2nm pertama yang digunakan pada smartphone. Ini mematahkan rekor Apple yang sebelumnya selalu menjadi yang pertama menggunakan node proses 7nm, 5nm, dan 3nm. Galaxy S26 dan Galaxy S26+ menjadi model bersejarah yang menggunakan chip ini, sementara Galaxy S26 Ultra tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Keberhasilan Samsung Foundry memproduksi Exynos 2600 dengan proses 2nm menjadi kunci kembalinya strategi dual-chip. Sebelumnya, pada tahun 2023 dan 2025, Samsung terpaksa menggunakan Snapdragon untuk seluruh lini Galaxy S karena masalah produksi pada chip Exynos.
Pada 2023, Samsung menghentikan produksi Exynos 2300 karena masalah overheating pada Exynos 2200. Sementara pada 2025, Samsung Foundry mengalami masalah dengan node proses 3nm dan arsitektur transistor Gate-All-Around yang menyebabkan hasil produksi buruk. Akibatnya, Samsung harus membayar biaya tambahan sebesar USD 400 juta untuk menggunakan Snapdragon 8 Elite di seluruh seri Galaxy S25.
Untuk Galaxy Z Flip 8, Samsung berharap strategi chip ganda ini tidak hanya menghemat biaya tetapi juga memberikan performa optimal di berbagai pasar. Dengan harga chip Snapdragon yang lebih murah, Samsung bisa menawarkan perangkat dengan harga lebih kompetitif di pasar-pasar tertentu.
Keputusan ini juga menunjukkan dinamika persaingan internal di Samsung. Samsung Mobile yang memproduksi ponsel berselisih dengan Samsung LSI yang memproduksi chip. Samsung LSI menaikkan harga Exynos 2600 menjadi USD 270, sementara Qualcomm menawarkan harga lebih rendah untuk Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Dengan demikian, penggunaan chip Snapdragon pada Galaxy Z Flip 8 di beberapa pasar justru menjadi langkah penghematan biaya, bukan pemborosan. Ini adalah strategi yang cerdas di tengah tekanan biaya produksi yang semakin tinggi.
Meskipun belum ada tanggal rilis resmi, Galaxy Z Flip 8 diperkirakan akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026. Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi dan harga akan diumumkan mendekati peluncuran.
Bagi penggemar Samsung, strategi chip ganda ini bisa menjadi angin segar. Mereka yang berada di pasar dengan chip Snapdragon bisa mendapatkan performa yang mungkin lebih baik, sementara di pasar lain, Exynos 2600 yang merupakan chip 2nm pertama di dunia juga menawarkan keunggulan tersendiri.
Keputusan Samsung untuk menerapkan strategi chip ganda pada Galaxy Z Flip 8 menunjukkan bahwa perusahaan terus berinovasi dalam hal efisiensi biaya dan performa. Ini adalah langkah yang patut diapresiasi di tengah persaingan ketat di pasar smartphone global.
Dengan menggunakan chip yang berbeda di berbagai pasar, Samsung juga bisa menyesuaikan harga jual perangkat. Di pasar dengan chip Snapdragon, harga bisa lebih rendah karena biaya chip yang lebih murah. Sementara di pasar dengan chip Exynos, harga mungkin sedikit lebih tinggi, namun dengan performa yang tidak kalah kompetitif.
Strategi ini juga memberikan fleksibilitas bagi Samsung dalam menghadapi fluktuasi harga komponen global. Dengan memiliki dua pemasok chip, Samsung bisa mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok saja.
Galaxy Z Flip 8 diharapkan menjadi salah satu ponsel lipat paling menarik di tahun 2026. Dengan kombinasi desain clamshell yang ikonik dan pilihan chip yang kompetitif, perangkat ini siap bersaing dengan ponsel lipat lainnya di pasar.
Bagi konsumen, penting untuk memperhatikan pasar mana mereka berada untuk mengetahui chip apa yang akan digunakan pada Galaxy Z Flip 8. Informasi ini akan membantu dalam memutuskan apakah akan membeli perangkat tersebut atau tidak.
Samsung sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai strategi chip ganda untuk Galaxy Z Flip 8. Namun, informasi dari tipster yang kredibel seperti yeux1122 seringkali akurat. Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Samsung dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan semua informasi ini, jelas bahwa Samsung serius dalam mengelola biaya produksi tanpa mengorbankan performa. Galaxy Z Flip 8 akan menjadi bukti bahwa strategi chip ganda bisa menjadi solusi efektif di industri smartphone yang semakin kompetitif.
Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan terbaru dari Samsung, terus ikuti berita dari Telset.id untuk mendapatkan informasi terkini seputar Galaxy Z Flip 8 dan produk Samsung lainnya.





Komentar
Belum ada komentar.