šŸ“‘ Daftar Isi

Samsung Galaxy S27 berpotensi memakai memori LPDDR5X Micron karena biaya RAM naik

Samsung Galaxy S27 Bisa Pakai LPDDR5X Micron, Harga RAM Naik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung Galaxy S27 dirumorkan pakai LPDDR5X Micron, bukan LPDDR6
  • Micron minta harga 50% lebih tinggi dari divisi DRAM Samsung
  • Model Pro dan Ultra mungkin tetap dapat LPDDR6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
  • Galaxy S27 standar dan Plus berpotensi pakai Exynos 2700 berbasis 2nm generasi kedua
  • Belum ada konfirmasi resmi dari Samsung soal konfigurasi memori

Telset.id – Samsung Galaxy S27 berpotensi tidak menggunakan memori generasi terbaru LPDDR6 seperti yang sempat diberitakan sebelumnya. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Samsung tengah melakukan uji kualitas menggunakan memori LPDDR5X baru dari Micron yang berbasis proses 1y, setara dengan proses manufaktur DRAM 1c milik Samsung dan SK Hynix. Perubahan rencana ini muncul di tengah lonjakan biaya RAM yang membuat Micron meminta harga lebih tinggi, sehingga keputusan memori untuk lini Galaxy S27 menjadi lebih kompleks dari perkiraan awal.

Sebelumnya, laporan awal mengklaim bahwa seluruh lini Samsung Galaxy S27 akan hadir dengan memori LPDDR6 generasi berikutnya, dipadukan dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Namun rumor terbaru dari The Bell yang mengutip sumber internal membantah gambaran tersebut. Samsung kini dikabarkan sedang menguji LPDDR5X dari Micron, bukan LPDDR6, untuk setidaknya sebagian model Galaxy S27. Langkah ini menandai perubahan arah yang signifikan dibanding ekspektasi awal konsumen maupun pengamat industri.

Penyebab utama di balik pertimbangan ini adalah kenaikan biaya RAM yang sedang terjadi. Micron dilaporkan meminta harga 50% lebih tinggi dibandingkan divisi Device Solutions Samsung yang memproduksi chip DRAM. Permintaan tersebut jauh di atas kebiasaan Micron yang biasanya hanya meminta premi harga 20-30% untuk chip memori generasi baru. Artinya, bahkan jika Samsung memutuskan memakai chip LPDDR5X dari Micron, perusahaan tetap harus membayar premi dibandingkan model yang sedang beredar saat ini.

Dampak Biaya RAM terhadap Lini Galaxy S27

Kondisi ini menempatkan Samsung pada posisi yang tidak sederhana. Di satu sisi, LPDDR6 menawarkan generasi memori terbaru, tetapi biaya pengadaan dari Micron menjadi lebih mahal dari biasanya. Di sisi lain, LPDDR5X berbasis proses 1y tetap merupakan memori baru, namun bukan generasi paling mutakhir. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil uji kualitas yang sedang dijalankan Samsung terhadap chip Micron tersebut.

Masih ada kemungkinan bahwa model kelas atas seperti Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra akan mengadopsi chip LPDDR6 generasi berikutnya bersama Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Sementara itu, Galaxy S27 standar dan model Plus disebut sebagai kandidat yang akan menerima chip LPDDR5X dari Micron. Pemisahan ini menunjukkan bahwa Samsung berpotensi membedakan spesifikasi memori berdasarkan tingkatan model, bukan menyamaratakan seluruh lini dengan LPDDR6 seperti klaim awal.

Menariknya, Galaxy S27 standar dan model Plus juga dirumorkan akan berjalan dengan chip Exynos 2700 buatan Samsung sendiri. SoC tersebut dikabarkan berbasis proses manufaktur 2nm generasi kedua milik Samsung. Kombinasi antara chip Exynos 2700 dan memori LPDDR5X dari Micron pada model menengah ini menciptakan konfigurasi yang berbeda dari ekspektasi awal soal Snapdragon dan LPDDR6 di seluruh lini.

Perkembangan ini juga mencerminkan dinamika rantai pasok komponen yang semakin menantang bagi Samsung. Ketika permintaan Micron melonjak hingga 50% di atas harga divisi DRAM internal Samsung, struktur biaya perangkat flagship menjadi lebih sulit ditekan. Keputusan untuk tetap memakai LPDDR5X pada model tertentu bisa menjadi cara Samsung menjaga margin tanpa sepenuhnya mengorbankan performa, meskipun konsumen mungkin mengharapkan generasi memori terbaru di semua varian.

Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan perangkat Samsung, kabar ini menambah ketidakpastian soal spesifikasi akhir Galaxy S27. Rumor sebelumnya yang menyebut LPDDR6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 di seluruh lini kini tidak lagi menjadi satu-satunya skenario. Sementara itu, bocoran lain seputar ekosistem Samsung terus bermunculan, seperti informasi soal fitur AI terungkap pada perangkat audio terbaru mereka, yang menunjukkan Samsung tetap aktif memperbarui lini produknya di berbagai kategori.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Samsung soal konfigurasi memori Galaxy S27. Semua informasi masih bersumber dari laporan The Bell yang mengutip sumber internal, sehingga spesifikasi akhir bisa berubah seiring hasil uji kualitas dan negosiasi harga dengan Micron. Yang jelas, lonjakan biaya RAM menjadi faktor penting yang bisa memengaruhi komposisi memori di lini Galaxy S27 mendatang.

Jika Samsung benar-benar membagi memori antara LPDDR6 untuk model Pro dan Ultra serta LPDDR5X untuk model standar dan Plus, hal ini akan menjadi pembeda generasi yang cukup terasa di jajaran produk. Konsumen yang menginginkan memori generasi terbaru mungkin perlu mempertimbangkan model kelas atas, sementara model menengah menawarkan kombinasi chip Exynos 2700 dan LPDDR5X Micron. Skenario ini juga memperlihatkan bagaimana tekanan biaya komponen dapat mengubah strategi spesifikasi sebuah lini flagship.

Di sisi lain, langkah Micron meminta premi 50% menunjukkan bahwa pasar memori sedang dalam fase pengetatan harga. Biasanya premi 20-30% sudah dianggap tinggi untuk chip generasi baru, sehingga angka 50% menjadi sinyal bahwa pasokan dan permintaan sedang tidak seimbang. Samsung sebagai produsen sekaligus pembeli chip DRAM berada di posisi unik karena memiliki divisi Device Solutions sendiri, namun tetap mempertimbangkan pemasok eksternal seperti Micron untuk kebutuhan tertentu.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini bisa berdampak pada spesifikasi dan harga Galaxy S27 saat masuk secara resmi. Jika biaya memori lebih tinggi, harga jual perangkat berpotensi ikut menyesuaikan, meskipun Samsung belum memberikan indikasi apa pun soal hal ini. Pengguna yang menantikan Galaxy S27 sebaiknya mencermati konfigurasi memori per model, karena tidak semua varian diperkirakan mendapat LPDDR6.

Selain itu, rumor soal Exynos 2700 berbasis proses 2nm generasi kedua menambah dimensi lain pada Galaxy S27 standar dan Plus. Jika benar, model-model ini akan mengandalkan kombinasi chip internal Samsung dan memori Micron, berbeda dari model Pro dan Ultra yang mungkin memakai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dengan LPDDR6. Perbedaan ini menegaskan bahwa lini Galaxy S27 dapat memiliki karakteristik yang cukup beragam antar model.

Seiring waktu, informasi lebih lanjut diperkirakan akan muncul menjelang peluncuran resmi. Sampai saat itu, laporan The Bell menjadi salah satu acuan utama soal arah memori Galaxy S27. Samsung belum mengonfirmasi apakah LPDDR5X Micron akan benar-benar dipakai, atau apakah rencana LPDDR6 di seluruh lini masih mungkin dipertahankan. Semua bergantung pada hasil uji kualitas dan struktur biaya yang sedang dihadapi perusahaan.

Yang perlu dicatat, perubahan rumor ini bukan kali pertama ekspektasi soal spesifikasi Galaxy S27 bergeser. Klaim awal soal LPDDR6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 di semua model kini digantikan oleh gambaran yang lebih berlapis. Model standar dan Plus berpotensi memakai LPDDR5X Micron serta Exynos 2700, sementara model Pro dan Ultra masih mungkin mendapat LPDDR6. Perbedaan ini membuat Galaxy S27 menjadi lini yang menarik untuk dicermati, terutama bagi pengguna yang memprioritaskan spesifikasi memori dan chipset.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.